
Pagi ini, Alice dan Kenan sudah pulang ke rumah dan pria itu langsung pergi menemui rekan bisnisnya yang sangat terhormat. Sedangkan Alice hanya di rumah bersama kedua anaknya.
Alice menerima panggilan dari Riska, gadis itu mengajaknya pergi ke pantai. Namun, dia tidak bisa karena sangat lelah, di tambah lagi suaminya juga masih ada meeting hari ini.
Alice: Ris, kapan-kapan aja ya.
Riska: Baiklah Ce, kami pergi bertiga ya.
Alice: Iya!
Riska memutuskan sambungan teleponnya, kemudian dia bergegas pergi dari dalam kamar menuju ruang tamu. Di sana sudah ada Agam dan Azi, mereka berdua terlihat sangat rapi dan wangi.
"Om, nanti sampai di sana kami duduk saja ya, tidak usah main air, karena Agam masih sangat kecil," ucap Riska lembut.
"Baiklah, aku yang akan bermain air sendirian. Tapi, kenapa tiba-tiba kalian ingin ke pantai?" jawab Azi dengan pertanyaan.
Sontak, Riska diam karena dia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya, kalau dia tahu sang suami berjanji pada seseorang wanita bertemu di pantai. Riska ingin memergoki suaminya yang sedang selingkuh.
Ya, walaupun itu akan sangat menyakiti hati dan jiwanya. Tetap dia ingin mendapatkan bukti, setelah itu pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan Azi bersama Agam. Putra pertamanya.
"Tidak ada, hanya ingin mengenalkan alam pada Agam," jawab Riska dusta.
"Baiklah, mari Kita pergi!"
Riska dan Azi begegas pergi ke pantai tanpa membawa beby sister, karena Riska tidak ingin orang lain tahu masalah apa yang ia hadapi saat ini. Apa lagi sampai suaminya ketahuan selingkuh, sudah jelas dia akan sangat malu bila pengasuh Agam ikut bersama mereka.
Selama diperjalanan, Azi fokus mengemudikan mobil, sedangkan Riska terus-menerus gelisah memikirkan wanita idaman lain suaminya. Entahlah, apa mungkin Azi tidak akan berubah sampai kapanpun, akan tetap seperti itu.
Setelah sampai, Riska langsung turun membawa barang bawaan. Sedangkan Azi membawa Agam dan tikar. Saat diperjalanan, hati Riska sangat sakit melihat wanita yang ada di CCTV ada di pantai terus menatap mereka.
'Ternyata semua benar, wanita itu ada dihadapan aku sekarang. Bahkan dia terus menatap suamiku,' batin Riska lirih.
Mereka terus berjalan sampai tempat yang sejuk dan tenang. Namun, Agam langsung tertidur karena hembusan angin kencang. Sedangkan Azi langsung pergi karena ada sesuatu yang harus dibeli.
"Bagaimana ini? Agam masih tidur, sedangkan aku harus mencari suamiku?" gumam Riska bingung.
__ADS_1
Riska meninggalkan sang anak, karena hatinya sangat sakit membangkang suaminya tidur dengan wanita lain, apa lagi di tempat umum.
"Riska, kau memang ceroboh!"
Wanita itu langsung mengambil Agam dan membawa bayi kecil itu dengan sangat terburu-buru, sebab dia ingin memperalat anak sang musuh.
. . .
Riska bergetar hebat, saat melihat suaminya dan wanita di sebalik semak-semak tengah berkuda. Bahkan ada dua wanita di sana bersama pasangan masing-masing. Dengan langkah bergetar, dia langsung melemparkan batu tepat ke tubuh sang suami.
Sontak, membuat Azi langsung mencabut Kris miliknya. Sedangkan wanita itu semakin membuka baju sampai tidak menggunakan apapun, agar Azi lebih memilikinya ketimbang Riska.
"Tega kamu Om! Selingkuh. Bahkan kamu melakukan hal kotor itu!" Riska menampar pipi sang suami dengan keras.
"Ris, kamu salah paham," ucap Azi.
Riska semakin terisak-isak, kemudian bergegas pergi dari sana, karena hatinya sangat sakit dan juga, dia memikirkan Agam yang ada di pondok sendirian. Azi punmengrjar istrinya sambil merapikan penampilan.
"Agam!" teriak Riska.
"Agam, di mana kamu!" teriak Riska histeris.
"Ke mana Agam?" tanya Azi cemas.
Riska langsung menatap tajam ke arah Azi, kemudian dia mukul pria itu dengan batu besar, sampai lengan pria itu berdarah.
"Tadi anakku ada di sini!" teriak Riska histeris.
Azi meminta bantuan semua orang yang ada di sana mencari keberadaan Agam. Namun, tidak ada yang menemukannya, saat semuanya sudah pulang, ada seseorang pria yang menemukan mayat bayi yang sudah biru.
"Itu bukan Agam, anakku berkulit putih. Sedangkan dia berkulit hitam biru!" teriak Riska histeris.
"Dia Agam, karena wajahnya mirip anak kita," ucap Azi lirih.
"Ini semua karena kamu! Anakku meninggal!" teriak Riska histeris sambil memeluk mayat bayi itu.
__ADS_1
. . .
Alice terduduk lemas, karena mendapatkan kabar adiknya meninggal dunia. Dia pun langsung bergegas pergi menuju rumah sang ayah bersama suaminya. Sedangkan si kembar tinggal di rumah bersama parah pelayan.
"Mas, kenapa semua terjadi?" tanya Alice lirih.
Gadis itu menangis tersedu-sedu, karena dia sangat menyayangi Agam, apa lagi bayi kecil itu sangat menggemaskan dan sudah kembali kepangkuan illahi.
"Tuhan sangat sayang pada Agam, sebab itu dia kembali pada sang pencipta," jawab Kenan lembut.
Alice semakin menangis, karena dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Riska saat putranya mengingal. Sebab, dia saja tidak akan sanggup membayangkan hal ini.
'Semoga Riska sabar menjalani semuanya,' batin Alice lirih.
Setelah sampai, mereka langsung turun dan melihat rumah Azi sudah ramai orang mengunakan baju hitam. Juga ada ukiran bunga untuk Agam. Alice langsung masuk ke dalam dan melihat Riska sangat hancur.
Alice langsung memeluk Riska dan wanita itu menangis tersedu-sedu, karena dia sangat terpukul akan kepergian anaknya.
"Ce, aku tidak yakin dia Agam, karena anakku berkulit putih!" teriak Riska histeris.
Alice merasakan hal yang sama. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena Azi menang yakin itu adalah anaknya. Setelah acara selesai, semua orang pulang setelah mengantar jenazah Agam ke tempat peristirahatan terakhir.
Sedangkan Riska, masih di sana dengan keadaan yang tidak bisa dijelaskan lagi. Alice menamani ibu sambungnya, sedangkan Azi langsung pulang, karena anak laki-laki yang selama ini ia idam-idamkan sudah pergi jauh karena ulahnya.
"Ce, aku setelah melahirkan akan berpisah dari ayahmu, karena dia selingkuh. Bahkan berhubungan tadi di depan mataku, sampai Agam hilang," ucap Riska pelan.
Sontak, membuat Alice dan Kenan sangat terkejut mendengar hal itu. Kenan langsung menghampiri Riska.
"Sebenarnya apa yang terjadi tadi?" tanya Kenan.
Riska menceritakan semua pada Kenan dan Alice, membuat mereka berdua sangat terkejut dan tidak percaya, kalau Azi sama sekali tidak bisa berubah. Padahal pria itu sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Namun, semua itu hanya omong kosong yang tidak bisa dipercaya lagi. Riska memutuskan pergi dari rumah malam ini juga. Sebab, tidak tidak sanggup melihat wajah sang suami lagi.
BERSAMBUNG.
__ADS_1