Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Rencana di mulai


__ADS_3

Mendung sangat gelap, rintik hujan mulai mengguyur kota Jakarta, setibanya di bandara Rendra segera menggendong Andhra yang masih tertidur lelap.


Sesekali Rendra menatap wajah tampan putranya, ia tidur dengan wajah polosnya Wajah bocah yang tidak berdosa.


Papi janji papi akan rawat kamu dengan baik, sebisa mungkin papi akan curahkan semua kasih sayang papi sama kamu. Gumam Rendra sembari memayungi kepalanya dengan tangannya.


"Rendra cepat masuk, kasihan Andhra kehujanan."kata Tomi.


"Iya dad." jawab Rendra lari kecil menggendong Andhra.


Mobil pun melesat jauh dari bandara, mata Rendra pun sangat lelah, setelah satu harian tidak tidur.


Rendra menyandarkan kepalanya di sofa mobil, tidak butuh lama Rendra tertidur dengan nyenyak.


Di tempat lain.


****


Tania mengubah seluruh wajahnya di negara Korea dokter mulai mengubah wajahnya.


"Non apa kau yakin?, tidak akan menyesal untuk mengubah wajah mu?." tanya dokter sebelum mulai operasi wajahnya.


"Tidak Dok, aku ingin meninggalkan masalalu ku."Tutur Tania.


"Tapi bagaimana dengan anak mu, apa kah dia kan mengenali mu?."


"Anakku pasti aman bersama papanya, saya akan melanjutkan studi S2 di negar lain." Ungkap Tania.


Keputusan Tania akan menjadi bisnisman sepertinya sudah mantap. Ia akan datang saat kehancuran perusahaan Abercio Sanjaya.


'Abercio Sanjaya. Kau harus benar-benar hancur di tanganku.' Ancaman Tania untuk Abercio Sanjaya.


Tania pun seperti hilang tertelan bumi. Wajahnya yang semakin cantik bahkan tidak akan ada yang mengenalinya sekalipun itu Rendra.


Tiga tahun sudah Tania menghilang tanpa kabar, sementara Rendra fokus dengan perusahaan dan putranya yang akan masuk. Sekolah Menengah Pertama, Andhra tumbuh menjadi anak yang tampan dan dingin.


Brak!


Abercio Sanjaya menggebrak meja kerjanya dengan tangan kekarnya.


"Siapa yang berani macam-macam dengan perusahaan ku!?." Abercio Sanjaya murka akibat perusahaannya mengalami penurunan sebesar.


"Saya mendapat kabar, kalau ada perusahaan baru yang menawarkan dengan harga murah jauh dari rata-rata Tuan." Orang kepercayaan Abercio Sanjaya menjelaskan sedetail mungkin.


Kemudian salah satu pegawai nya menyodorkan sebuah Laptop pada Abercio.


SERENA, bisnisman terhebat di urutan nomor sekian di seluruh dunia.


"Siapa dia?." tanya Abercio penasaran.


Sesekali Abercio Sanjaya melirik gambar yang tertera di layar Leptop pegawainya.

__ADS_1


Cantik seksi, jenius, gadis seperti dia yang pantas menjadi pasangan ku. Hah..Hah..Ha. Abercio tersenyum tipis.


"Kalian atur waktu pertemuan dengannya." perintah Abercio Sanjaya pada pegawai nya.


"Baik tuan, saya akan menemui asisten pribadi nya untuk mengatur jadwal pertemuan tuan dengan nya."


"Bagus, sekarang kalian boleh pergi." Titah Abercio pada pegawainya.


Abercio menyunggingkan senyumnya, Ia tidak sabar menunggu hari pertemuan dengan Serena bisa di bilang Tania.


Sorot matahari begitu terik gadis cantik melangkah dengan lenggak-lenggok menyelusuri ruangan kerja pegawai.


Sorot mata tajam Tania menatap salah satu pegawai wanita, yang begitu cantik meskipun tanpa polesan make up dia juga memiliki tubuh menjulang tinggi tubuh bak model. Perlahan Tania mendekati gadis yang sedang duduk fokus dengan komputer.


"Siapa nama kamu." Tania mengejutkan Marissa.


"Marissa buk. " jawab Marissa gugup lalu bergegas berdiri memberikan hormat pada bos nya.


"Kamu ikut ke ruangan kerja saya."Pinta Tania pada Marissa.


"Baik Bu." Marissa merapihkan berkas-berkas yang berserakan di meja.


Marissa begitu cemas entah apa kesalahan yang sudah dia buat, karena bos nya itu jarang sekali komunikasi dengan pegawai lainnya terkecuali dengan asistennya atau sekertaris nya.


Wanita beranak satu itu bukan hanya mengubah seluruh wajahnya tapi juga ia mengubah gaya hidup nya, Tania kini menjadi wanita yang sedikit angkuh dan jutek, itu semua agar tidak terbongkar penyamarannya.


"Silahkan duduk." Ucap Tania tangannya mengarahkan ke kursi yang ada di hadapannya.


Marissa duduk dengan sopan memangku tangannya, sedikit gusar karena saat ini Marissa sedang mengingat-ingat apa kesalahan yang sudah ia buat sehingga bos nya itu memanggil ke ruangan kerjanya.


"Saya, Bu apa kah saya ada salah?."Tanya Marissa dengan tubuh bergetar bahkan menatap wajah cantik Tania saja tidak mampu. Yang ada dipikirannya sekarang bagaimana jika ia dipecat siapa yang akan membiayai pengobatan mamanya yang terbaring di rumah tanpa perawatan dari dokter hanya mampu membeli obat warung itu sudah lebih dari cukup bagi Marissa.


"Tatap saya Marissa."


Marissa mendongak menatap wajah bos itu sungguh Cantik luar biasa, baru pertama kali Marissa memandang wajah Tania dengan dekat.


"Kamu cantik, saya akan memberikan tugas untuk kamu, jika kamu mampu saya akan naikan gaji kamu 2 x lipat gaji kamu sekarang."


Sontak Dong Marissa dengan gaji yang begitu besar apa yang akan ia kerjakan.


"Tapi Bu, apa yang harus saya kerjakan?." tanya lagi Marissa penasaran.


Tania tersenyum sumringah rencana nya akan di mulai setalah bertahun-tahun menyusun rencana untuk menguji kesetiaan Rendra.


"Besok akan ada Meeting dengan perusahaan Wiratama group, saya mau kamu ikut bersama ku, ubah sikap kamu sedikit genit untuk menggoda CEO Wiratama group."Tania memberlakukan detail yang dia mau.


"Tapi Bu, saya tidak bisa."Marissa menolak permintaan Tania.


Tania berpikir ulang bagiamana caranya agar Marissa menuruti perintah nya. Dengan terpaksa tanya memberikan sedikit ancaman untuk Marissa.


"Baik kalau kamu tidak terima tawaran ku, kamu siapa-siapa untuk resign dari perusahaan saya." ucap Tania tegas

__ADS_1


Marissa terdiam berpikir kalau ia resign, untuk mencari pekerjaan lain itu tidak mudah apa lagi hanya lulusan SMA. batin Marissa berkecamuk dengan pilihan yang sulit.


"Jawab!, saya tidak bisa menunggu lama."


"Baik Bu." dengan cepat Marissa menjawab pertanyaan Tania meskipun demikian Marissa masih bingung apa yang di maksud bos nya itu.


Huf! Tania menghembuskan nafasnya ke langit-langit saat ini Tuhan masih berpihak pada tania, dengan mudah Marissa menyetujui permintaan Tania.


Marissa Staf kantor yang baru dua bulan ia bekerja wajahnya yang polos berparas cantik dan anggun Tania memanfaatkan kepolosan Marissa untuk ia jadikan umpan untuk menggoda Rendra.


"Sekarang kamu kembali kerja. Tunggu perintah saya selanjutnya."


"Baik Bu, saya permisi kembali kerja."


Tania menganggukkan kepalanya menyematkan senyuman manisnya. Marissa pun melenggang keluar dari ruangan kerja bos nya, seseorang menghampiri Marissa yang baru saja keluar dari ruangan CEO.


"Hai Marissa apa kau dimarahi oleh Bu Serena?."


Marissa menggelengkan kepalanya, ngleos pergi, sesama staf pun mulai bergosip, mereka tahu bagaimana Tegas nya Tania pada pegawainya.


"Bubar-bubar kembali bekerja bukan bergosip, kalau tidak ingin saya kenakan SP."Ucap sekertaris Tania.


Setelah mendapat teguran mereka membuyar ke tempat masing-masing. Linda mendengus kesel melihat staf bergosip. Padahal ia sendiri penasaran apa yang terjadi di dalam sana.


Tidak mungkin tidak ada masalah saya tahu persis Bu Serena tidak mungkin berbaur dengan pegawai rendahan macam Marissa kalau tidak ada masalah dalam pekerjaannya.


Tok Tok Tok.


Masuk.


Linda mendorong pintu nampak Tania sibuk dengan komputer nya.


"Permisi Bu, CEO Semen Sanjaya group ingin bertemu dengan Bu Serena apa saya bisa atur jadwal pertemuannya?."


Semen Sanjaya group. bukan kah itu perusahaan Abercio Sanjaya. Gumam dalam hati Tania.


"Untuk waktu dekat ini saya tidak bisa."jawab Tania sambil jarinya di atas keyboard tanpa menoleh sekertaris nya.


"Tapi Bu, orang suruhannya berpesan kalau ini pertemuan yang sangat penting."


"Katakan saya sibuk." Tutur Tania.


Sebenarnya Tania tidak terlalu sibuk tapi ingin buat Abercio Sanjaya merasa kesal dan datang dengan sendirinya. Dengan begitu Tania dengan mudah mempermalukan Abercio Sanjaya yang sombong!.


"Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan silahkan keluar dari ruangan saya."


"Baik Bu, nanti akan saya sampaikan kalau saat ini ibu belum bisa di temui."


"Atur saja sebaiknya kamu."


Linda yang sangat mengagumi ketampanan Abercio Sanjaya ia merasa kesal karena Tania tidak bisa menemui nya. Langkah berat Linda keluar dari ruangan mulut komat-kamit gerutu.

__ADS_1


...----------------...


Terimakasih yang masih setia di karya kecil ku


__ADS_2