Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
44 > Panggil Suami Mu ini Mas


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu."ucap Alice mereka mengobrol dan Yulia menceritakan tentang Ardi.


"Semalam mas Ardi menembak ku Kak."ucap Yulia yang merasa lucu.


"Lalu, kamu tidak menerimanya?"ucap Alice penasaran.


"Tidaklah Kak, masa baru kenal sudah nembak itu cinta apa uang kaget."ucap Yulia yang tertawa-tawa dan Alice ikut tertawa.


"Benar juga sih, tapi kan bisa di jalani dulu sama pak Ardi dia tuh baik orangnya."ucap Alice ia sengaja ingin mencomblangkan mereka.


"Iyaa Kak, tapi aku mau langsung menikah sajalah, biar kakak Ken yang mengaturnya."ucap Yulia.


"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan mu."Alice keluar kamar ia langsung memasuki kamarnya.


Aku khawatir deh sama om Kenan, sebaiknya aku pergi ke Kantor om Kenan aja deh ... Batin Alice.


Alice bersiap-siap untuk ke Kantor Kenan.


Kenan sudah pergi pagi tadi karena ia ada pertemuan dengan rekan bisnisnya namun keadaan Kenan masih kurang baik.


Alice pergi ke Kantor Kenan ia menaiki taksi setelah 15 menit ia sampai. Alice langsung menuju ruangan Kenan.


Cklek.!


"Om!" teriak Alice dan saat Alice masuk ia langsung membuka mulutnya dengan lebar.


"Alice."ucap Kenan ia sangat malu karena di ruangannya sangat banyak orang ada lima pria dari Kota M.


"Maaf Alice menggangu ya?"ucap Alice gugup dia sangat malu saat ini.


"Tidak Dik, masuk sini. Pak Ken dia keponakan mu?"ucap sala satu rekan bisnis Kenan.


"Em, bukan Pak."ucap Kenan malu-malu Alice masuk dan ia duduk di bangku kerja Kenan dengan sangat santai.


"Lalu, dia siapa Pak?"ucap penasaran rekan bisnis Kenan.


"Istri saya Pak."ucap Kenan mereka langsung tersenyum.

__ADS_1


"Oh, Istrinya muda sekali iya mengapa memanggil Om bukan Mas atau Bang atau Papi Deddy?"ucap mereka bersamaan.


"Iyaa Pak, karena sudah terbiasa dia memanggil saya Om, karena dari kecil saya yang mengasuhnya."ucap Kenan.


"Oh begitu, tapi sebaiknya dia memanggil Pak Ken harus Mas, supaya orang tau kalian Suami Istri."ucap rekan bisnis Kenan.


"Tentu saja Pak."ucap Kenan mereka melanjutkan obrolan yang tertunda hingga 30 menit. Alice tetap santai memainkan ponselnya.


Parah rekan bisnis Kenan keluar dan Kenan mendekati Alice. "Sayang."


Alice bangun dan Kenan duduk di bangku lalau Alice duduk dipangkuan Kenan.


"Jangan panggil Suamimu ini dengan sebutan Om lagi."ucap Kenan.


"Lalu?"ucap Alice bingung.


"Panggil Mas Ken ... "ucap Kenan Alice tersenyum.


"Mas hehehe ... "Alice tertawa ia sangatlah lucu memanggil Kenan dengan sebutan Mas.


Kenan gemas melihat Alice menertawakan dirinya, ia langsung menyambar bibir ranum Alice dan tangan nakal Kenan meremas gunung kembar Alice.


"Jangan memanggil suamimu ini Om lagi."ucap Kenan.


"Benarkah, Om,Om,Om."Kenan langsung m e l u m a t bibir Alice kembali dan ia langsung membawa tubuh Alice ke sofa.


"Om jangan disini, nanti karyawan Om melihat kita."ucap Alice. Kenan langsung mengunci pintu ia melanjutkan aksinya.


"Om, Emup ... "Alice menarik rambut Kenan karena Kenan sangatlah kuat hingga ia kesakitan.


"Om ... " Kenan memperlambat gerakkannya, dan bertukar posisi sekarang Alice yang memimpin permainan mereka.


30 menit mereka bermain hingga mereka sama-sama mencapai puncak bersamaan.


"Panggil suami mu ini Mas ... "bisik Kenan. Alice langsung memukuli Kenan. Alice cepat-cepat mengambil celananya ia berlari masuk kamar mandi.


Kenan merapikan penampilannya ia melihat jam sudah menunjukan pukul 11:30 artinya ia masih banyak pekerjaan, ia langsung kembali duduk dan menatap layar Leptopnya.

__ADS_1


Alice Keluar dengan wajah cemberut.


"Mengapa cemberut, bukankah tadi kamu sangat menikmatinya, Mas melihat tadi."Kenan tertawa-tawa melihat wajah Alice yang cemberut.


"Em, dasar laki-laki mesum."ucap Alice dengan tatapan sinis.


"Emang."ucap Kenan ia sangat senang menggoda Alice. Alice teringat akan kedatangan Azi tadi ke rumah mereka.


"Om, tadi ayah datang bersama dengan Aliya dan Alice rasa mereka akan menikah?"ucap Alice yang duduk di sofa. Kena langsung tertawa-tawa.


"Kamu salah paham, Aliya itu anak Lidiya dan anak ayahmu ... "ucap Kenan.


Deg.!


Alice langsung menangis tersedu-sedu, Kenan dengan cepat memeluk Alice. "Hiks ... hiks ... hiks ... "Alice menangis histeris hingga Kenan panik.


"Sayang, tenanglah ... "ucap Kenan ia mengelus rambut Alice.


"Kenapa kalian hiks ... hiks


.. merahasiakan hal ini dari Alice ... hiks ... hiks ... "ucap Alice dalam Isak tangisnya.


.


.


.


...****************...


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian agar Author semangat dan rajin Update.


Like Vote Favorit Komen dan beri hadiah sebanyaknya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


I Love You semua.😚


__ADS_2