
Plak!
Satu tamparan mendarat mulus, di pipi Bastian Alfaro, tunangan Alice dan pria itu kepergok sedang bercumbu dengan keponakan Alice.
"Brengsek! Kau tega sekali selingkuh di belakang ku, dan kau wanita murahan! Kenapa kau tega pada ku, kau keponakan ku. Kenapa kalian tega!" Alice menampar berulang-ulang kali pipi Bastian.
"Sudah cukup Alice! Aku tidak mencintai mu dan kita putus, detik ini juga, aku mencintai Kisya, dia sedang hamil anak ku!" seru Bastian yang merangkul Kisya dengan sangat mesra.
Alice mendengar hal itu, langsung terdiam dan butiran-butiran bening mulai membasahi pipi mulusnya, ia tidak habis pikir mengapa orang yang di sayang tega mengkhianatinya.
"Kenapa kau melakukan ini Bastian? Aku mencintai mu," ucap lirih Alice yang mulai menangis.
"Kau bicara kenapa? Karena kau tidak mau bercinta dengan ku, sedangkan Kisya dengan suka rela memberikan mahkota berharga miliknya," ungkap Bastian yang merangkul Kisya dengan mesranya.
"Sudahlah, jangan mengemis cinta seperti itu! Bibi Alice, apa kau sudah tidak laku lagi? Sampai seperti ini?" tanya Kisya sembari tersenyum sinis menatap Alice.
"Kau wanita murahan, setelah semua yang aku berikan kepadamu, dan juga ibumu ini balasan mu?" tanya Alice yang mulai mendekati Kisya.
Bastian melihat Alice mendekati Kisya ia langsung menghalang Alice.
"Sudah cukup Alice! Ayo sayang kita pergi dari sini. Ingat Alice kita sudah putus!" seru Bastian berlalu pergi. Namun, sebelum ia masuk mobil langkahnya terhenti saat Alice berteriak.
"Pergilah Bastian, apa kau ingat mobil yang kau gunakan saat ini adalah mobil ku? Satu lagi, sekarang aku akan mengambil semua surat-surat di rumah mu!" teriak Alice.
Gadis itu berlalu pergi karena ingin segera sampai rumah Bastian untuk mengambil surat-surat mobilnya.
Bastian memikirkan rencana agar mobilnya akan tetap menjadi miliknya, hingga satu rencana berhasil membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
"Kenapa dengan mu sayang, kenapa sedari tadi kamu tersenyum?" tanya Kisya melihat Bastian tersenyum.
"Ini adalah rencana kita sayang, untuk mendapatkan mobil ini," jawab Bastian sambil membisikan rencananya kepada Kisya.
Kisya tersenyum bahagia mereka saling berpelukan dan Bastian menelfon seseorang.
📞Papa.
[Halo Pa, lagi di mana?]
[Di rumah, ini hari minggu. Ada apa Bas?]
[Tidak ada Pa, oh iya coba Papa mandi di kamar Bastian Pa, semalam Bastian membeli sabun yang sangat wangi.]
[Baiklah, papa mandi di kamar mu dulu ya,
[Baiklah Pa, Bastian tutup telfonnya.]
Tanpa rasa curiga Kenan bergegas pergi ke kamar Bastian untuk mandi.
__ADS_1
Pada saat itu juga Alice baru sampai, ia bergegas masuk ke dalam rumah terlihat pintu rumah Bastian terbuka lebar.
Alice bergegas masuk, entah mengapa hatinya sedikit gelisah terlihat rumah Bastian begitu sepi, tidak seperti biasanya ada parah pelayan berlalu lalang.
Ada apa ini? Kenapa rumah ini sangat sepi, ya. Batin Alice.
Alice langsung menuju kamar Bastian, dan ia langsung mencari surat-surat mobil miliknya. Saat ia tengah sibuk mencari surat mobilnya, mata gadis itu melihat Kenan, ke luar hanya melilitkan handuk di pinggang.
Kenan terkejut melihat keberadaan Alice di kamar putranya, sehingga ia langsung membetulkan handuk yang di kenakan.
"Aaahhh, maaf Om! Alice tidak tau kalau Om sedang mandi di sini," ucap Alice sambil berbalik badan.
Karena ia tidak berani memandang Kenan, dalam keadaan tidak memakai busana, walaupun pria itu mengenakan handuk.
"Oh, tidak apa Alice. Sedang apa kamu di sini?Bastian tidak ada di rumah," ucap Kenan dengan lembut.
Namun, belum sempat Alice menjawab, terdengar suara orang berteriak dari luar sangat keras, membuat gadis itu penasaran dan mereka langsung ke luar berdua.
Mata Alice dan Kenan saling menatap satu sama lainnya, saat melihat ramainya orang di depan rumah. Terlihat para warga sangat marah.
"Ini orang yang meresahkan warga di sini! Mereka, berani membuat kampung kita kotor!Juga telah berbuat mesum di sini!" ucap salah satu warga di sana.
"Tunggu Pak, ini salah paham kami tidak berbuat mesum," jelas Alice.
Namun, warga sama sekali tidak mempercayainya, karena terlihat Kenan hanya menguntungkan handuk. Terlihat jelas mereka berbuat mesum.
"Sebaiknya, kita nikahkan saja! Mereka Pak RT!" seru para warga.
Alice membulatkan kedua matanya. Sebab, ia akan di nikahkan dengan calon mertuanya.
"Pak RT, kami tidak berbuat mesum, ini Alice dia calon menantu ku, mana mungkin aku menikahinya," sambung Kenan yang mulai panik.
"Itu bukan urusan kami Pak Kenan! Sekarang, Bapak dan adik ini ikut kami ke rumah Pak RT," ucap para warga, yang sudah mulai emosi.
Alice hanya menangis, karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi, saat semua warga membawanya ke rumah pak RT.
Kini mereka telah di bawa ke rumah Pak RT, dan mereka semua berkumpul di ruang tamu dengan keadaan tegang.
Di sela-sela kejadian itu ada dua pasang mata yang sedang menyaksikan kejadian tersebut, dengan sangat bergembira.
Kini Alice sudah duduk di bangku yang bersebelahan dengan Kenan, mereka sedang menunggu kedatangan ayah Alice.
"Om bagaimana ini? Hiks ... hiks ... hiks," ucap Alice yang tak henti-hentinya menangis.
"Tenang saja Alice, percayalah pada om, sekarang berhentilah menangis," sahut Kenan sambil mengusap air mata Alice yang terus berjatuhan.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Tibalah ayah Alice ya itu Azi Prananda adalah sahabat Kenan dan rekan bisnisnya.
"Ayah ... hiks ... hiks ... hiks, bagaimana ini? Alice tidak berbuat mesum bersama Om Kenan," ucap Alice dalam isak tangisnya sambil memeluk sang ayah.
Namun, mata Azi tertuju pada Kenan, terlihat pria itu hanya menggunakan handuk. Membuat Azi sangat marah.
Aku rasa ini tidak fitnah, anakku memang berbuat mesum. Batin Azi.
"Bisakah kita mulai pernikahan ini Pak RT?" tanya Azi.
Membuat Kenan dan Alice saling pandang karena mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini.
Aku tidak ingin menikah, apa lagi dengan Om Kenan. Batin Alice.
"Tentu saja bisa Pak. Silahkan Pak Kenan sebaiknya mandi terlebih dahulu, pakailah baju ini. Berganti bajulah di kamar," ucap Pak RT sambil memberi baju berserta pakai dalamnya.
Kenapa aku menikahi Alice? Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri. Batin Kenan.
"Terimakasih Pak RT," jawab Kenan sambil bergegas mengambil baju tersebut.
Sebelum berganti baju, Kenan dan Alice mandi junub, karena semua warga takut mereka sudah berbuat mesum.
Setelah mereka selesai mandi, kini mereka sudah siap untuk melaksanakan pernikahannya.
Sah.
Sah.
"Alhamdulilah!" ucap para warga.
Setelah selesai, Alice tetap saja mengeluarkan air matanya. Setelah membaca doa bersama kini mereka berpamitan pulang ke rumah Kenan.
Azi begitu marah kepada Alice dan juga Kenan. Setelah mereka sampai di rumah Kenan, mereka duduk di ruang tamu.
"Kenan, aku sungguh kecewa pada mu, apa yang kau lakukan pada putri ku? Sehingga kalian bisa di grebek warga!" seru Azi sambil menatap ke arah Kenan.
Alice hanya diam saja dengan pandangan kosong.
"Azi, ini hanya fitnah kita sudah dua puluh tahun bersahabat, dan aku sudah menganggap Alice sebagai anak ku Zi, dia juga sudah bertunangan dengan Bastian bukan?" ucap Kenan sambil menatap wajah Azi.
"Om, Ayah, tadi Alice bertemu Bastian dia sedang bercumbu bersama Kisya, dan Ayah. Bastian juga memutuskan hubungan dengan Alice," ucap lirih Alice.
...****************...
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, teman-teman.
__ADS_1
Dengan Like Vote Favoritnya dan juga jangan lupa komen. I Love You 😚 Semuanya.