
Kau benar-benar merindukan sosok pemilik kan ku kan.., batin Tania tersenyum sumringah memalingkan wajahnya menyembunyikan senyumnya.
Saat begini begini kau menyiksa ku, kepemilikan ku pun tidak mengerti. Gumam Rendra mengusap wajahnya lalu pergi keluar kamar.
"Mas mau kemana?." Panggil Tania.
"Keluar sebentar." kata Rendra mengacak rambutnya.
Tania pun tertawa puas, cukup happy menggoda suaminya, paling tidak sedikit mengobati sakit hatinya. Dengan tampilan **** Tania menghampiri suaminya yang tengah duduk membelakanginya.
Di sebuah balkon atas rumahnya Tania melangkahkan kakinya perlahan menyentuh pundaknya.
Rendra menelan ludah nya dengan susah payah jari nakal Tania meraba ke bidang dada suaminya, Rendra menarik nafasnya yang begitu sulit bernapas dengan paru-paru yang ngap-ngapan menahan gairah sedari tadi sang istri menggoda suaminya.
Ia benar-benar mudah untuk aku goda, bagaimana jika wanita lain menggodanya, Tania menjerit hatinya.
Rendra menangkap tangan nakal Tania Ia menariknya hingga jatuh di pangkuan nya, Rendra menatap tajam mata sang istri yang bulat bola mata hitam pekat bersinar menunjukkan cintanya pada suaminya yang egois tidak pernah mengakui adanya cinta di hatinya.
Beberapa saat kemudian Rendra mengangkat tubuhnya memapahnya ke dalam kamar. Tanpa penolakan Tania melingkarkan tangannya ke leher suaminya.
"Kau tidak pernah melakukan hubungan **** dengan wanita mana pun?." tanya Tania yang masih berada di atas dada suaminya.
"Tentu tidak, sekali pun aku menjadi seorang duda tak akan ku biarkan tangan kotor wanita mana pun menyentuh tubuh ku." Jawab Rendra.
Jawab Rendra singkat tapi sedikit lebih baik untuk menenangkan hatinya selama ini memenuhi otak Tania.
Rendra tak tahan lagi menahan hasrat melihat kecantikan Tania, Rendra membenamkan bibirnya di bibir Tania.
Tania mengalungkan tangannya di leher Rendra dan meladeni setiap serangan dari suaminya. Saat rudal itu menembus dinding cakrawala ******* halus terdengar bersautan memenuhi seluruh kamar itu. Mengiringi sepasang suami-istri yang di kuasai birahi.
Erangan Tania begitu sangat merdu di telinga Rendra membuka Rendra semakin bersemangat di mengayuh di atas Kungkungan sang istri.
*******
"Mommy.....!."Panggil Andhra dengan nada teriak di depan pintu kamarnya.
****!
"Mas, Andhra memanggilku." Ucap Tania.
Rendra mendengus kesel. Lalu Ia menyudahi permainan nya beranjak ke kamar mandi.
Tania segera memakai pakaian lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Mommy....!,"
"Iya sayang.., sebentar."Saut Tania.
Cklek!
__ADS_1
Tania membuka pintunya."Hai ada apa anak mommy?." Tania menggiring Andhra masuk kedalam kamarnya.
Rendra memakai celana nya lalu keluar dari kamar mandi."Papi habis mandi?." Tanya Andhra.
Tania melirik senyum menatap wajah Rendra yang masih memendam hasrat nya.
"Iya..,"jawab Rendra sambil menggosok kepalanya dengan handuk.
Kemudian Rendra berjalan ke arah balkon menghisap sebatang rokok di tangannya.
"Mommy, Andhra boleh minta es crem kan?." kata Andhra.
"Boleh dong.."jawab Tania.
"Tapi di kulkas sudah habis Mommy,"rengek Andhra.
"Oh... gitu, sekarang Andhra minta hantar sama Papi ke supermarket ya, mommy mau mandi dulu."
"Baik, Mommy." Lalu Andhra menghampiri Rendra di balkon.
Rendra bersandar di temani sebatang rokok dan satu cangkir kopi.
"Papi..." panggil Andhra.
"Iya ada apa Son?." kata Rendra.
"Baiklah, papi belanja dulu Andhra tunggu di rumah ya.
"Tidak, Andhra ikut sama papi." protes Andhra.
"Baiklah, pakai jaket nya, kita pergi naik motor."
Rendra pergi bersama Andhra mengunakan motor metik menuju supermarket, tiba disana Andhra lari menuju supermarket di susul Rendra mereka pun berpencar Rendra mengambil es crem di box sementara Andhra lari-larian tiba-tiba nabrak wanita yang sedang belanja, belanjaan pun jatuh berserakan.
"Anak nakal, gara-gara kamu belanjaan ku semua berantakan, mana orang tua kamu?."
"Saya tidak sengaja Tante, lagian Tante saja yang jalan nya tidak lihat-lihat." Jawab Andhra membela diri.
"Eh..!, nakal kamu berani melawanku?.." Wanita itu akan menjewer telinga Andhra.
"Astaga! Andhra ada apa." Rendra segera menghampiri Andhra dan wanita itu.
Wanita itu Jesika setelah lama tidak pernah bertemu dengan Rendra, Ia tengah hamil besar.
Tunggu! teriak Rendra.
Jesika membelalakkan matanya melihat Rendra menghampiri nya.
"Rendra?, maaf aku tidak tahu kalau dia anak mu."
__ADS_1
"Jesika.., jangan pernah berani menyentuh anakku, kalau sampai berani menyentuh anakku kamu akan berhadapan dengan ku, paham!, apa yang sudah di rusak oleh anakku?." kecam Rendra.
Jesika berubah pucat Ia sedikit takut melihat sikap arogan yang di tunjukkan pada Jesika. Gadis itu sangat mengenal Rendra bagaimana sikap Rendra kalau sudah marah.
"Tidak ada kok.., sudah tidak usah di perpanjang maafkan saya." Jesika bergidik ngeri setiap kali melihat Rendra marah.
Andhra bersembunyi di balik tubuh Rendra, Ia begitu ketakutan saat Jesika akan menjewer telinganya.
"Pergi!. Jangan sampai kau menunjukkan lagi wajah mu di hadapanku."
"I-ya..., aku pergi." ucap Jesika gugup.
Kemudian Rendra menarik tangan putranya ke arah kasir untuk membayar es crem yang sudah dia ambil.
"Huf!, dia masih saja seperti dulu keras dan tidak pernah melihat sisi kebenaran nya. Gerutu Jesika sambil mengelus perutnya." Jesika berdesis kesal menatap punggung Rendra keluar dari supermarket.
"Pih aku takut." Andhra ketakutan mendapatkan makian dari Jesika.
"Tenang lah Boy, ada papi disini tidak akan terjadi apa-apa.
"Totalnya 300rb pak." kata si pelayan.
Rendra membayar dengan uang pas lalu menggandeng tangan Andhra keluar dari supermarket, menyalakan motornya melesat jauh dari supermarket.
"Papi, apa kah papi mengenal wanita galak tadi..?." Tanya Andhra nada suara yang sedikit keras karena berpadu dengan angin.
"Tidak sayang." Jawab Rendra.
Tiba di kediaman Rendra memarkirkan motornya lalu merangkul pundak Andhra masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam kamar Rendra berusaha menahan rasa kesalnya.
"Mas..., kamu kenapa?," tanya Tania menyentuh pundaknya Rendra yang duduk menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
Rendra meraih tangan Tania, lalu Tania duduk disampingnya."Tadi di supermarket aku bertemu dengan Jesika, dia memarahi Andhra, jelas aku tidak terima, tidak akan kubiarkan orang lain memarahi putra kita." Ungkap Rendra.
"Lagi-lagi perempuan itu!."Pekik Tania memakinya.
"Dia juga sepertinya sedang hamil besar." Ungkap Rendra mengenai kehamilan Jesika.
"Hah!, hamil?," Seru Tania ingin tahu lebih banyak.
Rendra menganggukkan kepalanya, membernarkan ucapannya.
"Sudah lah tidak usah dipikirkan lebih baik kita makan yuk, kasihan Andhra sudah menunggu dia sudah kelaparan tuh." Kata Tania menarik tangan Rendra mengajaknya makan.
Tania gadis yang memiliki otak yang jenius, Ia tidak tidak ingin rasa cemburunya itu di ketahui oleh Rendra, kalau pun kenyataan Tania tidak ingin kehilanganmu sosok suaminya yang selalu ada setiap saat dia butuhkan, Rendra pun pria yang selalu menjaga gengsinya walaupun mereka ada rasa takut akan kehilangan satu sama lain.
...----------------...
__ADS_1