Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 79


__ADS_3

"Abercio aku sudah tidak kuat tolong lepaskan aku." Lirih Tania.


Seketika kepala Tania pusing penglihatan berkunang-kunang.


Brak!


Gadis yang di ikat kedua tangannya di kursi kayu itu. Tergeletak bersamaan dengan kursi, ketika Tania jatuh tak ada satu orang pun yang tahu.


Sementara itu Rendra masih mencari keberadaan Tania, Rendra melihat seseorang keluar dari arah samping restoran, yang tak lain adalah pegawai restoran. Pada saat itu matahari mulai terbit hanya satu orang itu yang pulang di pagi hari.


"Mas...Mas,"panggil Rendra.


"Saya pak?" pemuda itu menghentikan langkahnya.


" Saya mau tanya? apa mas pegawai restoran ini?." tanya Rendra.


"Iya betul" kata si pemuda itu.


"Mas lihat Gadis rambut pirang di urai agak ikal?"


"Gadis seperti itu banyak mas, apa ada fotonya soalnya disini baru saja mengalami kebakaran."Ungkap pemuda itu jujur.


"Apa 'Kebakaran?"Sontak Rendra.


"Bapak lihat saja di sosmed dan di berita sudah beredar, semacam itu lah pak, ya sudah saya permisi dulu pak."katanya.


"Tunggu! Mas,"


Rendra menunjukan foto Tania dari galeri foto ponselnya. Saat melihat foto Tania pemuda itu terlihat gelagapan seolah tidak tahu apa-apa.


"Mas pernah lihat tidak?"


"Saya tidak tahu pak, saya permisi dulu." Pemuda itu terlihat buru-buru.


Tangan satu Rendra menarik pakaian dari balik punggungnya.


"Kamu pasti tahu, tolong katakan diamana dia JPS istri saya masih ada di sekitar sini"


"Bener pak saya tidak tahu."Tepis pemuda itu.


Semua pegawai restoran sudah di bungkam oleh Memiliki restoran dan juga Abercio. Sampai kapan pun tidak ada akan ada yang mau mengatakan dimana keberadaan Tania, selain mereka mendapatkan uang yang banyak mereka pun sudah di berikan ultimatum pada semua anggota pegawai restoran agar semua bungkam mulutnya.


"Bos bagaimana jika pemuda itu mengatakan pada Rendra?" ucap bodyguard Abercio.


"Kamu tenang saja mereka sudah saya bungkam mulutnya saya yakin tidak ada satu orang pun yang akan membocorkan rahasia kita." Ujar Abercio yang penuh keyakinan.


Rendra mengerutkan keningnya, setelah bicara panjang lebar. Pemuda itu melirik arah jendela sedikit terlihat kalau percakapan nya ada yang memantau.


Pemuda itu menepis tangan Rendra, dia lari sambil melempar kertas putih dari tangannya.


Dengan sigap Rendra menginjak kertas itu agar tidak terbang karena angin yang begitu kencang.


Pemuda itu memberikan kode agar Rendra meninggalkan tempat itu. Sebelum pergi Rendra mengambil kertas itu dari bawah kakinya. Tertulis nomor telepon, kemudian Rendra masuk ke mobil ia melaju dengan pelan. Pagi itu mendung mulai tebal menyelimuti awal, gerimis pun mulai turun. Sambil mengemudi Rendra mencatat nomor telepon yang pemuda itu lempar.


"Akhirnya dia pergi juga" Gerutu Abercio bersama bodyguard nya.


Dalam perjalanan Rendra menghubungi nomer yang tercantum di kertas.


[Halo ini siapa?]


[Saya pemuda yang bersama bapak tadi di depan restoran]


[Kenapa kau memberikan nomor ini padaku apa kau mengetahui keberadaan istri saya?, jika mau mengatakan nya saya siap menanggung semua keluarga mu.] Ujar Rendra kepada si pemuda itu.


Kemudian pemuda itu terdiam sejenak, memikirkan tawaran yang Rendra berikan, tapi disisi lain ia pun memikirkan bagaimana jika ancaman yang di ucapkan oleh bos nya itu menghilangkan nyawanya benar-benar terjadi.


[Halo kamu masih disana?]


[Iya pak masih, saya akan mengatakannya tapi apa bapak bisa menjamin kalau tuan Abercio tidak akan macam-macam dengan ku? dan bapak akan menanggung semua biaya rumah sakit ibu ku sampai sembuh?]


[Ya seperti yang janjikan tadi]


Walaupun Rendra sangat marah besar pada Tania, karena sudah berani membawa masalah pribadinya kedalam putranya.


Begitu pemuda itu menceritakan semuanya Rendra mengepalkan tangannya. Disini Tania tidak bersalah dia hanya lah korban ambisi Abercio, ternyata semua itu ulah si manusia brengsek. Abercio.


"Kalau kau mau aman tinggal lah di rumahku, mengenai orang tuamu serahkan kepada saya."


Kemudian Rendra memberikan alamat kediaman dengan jelas, Rendra juga minta dia langsung ke kediamannya, pasalnya nyawanya bakal terancam, maka dari itu Rendra minta sementara dia tinggal bersamanya agar bisa menjaga keselamatannya.


"Baik pak, bapak hati-hati jangan bertindak sendiri disana di jaga ketat."


"Baik lah Terimakasih"


Kurang 'Ajar. Abercio kau sudah berani macam-macam. Gerutu Rendra.

__ADS_1


Ciiiit! Rendra banting setir langsung puter Arah menuju kantor polisi.


Wajah gadis itu sudah pucat, Abercio tolong....,


Tolong....,


Tidak ada satu orang pun yang mendengar suara jeritan Tania minta tolong. Sementara itu suara tania sudah tidak bisa keras lagi.


Abercio...., tolong lepaskan aku.


Di kantor pos polisi Rendra memberikan laporan kejadian tadi malam di restoran xx dan sampai sekarang istrinya belum kembali, terakhir Tania mengirimkan pesan pada jam 3:00 dini hari, Rendra memiliki bukti pesan terakhir yang di terima oleh Rendra dari Tania.


"Baik lah pak Rendra akan kami segera melacak tempat itu."


"Terimakasih pak, saya tunggu kabar baiknya." Rendra Pamit sambil berjabat tangan dengan pak polisi.


"Baik pak"kata pak polisi.


Rendra pergi meninggalkan kantor polisi dengan pikiran kosong, ia takut Tania terjadi apa-apa.


Ponsel Rendra bergetar.[ Halo Dady]


[Rendra! apa yang terjadi kenapa Andhra bisa masuk berita ada apa sebenarnya?]


[Andhra berusaha menyelamatkan Tania, dengan cara membuat kerusuhan, tapi sekarang Tania membela Andhra dia menghilang Dady di sekap di gudang bawah tanah oleh segerombolan orang-orang nya Abercio" Ungkap Rendra.


['Apa Tania hilang? kurang 'Ajar mereka sudah berani main-main dengan keluarga kita, kamu tenang saja serahkan semuanya sama Dady, sekarang kamu pulang biar orang-orang suruhan Dady yang bekerja."


"Iya Dad, ini juga sudah mau pulang."


Klik.


Setelah mendapatkan jawaban dari Tomi, Rendra sedikit lega, pasalnya kalau sudah Tomi yang bertidak, tidak ada kata gagal.


Tiba di kediaman Rendra langsung mencari si pemuda yang di minta ke rumah tadi."Bi lihat pemuda ke rumah tadi?" tanya Rendra pada bibi yang sedang membersihkan ruang tamu.


"Yang mana ya Tuan?"


'Oh yang tadi pagi tuan yang minta dia ke rumah?"


"Iya, kemana dia?"


"Ada di kamar tamu tuan sepertinya sedang tidur tuan" ujar bibi.


Rendra pun pergi menaiki tangga meninggalkan bibi di ruang tamu. Terlihat begitu lelah di wajah tampan Rendra di Timpal dengan kehilangan Tania membuat Rendra sedikit frustasi.


Tiba di kamar Rendra menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size. 'Ah..., enak nya rasanya tubuh ini rentak semua. Gumam Rendra. Tak lama mata pun terpejam.


Sekitar pukul 9 pagi Rendra masih terlelap dalam tidur, ternyata Tomi bekerja lebih cepat dari perkiraan Rendra.


TRENDING TOPIK.


PERUSAHAAN satu-satunya milik Abercio di kabarkan akan gulung tikar, pagi itu juga Tomi mempengaruhi rekan bisnisnya, Abercio bukan lah pembisnis otoritas sejati, Tomi salah satu orang yang berpengaruh tinggi di dalam dunia bisnis. Dengan mudah Tomi menghancurkan reputasi Abercio dengan mudah.


Dari segi bisnis Tomi lebih mahir di banding dengan Abercio yang baru anak kemarin sore.


"Tuan semua investor menarik saham nya" sekertaris melaporkan ini.


"Apa! ini tidak mungkin, produk kita semua brand produk paling banyak di minati oleh orang itu tidak mungkin."


"Tapi semua nya begitu tuan."


"Komputer kantor semua Eror tuan"


Aaaahk! teriak Abercio menyapu semua yang ada di atas meja.


'Rehan!. Panggil Abercio teriak.


Tok... Tok...Tok.


"Masuk."


"Kenapa kau yang datang?"


"Itu tuan gadis yang tuan tahan pingsan tidak sadarkan diri."


Abercio terlihat bingung, sementara di luar sana orang suruhan Tomi berpencar bahkan restoran pun di kepung oleh beberapa anggota kepolisian dan bodyguard utusan Tomi.


Brengsek!. Sungut Abercio menjambak rambutnya penuh dengan amarah tapi tidak bisa berbuat apa-apa, selain bernegosiasi dengan Tomi Wiratama.


"Bos kita harus bagaimana di depan kantor banyak orang mencari Tuan."


"Bila perlu kau buang saja gadis itu"


"Itu tidak mungkin restoran sudah di kepung, mereka hanya menunggu ijin pemilik restoran saja."

__ADS_1


Abercio bahkan untuk berfikir saja tidak bisa."Siap kan pesawat pribadi."perintah Abercio pada orang suruhannya.


"Baik Tuan."


Pihak kepolisan pun mendapat ijin untuk masuk setelah beberapa jam menunggu, saat di ijinkan masuk semua tempat di geledah hanya gudang bawah tanah yang tersisa. Tak ada satu pun yang tahu kecuali pemilik restoran, ruangan itu terlalu banyak rahasia di dalamnya.


Bugh!


Polisi memberikan Bogeman yang menjurus pada perut si pemilik restoran.


"Dimana kau sembunyikan gadis itu?"


Bugh!


Kali ini tonjokan mendarat sempurna tepat hidungnya hingga mengeluarkan darah.


Jika saya bersuara saya bisa mati di tangan Abercio, jika saya terus diam saya bisa habis menjadi samsak mereka.


Lama-lama si pemilik restoran tidak tahan dengan pukulan yang bergantian."Di ruang bawah tanah saya hanya di perintahkan oleh tuan Abercio."


Di bawah kaki polisi itulah ruang bawah tanah, Rendra langsung memasuki ruangan itu, Sontak melihat Tania sudah terkapar di lantai.


Tania...!!!. Teriak Rendra sejadi-jadinya. Memeluk tubuhnya dengan wajah Tania yang sudah pucat.


"Pak Rendra capat bawa Nona Tania ke rumah sakit urusan disini biar kami."Ucap pak polis


Rendra memapah tubuh Tania keluar dari ruang bawah tanah. Tanpa sadar Rendra menangis sesenggukan.


"Maafkan aku Tania, kalau saja tidak terlambat datang mungkin aku bisa melindungi mu."


"Tenang Rendra, serahkan semuanya pada polisi, soal Abercio semua penerbangan di blok out.


Tania bertahan lah.


Pengemudi handal yang sudah terlatih dalam sekejap tiba di rumah sakit. Di sambut oleh beberapa suster yang sudah di hubungi oleh sang pemilik rumah sakit.


Tania pun langsung di bawah ke ruangan IGD untuk di tangani oleh dokter.


Bagaimana Dok?. Tanya Suster melihat dokter mengerutkan keningnya.


Dokter menggelengkan kepalanya tertunduk.


"Sus tolong siapkan semua alat, saya akan menemui tuan Tomi bicara langsung."


"Baik Dok"


Dokter pun keluar dari ruang IGD di sambut oleh Rendra dan tuan Tomi.


"Bagaimana istri saya dok?"


"Tuan besar Tomi dan tuan muda Rendra bisa ikut saya ke ruang kerja saya? ada yang ingin saya bicarakan mengenai Non Tania."


"Baik Dok" ucap Rendra.


Rendra dan Tomi pun mengekor dokter ke ruangan kerjanya.


"Silahkan duduk tuan."


Setelah duduk berhadapan dengan dokter, Rendra yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan tentang Tania.


"Apa yang terjadi dok dengan istri saya?"


Dokter menarik nafasnya sebelum mengatakan semuanya.


"Istri Rendra terkena kanker otak stadium awal, sehingga kekuatan fisiknya tidak sekuat pada umumnya."


"Apa! tidak mungkin dok Tania baik-baik saja!"


"Tolong sembuh kan menantu saya Dok " saut Tomi.


"Pasti saya kan memberikan yang terbaik, kanker otak adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan total. Meski pengobatan berhasil, sel kanker masih mungkin kembali pada masa berikutnya. Namun, penderita kanker otak dapat bertahan hidup hingga bertahun-tahun, tergantung pada kondisi masing-masing pasien dan bila ditangani sejak awal."Tutur dokter spesialis yang akan menangani Tania.


"Tolong dok beberapa pun biayanya saya akan memberikan asal istri saya bisa sembuh."


"Baik Dok berikan penanganan yang terbaik."Kaya Tomi.


"Kalau dokter tidak bisa memberikan yang terbaik saya akan bawa istri saya ke luar negeri, untuk mendapatkan perawatan yang terbaik."


"Sabar Rendra, kita kasih kesempatan dokter untuk menangani Tania, kita lihat perkembangan Tania setelah beberapa bulan mendatang."


Saat itu juga Tania di pindahkan ke ruangan VIP. dan Rendra tak sedikit pun meninggalkan Tania. Ia terus menggenggam tangannya.


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2