
Ternyata selama ini gue mimpi. Astaga!, dia isteri sahabat gue. Come on, Lexsi jangan ngaco dia bukan gadis yang selama ini lu, tunggu. Batin Lexsi.
"Lex, kenalkan Tania istri gue, dan ini anak gue.., Andhra Wiratama."
"Halo Om, aku Andhra.." Ucap Andhra mengulurkan tangannya.
Lexsi diam mematung, Ia masih belum percaya kalau wanita yang memiliki paras ayu yang ada di hadapannya itu adalah istri dari sahabatnya.
"Lex." Panggil Rendra menyentuh pundaknya.
"Hai, Boy sorry Om jadi bengong melihat ketampanan mu." Lexsi pun mencari alasan agar tidak di ketahui oleh Rendra kalau Lexsi diam-diam memperhatikan Tania.
Benar-benar sempurna. gerutu Lexsi.
"Kenapa Lex?." tanya Rendra mendengar gerutunya.
"Putra mu benar-benar sempurna, dia tampan sekali, wajahnya mewarisi wajah mu Rendra.
"Oh." Ucap Rendra membulat seperti lingkaran O.
Sial! kalau gue terus disini gue bakal ketangkap basah oleh Rendra kalau gue diam-diam menyukai istrinya.
"Rendra, gue cabut dulu ya, masih ada urusan yang harus gue selesai kan." Ujar Lexsi.
"Tidak makan malam dulu?." kata Rendra.
"Tidak usah, lain kali saja gue datang lagi atau kita cari tempat yang nyaman untuk makan malam." Sambung Lexsi.
"Oke lah, gue hantar sampai depan." kata Rendra.
Di anggukan oleh Lexsi, Tania juga ikut menghantar Lexsi sampai halaman rumahnya, setelah itu Rendra dan Tania kembali masuk kedalam.
"Mas.., dia itu sahabat kamu?, sepertinya saat aku berada di supermarket dia yang menabrak belanjaan ku, tapi aku tidak tahu kalau di sahabat kamu Mas." Ungkap Tania.
"Kamu bertemu sama dia sayang?." tanya Rendra.
Apa mungkin yang di maksud Lexsi itu Tania, sedikit curiga tapi ya sudahlah mungkin bisa saja gadis lain. Batin Rendra.
"Boy kamu masuk ke kamar, sudah malam Papi tidak ingin kamu terus main komputer, budget sekarang belajar setelah belajar tidur, Papi tidak ingin mendengar alasan apa pun, Oke."
"Oke. Good night Papi Mommy."
"Good night, Boy."
"God night sayang." Tania menyelimuti tubuhnya.
Semakin malam semakin Rendra tidak biasa memejamkan matanya, ia terus memikirkan kata-kata Tania tadi. Rendra keluar dari kamar melangkah pergi menuju kolam renang, duduk di kursi malas tepi kolam renang di temani segelas kopi.
"Tuan muda, ini Kopi nya, kenapa tuan muda disini?, apa tidak istirahat saja sudah malam tuan." Kata Bibi.
"Saya lagi tidak bisa tidur Bi, terimakasih Bi kopi nya." Ucap Rendra.
"Sama-sama Tuan, bibi permisi ke dalam dulu tuan."
"Iya bi." jawab Rendra.
satu gelas kopi tak mampu mampu membuat Rendra tidur, hingga menjelang pagi Rendra masih berada di kursi malas tepi kolam renang. Rasanya tidak sanggup untuk melihat wajah Tania, bagaimana kalau Lexsi benar-benar mencintai Tania, Rendra tahu persis bagaimana Lexsi jika sudah mencintai gadis dengan cara apapun dia pasti lakukan untuk mendapatkan nya, So Lexsi pria yang sudah tidak di ragukan lagi jikalau sudah menaklukkan hati wanita.
Tanya mengerjepkan matanya membuka mata tak ada sosok Rendra di sampingnya.
Mas Rendra kemana, tumben sudah bangun, tapi di kamar mandi tak ada suara orang mandi, lalu kemana Mas Rendra.
Tap...Tap...Tap.
__ADS_1
Tania menuruni tangga, mencari sosok suaminya.
"Mbok lihat Mas Rendra?." tanya Tania pada Mbok.
"Mbok belum lihat den Rendra. Non." Jawab Mbok sambil masak untuk sarapan pagi.
"Nyonya muda, cari tuan muda?." Saut Bibi.
"Iya.., Bibi lihat Mas Rendra?."
"Tadi malam, tuan muda minta bibi buat kopi, lalu duduk di kursi tepi kolam renang, sepertinya sedang ada masalah nyonya muda." Ungkap Bibi.
"Masalah?, aku kok tidak tahu ya Bi,"
Tania pun melangkah pergi menuju kolam renang. Melihat Rendra tertidur di kursi.
Mas Rendra, kenapa tidur disini. Tania mendekati Rendra.
"Mas..., Mas.., Rendra." Tania membangun kan tidurnya.
Rendra mengucek matanya."Hem..., aku tiduran."
"Kenapa mas Rendra, tidur disini?."
"Iya aku ketiduran, tadi malam tidak bisa tidur." jawab Rendra singkat.
Rendra pun pergi meninggalkan Tania yang masih duduk berdiam diri. "Mas..., Mau kemana?."
"Mandi." jawab Rendra sekedarnya.
Mas Rendra kenapa sih?, kok sepertinya hari beda apa aku ada salah?. gerutu Tania.
Kemudian Tania mengikuti langkah Rendra, masuk kedalam kamar, tapi Rendra sudah berada di kamar mandi. Tania duduk di tepi ranjang menggenggam tangannya. Tidak lama Rendra keluar dari kamar mandi.
"Tidak ada." Rendra pun menjawab singkat.
Setelah pakaian dan mengenakan dasi dan jas Rendra keluar dari kamar, di ikuti Tania."Kamu mau sarapan apa Mas?."
"Sarapan di kantor saja, aku buru-buru ada Meeting nanti."
"Kunci mobil Fortuner mana?." Rendra menyadong tangannya.
"Biasanya pakai mobil satunya?."
"Mana bawel." ucapan Rendra pun mengejutkan Tania.
"Nanti aku ambil dulu."
Maafkan aku sayang, apa aku sudah keterlaluan, mungkin aku terlalu cemburu aku takutkan ini terjadi pada tahun yang pernah aku alami, Jesika pun pernah tidur dengannya, aku tahu persis Lexsi seperti apa.
Mas Rendra ada apa si?, sepertinya sedang marah, tapi apa salah ku.
Tania kembali lalu memberikan kunci mobil yang di minta suaminya, Rendra. Setelah Rendra pergi Tania tak sadar menitikkan air mata, mengalir begitu saja.
Selanjutnya Tania menghapus air mata mengalir di pipinya, make-up pun tidak bisa semua berantakan.
Bibi berkata kepada Tania, kalau mengalahkan wanita yang ingin menganggu rumah tangga nya satu-satunya cara Tania harus berhias sebisa mungkin lebih cantik dari wanita manapun.
Maka dari itu Tania mencoba mengikuti saran bibi, di tambah nonton film Drakor suaminya berselingkuh dengan wanita yang usianya lebih muda.
Aku tidak akan membiarkan wanita mana pun menggoda suamiku. Ternyata Penampilan Tania membuat Rendra semakin curiga kalau Tania ada main dengan sahabatnya itu. Tania dengan santai datang ke kantor suaminya, pakaian gres sepatu kets menyelempangkan tas di bahunya.
"Selamat siang Bu Tania." sapa Diana Staf kantor.
__ADS_1
"Siang bapak ada Diana?." tanya Tania pada Diana.
"Ada Bu, langsung saja masuk." kata Diana.
Tania pun masuk tanpa mengetuk pintu ruangan kerja suaminya. Nampak Rendra sedang memijat pelipisnya.
"Mas...," Sapa Tania memberitahu senyuman manis pada Rendra.
Rendra mengerutkan keningnya, melihat penampilan Tania yang terlihat ada seksi menurut Rendra. Saat Tania akan mencium pipinya seketika Rendra memalingkan wajahnya.
"Mas kamu kenapa?." sontak Tania kenapa Rendra harus seperti itu.
"Penampilan mu persis seperti pelacur!." Pekik Rendra sadar akan semua perkataan yang tak pantas di ucapkan oleh Tania sebagai istri yang datang ingin menemui suaminya make-up secantik mungkin, bukan mendapat pujian tapi hinaan yang Ia terima.
"Kamu bilang Mas..?, tolong katakan sekali lagi?."
Saat itu Tania hancur selama pernikahan nya dengan Rendra baru pertama kali Rendra bicara sekasar ini. Mata pun berkaca-kaca saat Rendra melontarkan kata-kata yang diucapkan menusuk hatinya, pasalnya Tania sendiri tidak tahu apa kesalahannya.
"Tania maafkan aku."
Tania lari sambil menangis. Keluar dari ruangannya kerja suaminya.
Astaga, aku kenapa, harusnya tidak seperti ini. Rendra meraih kunci mobil mengejar Tania.
Apa aku serendah itu kamu Menilai ku Mas...!, Aaaahk!!!!.
Tania pergi ke suatu tempat tidak ada tahu Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi perkiraan kacau, apa pun yang terjadi di semua itu Tania tidak perduli akan keselamatan nya.
Rendra mencari Tania ke semua tempat yang pernah Ia datangi, tapi hasilnya nihil, tidak menemukan Tania. terakhir mengirim pesan singkat kalau Tania minta menjaga anak nya dengan baik.
Tania sayang.., kamu dimana?. semua temen-temen Tania tidak ada yang tahu keberadaan Tania.
Plak!.
"Cari Tania sampai dapat, kalau tidak Dady akan hapus dari ahli waris, kamu tahu orang tua Tania sudah menitipkan Tania sama kita agar menjaga nya dengan baik." bentak Tomi.
"Maafkan aku Dad aku terlalu kasar sama dia."
"Kalau kamu tidak menginginkan Tania, Dady akan kembalikan dia ke orang tuanya."
"Dad aku sayang sama dia, aku hanya terbawa emosi."
"Dady tidak ingin dengar alasan apa pun, sekarang kamu cari dia sampai dapat."
Berhari-hari Rendra tidak pulang mencari Tania, bahkan semua orang suruhan Tomi pun ikut mencari keberadaan Tania. Di sisi lain Andhra terus menanyakan Mommy nya.
Rendra mendatangi Apartemen Lexsi mengira bahwa Tania ada di Apartemen Lexsi.
Brog...Brog.. Rendra menggedor pintunya Lexsi.
Lexsi pun Keluar membuka pintu. Saat pintu terbuka Rendra mendorong tubuh Lexsi, dan hampir jatuh.
"Mana isteri gue!?"
"Maksud lu apa sih!, gue benar-benar tidak mengerti."
"Tidak usah pura-pura tidak tahu, brengsek!." Bug! Rendra menonjok wajah Lexsi.
"Sumpah gue! tidak tahu apa-apa tentang istri lu." kata Lexsi
Tania kabur. Gumam Lexsi.
Rendra tersungkur Lexsi sengaja membalas tonjokan Rendra. Kalau pun sekarang aku harus jelaskan aku rasa percuma Rendra masih dalam keadaan emosi.
__ADS_1