
Lidiya sangat cemas akan Aliya ia sudah mencoba menghubungi Aliyah namun tak kunjung bisa.
"Mas, apa Aliya ikut bersama dengan mas Azi?"ucap Lidiya dengan cemas.
"Kemungkinan, biarkan sajalah itukan juga ayahnya."ucap Terry dengan sentai.
"Kamu gak tau mas Azi itu brengsek Mas, aku takut dia nekat meniduri putrinya sendiri."ucap Lidiya panik saat ini pikirannya sangat kacau.
"Tidak mungkin sayang, percaya saja nanti Mas akan menghubungi Kenan."ucap Terry.
**
Kota A.
Azi yang baru sampai Kota A ia sudah di jemput supir dan ia langsung menuju Rumah Kenan Alfaro.
Di dalam mobi Aliya tampak gelisah.
"Sayang, kamu baik-baik saja?"ucap Azi yang memegang tangan anak gadisnya.
"Iya Ayah. Liya baik-baik saja kok."ucap Aliya yang tersenyum.
Setelah 30 Menit mereka pun sampai halaman rumah Kenan, Azi bergegas keluar dan di susul oleh Aliya di belakang Azi.
Tok.
Tok.
Tok.
Cklek.!
"Ayah!"teriak Alice yang membuka pintu ia langsung memeluk Azi, dan ia membuka mata ia melihat Aliya di hadapannya.
"Kau!"ucap Alice yang tampak marah ia melihat Aliya menggunakan baju Azi. Alice tidak bisa berpikir jernih.
"Sayang, jangan bersikap seperti itu pada Aliya dia ini ... "terputus Alice langsung menjawab.
__ADS_1
"Adalah calon ibu sambung untuk Alice begitu?"ucap Alice yang menatap tajam kearah Aliya.
"Bukan begitu Sayang. Aliya adalah ... "terputus Yulia datang dan ia menangis.
"Mas, jadi dia adalah calon istri mu?"Yulia langsung meneteskan air matanya.
"Yulia ka-kamu ada disini?"ucap gugup Azi yang terkejut melihat Yulia ada di rumah Kenan.
"Kenapa Mas menolak menikah dengan ku, dan dia Lebih cocok menjadi putrimu Mas?"Yulia langsung berlari masuk kedalam kamarnya.
"Alice. Ayah mohon dengarkan Ayah dulu?"ucap Azi dengan sedih.
"Tidak perlu ... "Alice langsung masuk dan ia menuju kamar Yulia.
"Ayah ... "ucap Aliya lembut ia sangatlah menyesal akan kehadirannya mereka jadi salah paham.
"Sebaiknya kita pulang saja, nanti kita bisa mendatangi kakak mu lagi."ucap Azi tersenyum dan mereka masuk kedalam mobil
Saat di perjalanan Azi menyuruh supir menuju butik langganannya Azi ingin membelikan Aliya baju.
Aliya mengikuti Azi dan mereka sampai dalam dan pemilik butik menghampiri Azi.
"Wah Pak Azi, bawa daun muda."ucap Pemilik Butik.
"Ini anak ku Dew."ucap Azi tersenyum. Aliya pun hanya tersenyum.
"Em, aku kira pacar mu, setau aku kan anak mu hanya Alice?"ucap Dewi.
"Iya ini Aliya dia ikut ibunya sejak di dalam kandungan."ucap Azi.
"Oh begitu."ucap Dewi.
"Pilihkan baju yang sangat cocok untuk Aliya, dan pakaian santai di rumah dan piyama."ucap Azi. Dewi langsung mengajak Aliya menuju toko pakaian.
"Tante akan memilikan baju untuk mu."ucap Dewi.
"Terimakasih Tante."ucap Aliya tersenyum. Dewi banyak sekali memilih baju untuk Aliya dan mereka sudah selesai berbelanja Azi membayar di kasir dan mereka pulang.
__ADS_1
** Rumah Kenan Alfaro.
Alice mendatangi Yulia yang sedang menangis.
"Yulia."Alice menghampiri Yulia yang sedang menangis di tempat tidur.
"Kakak ipar hiks ... hiks ... hiks... "Yulia memeluk Alice dan menangis.
"Maafkan ayah, Alice harap Yulia bisa melupakan ayah."ucap Alice yang mengelus punggung Yulia.
"Terimakasih Kakak ipar."Yulia sudah berhenti menangis ia melepaskan pelukannya.
"Aku sangat kecewa pada ayah, bisa-bisanya ayah melih cabe-cabean."ucap Alice kesal.
"Sudahlah Kakak ipar, tidak apa sebaiknya aku menyuruh kak Ken saja mencari jodoh untuk ku."ucap Yulia.
"Benarkah, coba Yulia pikirkan dulu. pernikahan bukan main-main."ucap Alice yang menasehati Yulia.
"Tidak apa Kakak aku bisa, tenang saja tidak mungkin kak Ken memilikan aku pria brengsek."ucap Yulia yang sudah tersenyum.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen Dan beri hadiah sebanyaknya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
I Love You semua.😚
__ADS_1