Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 60


__ADS_3

Ruangan kerja. Dokter Andreas setelah menjelaskan pada tuan Tomi bahwa Tania sedang hamil anak keduanya, antara selamat dan tidak, stelah melihat kondisi Tania yang dengan tidak baik, kemungkinan besar bayi Tania tidak bisa di selamatkan.


"Dokter tolong selamatkan cucu saya."


"Saya akan berusaha semampu saya, tapi semua kembali pada tuhan, berdoa saja semoga cucu tuan kuat dan bertahan." Ujar Dokter Andreas.


Ya Tuhan selamatkan cucu ku, apa pun akan saya lakukan demi cucu ku. Gumam dalam hati Tomi.


"Kalau gitu saya permisi dulu Dok."


Tomi bangun dari duduknya, dokter pun mengantar Tomi keluar dari ruangan.


Tomi melangkah lesu menyusuri lorong rumah sakit sepanjang lorong itu pula Tomi terus memikirkan bagaimana nasib cucu yang masih berada di dalam kandungan Tania.


Jika kandungan Tania tidak bisa di selamatkan Mungkin aku orang pertama yang merasa bersalah, Karena aku tidak bisa mendidik putraku dengan baik. Saya akui saya selalu memanjakan dia, saya pikir saya ini orang tua bapak sekaligus ibu buat dia saya memberi pergantian lebihan dengan fasilitas yang cukup tapi saya salah!, kini Rendra tumbuh menjadi anak yang arogan. Gumam Tomi hatinya.


Kering.


Rendra!. gerutu Tomi menatap layar ponselnya.


Mungkin dengan Rendra tahu sedikit bisa meringankan beban ku, saya tidak sanggup melihat tania terus bersedih.


[Halo Rendra]


[Dady saya sudah di Apartemen, tolong kasih tahu keberadaan Tania dan Andhra?."


"Dady ada di rumah sakit xx kamu bisa datang kemari?."


"Baik, sebentar saya kesana. Terimakasih Dad."


Klik


Rendra mengakhiri panggilan telpon dengan Dady nya, lalu bergegas menuju rumah sakit saya sudah di info kan oleh Dady nya.


Tomi duduk di kursi tunggu, tubuhnya seperti tak bertulang hanya desiran angin sayup-sayup menerpa tubuhnya.


Ia duduk menunduk menutup wajahnya, jelas terlihat frustasi dengan keadaan yang menimpa anak menantunya.


Aaaahk!!!


Suara jeritan itu terdengar oleh Tomi yang masih duduk di ruang tunggu.


Tania!


Tomi bergegas melangkah cepat menuju ruangan. Dengan kasar Tomi membuka pintu.


"Tania! kamu kenapa Nak.?" Tomi mendekap tubuhnya membiarkan wajah Tania tenggelam di dadanya.

__ADS_1


"Dady aku mau pulang Dady....," Lirih Tania terisak dalam dekapan tubuh Tomi.


"Ya kita pulang tunggu dokter ya.." Tomi berusaha menenangkan Tania.


Aaaahk!!!!!.


Tania terus berontak kehilangan kesadaran.


Dokter...! tolong Dokter!.


Tidak lama Dokter Andreas datang.


"Tuan tunggu di luar saya kan memeriksa kondisi pasien."Ujar Dokter Andreas.


Tomi pun keluar dari ruang langkah lesu Tomi bersandar didinding tak tega melihat Tania dengan kondisi yang sekarang.


Apa sebenarnya yang terjadi kalau pun hanya masalah melihat Rendra bersama Jesika mungkin itu hal yang biasa sebelum pun Tania pernah memergoki mereka Tania wanita yang kuat.


Flashback.


Siang itu Tania memergoki mereka, tapi hati Tania biasa saja, di sela-sela dalam perjalanan pulang ponsel Tania mendapat pesan masuk dari seseorang, Video itu rekaman Rendra sedang berhubungan intim dengan Jesika di kediaman yang kini Tania tinggal, namun aslinya video itu Video lama sebelum mengenal Tania. Rumah itu yang akan menjadi rumah Jesika, berhubung Rendra mendapat tekanan dari Dady nya yang mengharuskan dia menikah dengan pilihan Tomi, rumah pun kini menjadi milik Tania.


Back.


Dokter Andreas keluar dari ruangan setelah memeriksa Tania.


"Tuan boleh ikut ke ruangan saya." Ujar Dokter Andreas.


"Baik dokter."


Tomi mengikuti langkah dokter ke ruangan kerjanya."Silahkan duduk Tuan."


Tomi duduk berhadapan dengan dokter, siap mendengar semua yang di ucapkan Dokter Andreas.


Dokter Andreas, menarik nafasnya panjang sebelum bicara panjang lebar.


"Anak menantu Tuan sepertinya depresi berat' apa sebenarnya yang terjadi dengan menantu Tuan?"


Tomi pun menjelaskan pada dokter.


Begini dok.


"Siang itu menantu saya datang ke kantor suaminya, dia biasa istirahat di ruang kerja anak saya, tapi sepertinya dia melihat anak saya kedatangan wanita lain, yang tak lain adalah mantan kekasihnya yang sudah lama putus, singkat cerita sepulang dari kantor menantu saya datang ke rumah dia menangis tersedu-sedu, dia minta saya membantu untuk pergi dari suaminya ya itu anak saya, saya pun menyetujui permintaan menantu saya, lalu saya memberikan alamat kediaman saya di Jerman dia pergi bersama cucu saya, satu bulan dua bulan biasa saja, kemarin ini Tania drop cucu saya menghubungi saya mengabarkan bahwa Tania sakit demam tinggi, saya tidak mengira kalau Tania bisa separah ini Dok."Ungkap Tomi permasalahan anak dan menantunya.


Dokter mengangguk-angguk kepalanya mendengar cerita Tomi.


Tok..Tok..Tok.

__ADS_1


"Masuk"


Rendra!


"Dad bagaimana keadaan Tania Dady!, dokter ijinkan saya menemui Istri saya dok."


"Tapi maaf pak Rendra, istri anda baru saja saya suntik penenang, biarkan istri anda istirahat."Ujar Dokter Andreas.


"Saya mohon dok saya hanya ingin melihat keadaan istri saya dokter" Rendra terus memohon pada dokter agar mengijinkan masuk.


"Saya ijinkan tapi tolong jangan ganggu istirahat nya pak."


"Baik dokter."


"Mari ikut saya pak."


Rendra mengikuti langkah dokter biarpun dokter mengijinkan tapi selama dalam ruangan pasien Rendra tetep dalam pengawasan dokter. Kaki Rendra melangkah bergetar melihat kondisi Tania yang terbaring pucat. Tapi langkahnya tertahan oleh tangan dokter yang tidak mengijinkan Rendra menyentuh nya.


"Kenapa Dok?."tanya Rendra menatap dokter.


"Bapak hanya bisa melihat saja, jika bapak menyentuh nya sama saja bapak mengganggu istirahat nya. Tolong ikuti aturan disini.


"Rendra sudah hayo kita keluar, nanti kalau Tania sudah bangun kamu bisa menengok istri kamu."Tomi merangkul pundak Rendra agar mengikuti saran dokter.


"Tapi Dad."Tolak Rendra.


"Sudah hayo keluar dengar apa kata dokter supaya istri kamu cepat sembuh bisa kumpul lagi."


Benar apa kata Dady sebaiknya aku tunggu di luar saja sampai Tania bangun. Gumam dalam hati Rendra.


Tapi kalau sampai Tania kenapa-kenapa aku tidak bisa memanfaatkan diri aku sendiri.


Tomi menepuk pundak Rendra."Kamu liat istri kamu, dia depresi gara-gara kamu. Apa setelah Tania sembuh, kamu kan kembali mendekati wanita itu?."


"Maksud Dady apa?." tanya Rendra penasaran.


"Tania itu stress gara-gara terus memikirkan kamu, sampai-sampai dia minta Dady mengurus perceraian nya."


"Tidak dad!, itu akan pernah terjadi. Aku tidak akan pernah menceraikan Tania sampai kapan pun!."Tutur Rendra.


"Kalau kamu tidak ingin Tania menceraikan kamu, rubah sikap kamu!, jangan sakit hatinya lagi, kalau kamu sampai bercerai kamu bakal kehilangan wanita yang memiliki wanita sempurna seperti Tania." Tomi menegaskan bahwa Rendra tidak akan mengulangi nya lagi.


Wajah tampan itu berbuah menjadi sendu nampak jelas Rendra sangat terpukul dengan kondisi Tania sekarang, beruntung nya masih memiliki papa yang sangat mengerti, walaupun awalnya Rendra beranggapan kalau papa nya sengaja memisahkannya.


Kadang masalalu datang bukan untuk membangun tapi untuk menghancurkan, ketika melihat masalalu hidup dengan pasangan yang bahagia, masalalu akan datang untuk menghancurkan beribu cara agar ia bisa kembali memilikinya, tak perduli ada hati yang tersakiti.


...----------------...

__ADS_1


So, jangan pernah melihat kebelakang tinggalkan masalalu menatap masa depan yang ada. Penyesalan selalu datang belakangan. Sayangi wanita/pria selagi bersamamu jaga hatinya jadikan dia ratu/raja dihatinya. We are we


__ADS_2