Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
33 > Anak Azi ternyata


__ADS_3

Azi menghampiri Lidiya namun Terry menghalanginya.


"Sebaiknya, kau pergi dari sini!" ucap Terry tegas.


"Tidak akan, aku ingin bertemu anak ku." jawab Azi tak mau kala dari Terry.


Aliya mendengar keributan, ia bergegas menuju ruang tamu setelah ia sampai ia melihat Azi dan Terry ribut, Aliya langsung menghampiri mereka.


"Papa hentikan!" teriak Aliya, Azi dan Terry berhenti dan Azi melihat Aliya yang sangat mirip dengan dirinya.


"Anak ku." ucap Azi yang memandang Aliya.


"Anak. Siapa?"ucap Aliya bingung Aliya sejak bayi sudah di asuh oleh Terry dan Lidiya. Aliya kira ia adalah anak Terry.


"Kamu Nak, anak Ayah." ucap Azi ia mendekati Aliya namun Aliya langsung berlari memeluk Mamanya.


"Ma, apa maksud laki-laki itu mengapa dia bilang Liya anaknya." ucap Aliya yang melihat Mamanya menangis.


Kenan tidak tau mau berbuat apa ia hanya bisa melihat saja. Lidiya hanya bisa menangis.


"Dia Ayah mu Nak." ucap Lidiya dalam isak tangisnya. Aliya langsung terjatuh lemas ia tidak menyangka kalau ia bukan anak Terry.


"Pa katakan ini semua, bohong kan? " ucap Aliya yang masi terduduk lemas.


"Iya Nak, kamu bukan anak Papa." ucap lirih Terry, Aliya langsung menangis. Azi mulai mendekati Aliya ia ingin sekali memeluk Aliya.

__ADS_1


Azi Langsung memeluk Aliya, Azi menangis saat memeluk Aliya mereka saling menangis tidak membayangkan jadi seperti ini.


"Maaf Nak, Ayah tidak tau kalau kamu ada saat ibu mu pergi meninggalkan Ayah."ucap Azi.


"Mengapa Mama meninggalkan Ayah? " ucap Aliya yang menatap Azi.


"Sebab kakek mu, tidak merestui kami." ucap lirih Azi. Terry membawa Lidiya duduk di sofa, Lidiya yang sudah mulai tenang ia mulai berbicara.


"Mas, ku mohon jangan bawa Aliya." ucap Lidiya lemas ia begitu terkejut akan kejadian hari ini.


"Liya ingin ikut dengan Ayah Ma." ucap Aliya yang mulai mendekati Lidiya.


Lidya sangat terkejut mendengar putrinya ingin ikut bersama dengan Azi.


"Kenapa Aliya ingin meninggalkan Mama." ucap Lidiya yang menatap putrinya.


"Nak, mengapa bicara seperti itu, Papa menganggap mu sebagai anak Papa." ucap Terry dengan lembut.


"Mama tidak mengizinkan mu Nak, cukup Alice saja yang jauh dari Mama."ucap Lidya yang mulai menangis. Aliya mendengar nama Alice ia baru tau kalau ia dan Alice Kakak beradik.


"Jadi kak Alice kakak Liya Ma? " ucap Aliya dengan pelan.


"Iya Nak, Mama mohon jangan tinggalkan Mama hiks ... hiks ... "tangis Lidiya mulai terdengar keras.


"Sudah Lidiya jangan menangis aku tidak akan membawa Aliya, dia akan tetap bersama mu." ucap Azi yang tersenyum melihat putrinya.

__ADS_1


"Sebaiknya, kami permisi dulu."ucap Kenan yang melirik Azi di sampingnya.


"Iyaa baiklah." ucap Terry ketus.


"Nak, Ayah pulang dulu besok Ayah akan datang lagi." ucap Azi dan Aliya tersenyum.


Azi dan Kenan pulang, kini mereka sudah menaiki mobil Azi langsung tersenyum dan Kenan menatap sebal kearah Azi.


" Zi." ucap Kenan.


"Em, mengapa ada masalah?" ucap Azi yang sedari tadi terus tersenyum.


.


.


.


...****************...


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya.


Like Vote Favorit Komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2