Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 74


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Tania datang mengunjungi putranya. Gadis itu menghela nafasnya sebelum melangkah kan kaki memasuki kediaman Rendra. Ia berusaha menenangkan dirinya yang merasa sedikit gugup.


Hari ini hari weekend semuanya libur, berkumpul di rumah termasuk Tomi yang sedang mengunjungi anak cucu nya.


Tok...Tok..Tok.


"Bi...,"panggil Rendra.


"Saya tuan muda"


"Tolong lihat siapa yang datang..," titah Rendra pada bibi.


Cklek!.


"Non Serena..?"


"Iya Bi Andhra ada di rumah?"


"Ada Non, silahkan masuk.., bibi panggilkan dulu tuan kecil di ruang keluarga."


"Tidak usah BI, biar saya kesana saja."ujar Tania.


Tania menghampiri Andhra beserta Rendra dan juga Tomi yang berada di ruang keluarga.


Semua tertegun melihat kedatangan Tania, sementara Rendra membulat sempurna matanya. Rendra pikir mana bisa Tania berada di kediamannya sementara tadi malam ia menghabiskan waktunya bersamanya.


'Hai semua coba lihat aku bawa apa?" seru Tania menunjukkan sesuatu di tangannya.


"Hai Serena apa yang kau bawa kemari lah."Tomi berusaha mencarikan suasana.


Andhra menatap heran kenapa Opa nya begitu akrab dengan wanita yang berusaha mendekati papinya.


"Apa yang kau bawa?" tanya Andhra datar.


Tania membuka pizza kesukaan Andhra Itali restoran yang terkenal di Indonesia. Andhra menelan ludah, rasanya ingin sekali langsung menyambar pizza yang ada depannya, Andhra melirik papi nya, Sebab kemarin untuk di berikan peringatan tidak boleh lagi menerima apapun dari gadis yang ada di hadapannya.


Andhra menoleh. Ia menatap papi dengan seksama. Saat mendapat anggukan pelan dari Rendra, Andhra pun segera mencomot pizza yang sudah menggiurkan lidahnya.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Tania.


Dengan cepat Andhra mengangguk kepalanya.


"Tuh kan tebakan ku benar,"Ucap Tania menyombongkan diri.


"Bagaimana kau tahu kalau aku menyukai pizza, kau kan baru saja mengenal ku."


Tania bergeming. Ia berfikir sejenak untuk mencari jawaban untuk putranya.


"Apa yang harus aku katakan padanya, kalau aku sebenarnya ibu mu sudah pasti mengenal semua kesukaan mu."Batin Tania.


"Oh waktu itu papi mu pernah bilang kalau kau begitu menyukai pizza iya seperti itu lah."Ucap Tania gugup.


Sementara Rendra memicingkan matanya penuh dengan emosi, Tania sudah berani membohongi putranya.


Tania membalas tatapan Rendra, sedikit meledek Rendra.


"Andhra cepat habiskan pizza nya lalu ke kamar."perintah Rendra.


"Apa yang kalian ingin bahas? apa aku tidak boleh disini."protes Andhra.

__ADS_1


"Ini masalah orang dewasa sayang, kamu tidak perlu tahu jadi menurut lah."Kata Tania.


"Baiklah, aku akan ke kamar, "


Degh!


Jantung Tania berdegup cepat melihat Rendra menatap wajah dengan tajam.


"Dady akan membicarakan hal mengenai Tania. Andhra harus segera tahu siapa wanita yang dia anggap orang asing di rumah ini."Tutur Tomi.


"Tania takut Dad, Andhra tidak akan menerima aku, apa tidak sebaiknya biarlah waktu yang akan menjawab semuanya."


"Apa kau takut pria itu tidak menerima mu jika kau sudah memiliki 1 putra?" Rendra berusaha menebak-nebak.


Dengan cepat Tania menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak ada, apa yang kau takutkan?"sambung Rendra.


"Aku pun demikian, ingin sekali Andhra menerima ku, tapi apa Andhra akan menerima ku. Itu saja yang aku takuti." Lirih Tania.


"Itu urusan kamu, bagaimana caranya agar Andhra menerima kehadiran mu kembali di rumah ini."


"Tapi Mas...,"protes Tania.


"Sudah 'sudah kalian malah berantem, solusinya bukan berantem tapi pikirkan caranya bagaimana?, kalau sampai Andhra tau kalian bohongi dia, Andhra bakal marah besar paham kalian." Ucap Tomi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Bagaikan sebuah hubungan jarak pemisah antara anak dan ibu, begitu berat untuk mengungkap semuanya, berat karena takut akan sesuatu akan terjadi, putra semata wayangnya tidak menerima kehadirannya kerena kesalahan di masa lalu.


"Aku takut aku bingung, aku takut Andhra belum bisa memaafkan ku, aku bingung harus mulai dari mana mengatakan semuanya pada anak kita, Andhra pasti kecewa banget."Kata Tania.


"Kamu bilang ibunya kan? tentunya kamu bisa mengambil hati anak kita."Ujar Rendra.


Apa mungkin dengan Tania mendekati Andhra putra semata wayangnya dia akan tahu perasaan Andhra terhadap Tania ibu nya.


Gadis itu melangkah kan kaki nya menuju kamar putra nya. Tiba di depan pintu gadis itu menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan ke udara.


Tok..Tok..Tok.


"Andhra apa aku boleh masuk?." Saut Gadis itu dari balik pintu.


"Masuk lah." Jawab pria kecil yang berada di dalam kamar.


Tania memutar kenop pintu pun terbuka nampak pria kecil sedang memainkannya Gadget terbaru nya.


"Mau apa kau kesini?, apa kah papi tahu kau ke kamar ku?"tanya pria kecil itu tanpa menoleh kerena sedang fokus dengan gems yang dia mainkan.


Gadis itu yang notabene nya merupakan ibu dari pria kecil itu mendekati ranjang lalu duduk di sampingnya


"Aku sudah ijin sama Papi kamu, jadi tidak usah khawatir lagi kau akan kena marah papi mu."Tutur Tania meyakinkan.


"Hemm."hanya hemm yang keluar dari mulut pria kecil itu.


"Ada apa kau kemari?." tanya lagi Andhra.


"Aku hanya ingin mengajak mu keluar rumah."


Andhra memicingkan matanya berbinar-binar mendengar kata keluar rumah.


"Apa kau yakin?"

__ADS_1


"Tentu saja, tapi ada syaratnya." Ucap Tania coba bernegosiasi dengan putranya.


Andhra berpikir sejenak, negosiasi apa yang akan wanita itu tawarkan."Aku tidak suka bernegosiasi langsung saja, atau tidak sama sekali."jawab nya dingin.


Ternyata tidak mudah merayu dia persis papi nya keras kepala. gumam Tania.


"Baik lah kalau kau tidak berminat aku akan pergi, nikmati saja hari-hari mu di kamar."


Dua kaki melangkah pria kecil itu menghentikan langkahnya.


"Tunggu"


Hah.., rupanya dia mulai tertarik dengan tawaran ku.


"Baik lah aku akan ikuti permintaan mu katakan apa mau mu?"


Gadis itu membalikkan badannya kembali duduk di sampingnya."Ingat tapi jangan marah ya?"


"Hemm, cepat katakan lama sekali."


"Apa kau merindukan ibu mu?" tanya Tania.


Degh!.


Pria kecil itu terdiam. Ia sangat merindukan sosok ibu nya yang selama ini pergi meninggalkan nya, tapi Andhra tidak membencinya ibu nya pergi pasti ada alasannya, karena selama ini dia tahu orang tuanya kerap sekali bertengkar, mungkin itu alasan mengapa ibu nya pergi.


"Kau tahu dari mana tentang ibuku?" tanya Andhra penasaran.


"Jawab saja kau tidak usah tanya aku tahu dari mana."


"Kalau kau ingin menggantikan mommy jangan harap kau bisa menggantikan posisi mommy disini."Ucap Andhra ketus.


"Oh! tidak aku tidak akan menggantikan mommy mu disini, aku hanya ingin menyatukan kembali dengan kedua orang tuamu apa kau setuju?"


Tapi Andhra tidak percaya begitu saja. Kau ingin menipu ku?"


"Tidak apa aku terlihat seperti penipu?"


Andhra menggelengkan kepalanya pelan, namun terselip keraguan, pasalnya semua gadis yang datang hanya untuk mendapatkan papi nya, mana mungkin gadis itu akan menyatukan itu hal yang mustahil. batin nya.


"Punya jaminan apa kau?"


"Aku tidak punya jaminan apa pun, tapi yakinlah aku tidak akan membohongi mu."


Sepertinya pria kecil itu berpikir lagi atas tawaran yang di berikan gadis cantik yang sedang merangkul pundaknya.


"Singkirkan tangan mu, aku tidak suka kau seperti itu."Kata Andhra.


Ia teringat sang ibu saat sedang bicara selalu melingkarkan tangannya ke pundaknya.


"Hari ini kita makan siang di restoran Mercuri bagaimana?"


Kenapa wanita ini selalu saja membuat ku teringat pada mommy.


"Sudah lah lebih baik kau keluar dari kamar ku, aku tidak ingin berlama-lama dengan mu, kau membosankan sekali."Tepis Andhra yang tidak ingin rindu dengan mommy nya.


Sementara gadis cantik itu dengan sengaja memancing putranya agar mengingat ibu nya, walaupun itu tidak mudah buat Tania meluluhkan hatinya, putranya yang sedari dulu memang sulit untuk di rayu, selain menjadi pria kecil yang tumbuh menjadi anak yang mewarisi sifat papa nya. Andhra juga sifat yang tidak suka di bohongi. Bagaimana jika suatu saat Tania akan ketahuan kalau dia adalah ibunya apakah putra kecilnya akan menerima ibu nya atau akan semakin membencinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2