
"Cari tahu siapa dalang dari semua ini." Rendra begitu geram dengan kabar yang beredar sekarang ini.
"Baik, pak saya akan cari sampai tuntas." ucap orang suruhan Rendra.
Tomi yang berada di negara lain membaca kabar itu Ia mengretak kan rahangnya, bagaimana tidak ini semua menyangkut nama perusahaan dan Tania, bagaimana kalau Tania mengetahui tentang kabar ini, bagaimana dengan Andhra. Batin Tomi.
Tomi menghubungi Romi, Ia akan menanyakan kabar sebenarnya.
[Romi bagaimana disana apa baik-baik saja?.] tanya Tomi pada orang kepercayaan Rendra.Romi.
Tuan Tomi pasti sudah mendengarnya kabar dari media, aku harus jawab. Gumam Romi.
[Begini tuan, kabar itu tidak benar, semua itu ulah musuh bisnis yang tidak suka dengan Rendra.] Jawab Romi.
Disana Tomi menggut-manggut kepalanya.
[Segera selesaikan.] Ucap Tomi tegas.
Klik.
Romi yang sudah pusing karena masalah ini, tapi Romi juga tidak akan tinggal diam.
Sementara Rendra ponsel nya tidak bisa menghubungi oleh siapa pun, Tomi tidak bisa mencari keterangan, Rendra dengan sengaja mematikan semua ponselnya. bagitu juga Tania yang tidak ingin mendengar kabar apapun.
"Pih bagaimana dengan kabar itu semua tidak benar kan papi tidak benar-benar berselingkuh kan?." Anak sekecil Andhra ia sudah mengerti masalah orang tuanya.
"Tidak usah kamu pikirkan, kamu belajar saja yang rajin soal masalah biar papi yang akan urus semuanya." Rendra memberikan sedikit ketenangan untuk putra nya.
'Apa kah begitu rumit menjadi orang dewasa. gerutu Andhra ngleos pergi.
Tania tersenyum mendengar anak nya protes pada ayah nya.
Tania mengambil bahan masakan untuk masak seadaanya.
Rendra memeluk tubuh Tania dari belakang, aroma tubuh Tania sangat harum, membuat Rendra selalu ingin bersama nya, tapi dengan gengsinya yang tinggi ia tidak ingin Tania tahu masalah hatinya.
"Rendra dengan begini kau membuatku sulit bergerak." keluh Tania.
"Biarkan aku memeluk sebentar." Tangan Rendra mengunci tubuh Tania dengan tangannya.
Rendra membalik tubuh Tania menghadap wajahnya.
Menatap mata Rendra seperti menyimpan kesedihan, Tania membiarkan Rendra mencium bibir dengan lembut.
"Terimakasih kamu sudah bertahan untuk mendampingiku." Ucap Rendra mengecup kening gadis cantik itu.
"Mas..., masalah seberat apa pun kita yakin bisa hadapi bersama." Tania menangkup wajah Rendra dengan kedua tangannya.
Rendra menenggelamkan wajahnya di bahu Tania, kesedihan menghampiri dirinya rapuh sehingga mengharapkan pelukan dari sang istri.
Tania memeluk tubuhnya dengan erat, seakan merasakan apa yang dirasakan suaminya.
__ADS_1
Rendra terdiam dalam pelukannya, Ia merasakan sakit hati yang di alami Tania, tentunya kabar itu telah menyakiti hatinya. Sementara foto itu hanya bagian masalalu nya dengan Wanita itu. Jesika.
"Aku percaya kamu tidak akan pernah menyentuh nya lagi dengan tangan mu yang pernah terluka." Lirih Tania.
"Kamu yakin aku tidak melakukan?."tanya Rendra memastikan apakah benar apa yang di katakan nya.
Tania mengangguk dengan cepat, tanda ia yakin suaminya tidak akan melakukannya.
"Aku tahu kau sangat kecewa, tapi aku berani bersumpah itu foto masa lalu ku bersama nya saat aku dan Jesika berada di Jerman."Rendra membernarkan ucapannya.
"Sudah aku percaya, sekarang kita makan ya, biarkan masalah itu hilang dengan sendirinya."Ucap Tania.
Tiga hari kemudian Tania menghadiri Meeting di sebuah hotel terletak di Jakarta. Hari itu Tania di minta datang sendiri tanpa sekertaris yang mendampingi.
JEBAKAN Abercio Sanjaya.
Tap
Tap
Tap
suara sepatu menginjak keramik marmer terdengar nyaring.
Dua orang pria itu bergegas menyambut kedatangan Tania. Wajah cantik dengan rambut terurai menjadi sorotan yang melihatnya.
Kecantikan Tania memang tidak di ragukan lagi selain cantik Tania juga memiliki otak yang jenius.
Tania menyambut uluran tangannya, tanpa ragu siapa sebentar dua pira ini. Tatapan mata yang tajam senyaman nakal itu di lontarkan kepada Tania.
Rasanya jijik kepadanya tapi rasa profesional dalam bekerja tania tak menganggap serius.
"Silahkan duduk, Bu." pintanya pria itu pada Tania.
"Pelayan" Satu pria lagi panggil pelayan.
"Ada yang bisa saya bantu pak?." katanya si pelayan.
"Bawakan anggur dan makanan yang terenak di Restoran ini."Kata pria itu.
"Baik pak, saya akan segera kembali membawa pesanan bapak."
Deg!
Jantung Tania berdebar kencang prasarana tidak menentu, tiba-tiba saja pikiran menjurus pikiran buruk pada dua pria di depannya.
Dari belakang seseorang menyibak rambut Tania lalu mengecup leher jenjang nya.
Tania menggelinjang menoleh kearah ternyata Rendra, Rendra tertawa kecil melihat Tania terkejut.
Dua orang pria itu terhentak melihat kedatangan Rendra.
__ADS_1
"Mas.., ngapain disini?." tanya Tania penasaran sebab Tania sendiri tidak mengabari kalau ada Meeting di hotel xx tersebut.
Bahkan Tania sendiri tidak tahu kalau hotel yang Ia sekarang kunjungi milik keluarga Wiratama, rupanya si pelayan menaruh rasa curiga pada dua pria yang bersama Tania. Kemudian pelayan menghubungi Rendra, agar niat buruk pria itu di gagalkan oleh Rendra.
"Ikut aku sekarang." Rendra menarik tangan Tania.
"Bu, Tania meeting kita gimana?." kata pria tersebut.
"Tidak ada meeting, kalian silahkan cari perusahaan lain." Rendra menjawab.
Pria mengepalkan tangannya geram karena kedatangan Rendra, misi nya gagal pastinya Abercio Sanjaya sangat lah marah, niatnya yang akan membuat Tania mabuk dan menjebaknya di sebuah hotel gagal, Rendra telah merusak rencananya.
Brengsek!.
"Bagaimana ini pak?, Abercio Sanjaya pasti sangat marah." katanya
Rendra membawa Tania pergi jauh dari tempat itu.
"Lain kali kalau ada meeting sebaiknya tidak sediri, jangan seperti ini lagi."
"Mas.., aku pun tidak mengerti apa yang kamu katakan, aku hanya memenuhi undangan yang akan mengajak bergabung dengan perusahaan kita."Protes Tania
Kamu terlalu polos Tania, sehingga kamu tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak.
"Mas jawab dong." cecar Tania.
"Ini dunia bisnis Tania, kamu baru anak kemarin sore yang baru terjun dalam bidang bisnis dan mereka rata-rata menginginkan dirimu bukan semata-mata karena perusahaan, simak kata-kata ku, kalau kamu cerdas pasti paham."
Di tempat lain, Abercio Sanjaya merasakan kecewa pegawai nya yang dia anggap bodoh!, bekerja tidak becus.
"Bodoh!, kalian ngadapin wanita satu saja tidak becus." Bentak Abercio.
"Maaf tuan, pak Rendra tiba-tiba saja datang dan menghancurkan semuanya." Ucap si pegawai membeli diri.
"Cari perempuan itu sampai ketemu kalian bodoh! semuanya."
Plak!
Masing-masing pegawai mendapat tamparan dari Abercio.
Rendra Wiratama. Kau selalu saja menghalangi ku untuk mendapatkan apa yang aku mau, dulu merebut Jesika dan sekarang kau berani-beraninya merusak rencana ku.
Abercio Sanjaya membelalakkan matanya saat tahu siapa Rendra sebenernya Rendra orang berpengaruh di negeri nya, dan dia juga suami wanita yang akan di hancurkan perusahaan, dengan dia meniduri gadis cantik itu dan menyebarkan kabar di media tentunya perusahaan yang baru saja didirikan itu akan hancur dalam sekejap.
Dengan nafas yang masih terengah menahan amarahnya keluar dari kantor Tania.
Rendra menelpon orang suruhannya untuk memantau Tania, tanpa di ketahui oleh Tania, sebab kalau sampai Tania tahu dia tentunya menolak dan menganggap Rendra terlalu berlebihan. Tapi Tania sendiri tidak menyadari hal itu, kalau sekarang dia isteri dari pria yang memiliki banyak musuh, pesaing bisnisnya.
...----------------...
Sampai Disni dulu ya guys. Like komen nya jangan lupa terimakasih.
__ADS_1