Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
57 > Menghias kamar Beby D


__ADS_3

Pagi hari ini Riska berniat akan mengunjungi teman baiknya ya itu Alice, Riska menaiki taksi menuju rumah Kenan setelah ia tiba di rumah Kenan ia melihat mobil yang tak asing.


Itukan mobil om Azi, bisa gawat ni kalau dia ngomong macam-macam. Batin Riska.


Perlahan Riska masuk kedalam rumah Kenan saat ia masuk terlihat Azi dan Kenan Alice sedang mengobrol, Riska dengan rasa canggung memberanikan diri masuk.


"Pagi semua ... "ucap Riska yang berdiri di depan pintu.


Semua mata tertuju padanya termaksud Azi, Alice mengajak Riska duduk di sampingnya.


"Sama siapa elo datang Ris?"ucap Alice.


"Gue sendiri aja ... "ucap Riska gugup ia terus melihat Azi menatap wajahnya saja.


"Kita masuk kedalam kamar aja yuk, gue mau cerita banyak sama elo ... "ucap Alice belum sempat Riska menjawab Azi langsung menjawabnya.


"Di sini saja, kenapa harus kedalam?"ucap Azi.


Dasar si Azi bisa-bisanya dia pacaran sama teman Alice, tua bangkah... Batin Kenan.


"Kami ingin mengobrol tentang wanita, Ayah."ucap Alice yang menatap wajah Ayahnya.


"Ini hari sabtu, Ayah ingin mengabiskan waktu bersamamu."ucap Azi ia menatap wajah Riska.


"Di sini aja deh, gapapa Ris?"ucap Alice yang menatap wajah Riska.


"Santai aja Ce."ucap Riska dengan senyuman manisnya.


Manisnya pacarku, pantas saja dia tadi tidak mau aku ajak ke villa ternyata dia ingin kemari. Batin Azi.


"Kamu sudah lulus Riska, lalu kenapa tidak bekerja?"ucap Kenan yang menatap wajah Riska.


"Tidak Om, sugar deddy tidak membolehkan."ucap Riska.


"Elo punya sugar deddy?"ucap Alice ia tidak mengetahui temannya memiliki sugar deddy.


"Iya Ce, kami sudah beberapa bulan ini berpacaran."ucap Riska.


Alice mendekati temannya lalu ia membisikan sesuatu di telinga temannya.


"Elo belum di goyangkan sama sugar deddy elo?"bisik Alice di telinga Riska.


"Belum, yang pasti gue gak maulah di sentuh sama dia ... "ucap Riska pelan agar Azi dan Kenan tidak mendengarkan percakapan mereka.


"Bagus elo minta nikah aja sama dia."bisik Alice di telinga Riska.


Azi dan Kenan hanya melihat kearah mereka saja tanpa mereka mendengarkan percakapan mereka.


"Gue belum siap Ce, dia duda dan sudah memiliki anak gadis ... "ucap Riska pelan.


"Entar kita sambung lagi ceritanya, gak asik kalau bisik-bisik tetangga kayak gini."bisik Alice di telinga Riska.

__ADS_1


Riska tersenyum mereka bercerita bersama-sama hingga Riska berpamitan pergi ke toilet.


"Gue ke toilet sebentar ya Ce."ucap Riska.


"Iya jangan lama-lama."ucap Alice.


Riska berlalu pergi ke toilet, Azi berpamitan juga ingin ke toilet ia berjalan perlahan menuju toilet.


Saat ia melihat Riska keluar toilet ia menarik kembali tangan Riska masuk kedalam toilet mereka saling menatap satu sama lainnya.


"Apa yang Om lakukan, kita bisa ketahuan Alice Om."ucap Riska panik.


"Tenang saja sayang, Om ingin menikmati keindahan bibir ini, kita pergi ke villa sekarang atau ... "ucap Azi.


"Kenapa Om, Riska tidak ingin melakukan hal yang di luar batas."ucap Riska.


"Lalu, kenapa kamu mau berpacaran dengan Om?"ucap Azi membelai pipi Riska.


"Maaf Om sebaiknya kita putus saja."ucap Riska.


Azi membulatkan matanya.


"Temui Om di hotel biasa, jangan terlambat atau kamu menerima akibatnya."ucap Azi yang berlalu pergi.


Mampus deh gue, gimana ni apa yang terjadi nanti ... Batin Riska.


Riska keluar ia berlahan berjalan menuju ruang tamu saat ia sudah sampai ia sudah tidak melihat keberadaan Azi lagi.


"Alice gue balik ya, ada tugas penting ni teman gue minta di bantuin buat tugasnya."ucap Riska.


"Ya Alice, bay."ucap Riska yang berlalu pergi.


Riska berjalan perlahan ia bingung akan berbuat apa, ia menaiki taksi menuju hotel yang di minta oleh Azi.


Setelah ia sampai ia langsung masuk kedalam ia berjalan menyusuri jalan dan ia sampai di kamar hotel Azi, perlahan ia membuka pintu kamar tersebut dan masuk kedalam.


"Ayolah sayang sini."Azi menepuk ruang kosong di sampingnya.


Perlahan Riska berjalan menuju ruang kosong di samping Azi, ia duduk di samping Azi lalu Azi mengangkat tubuh Riska duduk di pangkuannya.


"Ternyata kamu gadis yang penurut."ucap Azi.


Riska tidak menjawab ia hanya diam saja Azi perlahan mencium wajah Riska.


Karena sangat gugup Riska melingkarkan tangannya ke leher Azi, ia memejamkan matanya saat Azi mencium bibirnya.


Azi menyambar bibir Riska dengan sangat lembut dan halus, Riska hanya menerima setiap sentuhan dari Azi.


"Aahhkk,Om jangan seperti ini."Riska menahan wajah Azi.


"Kita akan main di luar saja, Om tidak akan memasukan kejantanan Om."ucap Azi lembut.

__ADS_1


"Benarkah?"ucap Riska.


"Benar mari kita mulai, jika kamu ingin yang kuat supaya Om semakin bersemangat."ucap Azi lembut.


Riska tersenyum perlahan mereka berbaring di tempat tidur. Azi membuka baju Riska lalu ia mulai menyusuri setiap inci tubuh Riska.


"Om, jangan seperti ini Riska tidak tahan ... "ucap Riska.


"Keluarkan saja sayang jangan di tahan."bisik Azi di telinga Riska.


Riska merasa sangat menikmati perlakuan Azi ia merasa seperti ada yang akan tumpah dari nona miliknya.


"Om, Om, Riska akan pipis sepertinya."ucap Riska ia sangat menikmati perlakuan Azi.


"Keluarkan saja sayang ... "ucap Azi ia semakin melajukan kegiatannya.


Dan Riska mencapai puncak ia menjerit dan ia tertidur lemas karena ulah Azi.


"Kamu sudah merasakannya, dan besok pasti kamu akan ketagihan ... "bisik Azi di telinga Riska.


Dengan sangat malu Riska tersenyum dan memeluk Azi."Dasar duda mesum ... "ucap Riska dalam pelukan Azi.


"Tapi kamu menyukainya bukan?"ucap Azi.


"Dasar ... "ucap Riska.


Mereka berpelukan mesra hingga Riskan tertidur didalam selimut tebal ia sangat merasa lemas karena ulah Azi tadi.


.


.


Alice sedang merapikan kamar untuk calon anaknya, ia dan Kenan membuat kamar yang sangat cantik dan indah.


"Mas, Alice sudah tidak sabar lagi untuk menyambut beby kembar d mereka pasti sangat lucu ... "ucap Alice.


Kenan sedang mengecat kamar bayi kemar mereka, ia sangat senang sebentar lagi ia akan menjadi seorang Ayah.


"Tentu saja sayang, Mas pastikan mereka akan mirip kita berdua ... "ucap Kenan.


Alice tersenyum manis mereka melanjutkan pekerjaan menghias kamar beby kembar mereka.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Like Vote Favorit Komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2