
Joni dan Aliya telah sampai Kantor WO mereka langsung masuk kedalam dan mereka bertemu CEO disana.
Aliya duduk bersebelahan dengan Joni.
"Kapan kita melakukan foto prewedding Pak?"ucap Zixa.
"Seminggu lagi Pak, dan kami mau outdoor."ucap Joni.
"Hay, yang benar saja outdoor, bagaimana jika hujan?"ucap Aliya.
"Kau ini, bisa saja kan kalau tidak hujan."ucap Joni.
"Sudah jangan bertengkar, tidak baik calon pengantin bertengkar."ucap Zixa.
"Apa!"ucap Aliya dan Joni bersamaan.
Ya ampun, dia memang benar-benar menyebalkan. Batin Aliya.
"Kami bukan calon pengantin, ini acara untuk kakakku."ucap Aliya yang menatap tajam kearah Joni.
"Oh, maaf aku salah mengira, jika mau outdoor kita akan mengaturnya."ucap Zixa.
"Baik, kalau begitu kami permisi dulu. Kau bisa menghubungi kami lewat WhatsApp ku."ucap Joni yang memberikan kartu namanya.
"Baik terimakasih."ucap Zixa.
Aliya dan Joni pergi dari sana mereka memasuki mobil.
"Kau kenapa tidak mau mendengar perkataan ku dulu, bukankah kita bekerjasama?"ucap Aliya.
"Kau tidak mengerti bukan?"ucap Joni yang sudah mengendarai mobil.
"Kau kira aku tidak tau, jika kau bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri kenapa aku harus ikut."ucap Aliya.
"Kalau saja kau bukan anak tuan Azi, sudah ku buang kau di jalan."ucap Joni.
"Kau, awas saja aku akan melaporkan perlakuan mu kepada ayah."ucap Aliya.
"Laporkan saja."ucap Joni.
Dia memang benar-benar menyebalkan. Batin Aliya.
Setelah selesai mereka langsung kembali menuju Kantor, setelah sampai Aliya langsung turun ia bergegas masuk kedalam menuju ruang kerja Azi.
"Ayah."ucap Aliya yang memasuki ruangan Ayahnya.
"Sudah selesai?"ucap Azi.
"Sudah, Aliya pulang ya."ucap Aliya.
"Kenapa tadi tidak di antar oleh Joni?"ucap Azi.
"Tidak, dia sangat menyebalkan Ayah."ucap Aliya.
"Ha?"ucap Azi.
"Tadi kami datang ke Kantor WO, kami yang di kira akan menikah Ayah."ucap Aliya.
"Ha, lucu bukan?"ucap Azi.
"Ayah, kenapa meledek."ucap Aliya ia duduk di sofa.
"Sudahlah tidak apa, jangan di masukkan kedalam hati."ucap Azi.
"Baiklah."ucap Aliya.
__ADS_1
Aliya bergegas pergi ia menaiki Taksi menuju rumahnya setelah sampai rumah ia langsung pergi lagi bersama Riska, mereka akan berkunjung ke rumah Kenan untuk melihat Dilan dan Dilara.
Setelah sampai Aliya langsung berlari masuk kedalam ia melihat Dilan dan Dilara sedang bermain bersama Alice.
"Dilan Dilara, aunty datang!"Aliya berteriak membuat Alice langsung berlari memeluk Aliya.
"Kak, aku ingin memeluk keponakan ku."ucap Aliya.
Alice langsung melepaskan pelukannya ia melihat Aliya berlari menuju si kembar dan memeluk mereka.
"Sayang aunty sangat merindukan kalian."ucap Aliya yang mencium si kembar.
Riska baru sampai ia langsung duduk sebab ia merasa muda sekali lelah.
"Ris, elo capek?"ucap Alice.
"Iya Ce, gue sekarang udah lemah."ucap Riska.
"Gue juga dulu ngerasain gitu."ucap Alice yang duduk di samping Riska.
"Iya ni. Aliya bawa Dilara kesini."ucap Riska.
Aliya membawa Dilara dan ia memberikan Dilara kepada Riska.
"Ini Kak, kenapa Kakak tidak mau Dilan?"ucap Aliya.
Riska memang tidak menyukai bayi laki-laki semenjak ia hamil ia lebih suka saat bermain bersama Dilara.
"Entahlah, semenjak hamil Kakak tidak suka dengan anak laki-laki."ucap Riska.
"Mungkin bawaan hamil Ris."ucap Alice.
"Mungkin Ce."ucap Riska.
"Ya benar Liya?"ucap Alice.
"Benar Kak, tapi foto prewedding nya outdoor."ucap Aliya.
"Wah, Kakak suka sekali outdoor."ucap Alice.
"Yang benar Kak, Aliya kira Kakak tidak suka outdoor."ucap Alice.
"Suka sekali tau."ucap Alice. Aliya tersenyum.
Kenapa Joni sangat tau kesukaannya kak Alice. Batin Aliya.
"Udah gak sabar ya Ce, gue pengen banget liat elo jadi ratu."ucap Riska.
"Biasa aja tau, gue gak pengen jadi ratu."ucap Alice.
"Iya, sebab elo selalu menjadi ratu di buat om Kenan, kan?"ucap Riska.
"Iya dong."ucap Alice.
Mereka mengobrol bersama hingga sore hari Aliya dan Riska berpamitan pulang, setelah kepergian mereka Kenan sudah kembali ia menghampiri anak kembarnya.
"Sayang, Papa sudah pulang."ucap Kenan yang mencium kedua buah hatinya.
"Sebaiknya Papa mandi dulu, nanti Mama buatkan Papa kopi."ucap Alice.
"Baik, Papa mandi dulu bay sayang."ucap Kenan yang bergegas masuk kedalam kamarnya.
Alice membawa si kembar masuk kedalam kamar mereka bersama dengan para pengasuh, setelah itu ia langsung masuk kedalam kamarnya untuk menyiapkan baju Kenan.
Ia menunggu Kenan keluar dari kamar mandi setelah Kenan keluar ia tersenyum.
__ADS_1
"Mas."ucap Alice.
"Iya, kemana si kembar?"ucap Kenan.
"Di kamar."ucap Alice.
Setelah Kenan selesai memakai baju ia langsung keluar bersama dengan Alice mereka duduk di bangku dekat dapur, Alice membuat kopi untuk Kenan.
"Mas, kita akan segera foto prewedding."ucap Alice yang duduk di samping Kenan.
"Iya, Mas sudah tidak sabar lagi."ucap Kenan.
"Seperti apa pesta kita nanti ya Mas?"ucap Alice.
"Kamu akan menjadi ratu."ucap Kenan ia mencubit hidung mancung Alice.
"Sakit Mas."ucap Alice.
"Maaf, ayo kita bermain bersama si kembar."ucap Kenan.
Alice dan Kenan menuju kamar si kembar setelah mereka sampai Alice menyuruh para pengasuh untuk keluar.
"Anak Papa sayang."ucap Kenan ia mencium kedua buah hatinya.
Alice tersenyum melihat kebahagiaan Kenan, ia duduk di samping Kenan ia melihat Kenan bermain bersama anak-anak mereka.
Terlihat sangat jelas om Kenan sangat bahagia bersama anak-anak kami. Batin Alice.
"Hanya mereka yang di cium?"ucap Alice.
"Maaf, Mamanya lupa."Kenan langsung mencium wajah Alice.
"Lupa sama istri."ucap Alice.
"Hehehe, maaf ya sayang. Mas sangat bahagia bermain bersama mereka, saat Mas berada di Kantor terasa Mas ingin cepat-cepat pulang."ucap Kenan.
"Em, yasudah kalau begitu, asal tidak lupa kalau sudah mempunyai istri ya."ucap Alice.
Kenan tertawa melihat Alice cemburu melihat ia lebih memperhatikan si kembar saja, Kenan bermain bersama anak-anaknya dan ia tidak lupa juga untuk menggoda Alice.
Aku sangat bahagia saat ini, entah mengapa aku tidak bisa berjauhan dari mereka bertiga. Batin Kenan.
.
.
Aliya sedang bermain ponselnya didalam kamar ia melihat pesan masuk dari Joni.
💌 Joni." Jangan lupa besok."
Aliya tidak membalas pesan dari Joni ia menatap langit-langit kamarnya dan ia juga memejamkan matanya, saat ia menutup matanya ia terbayang akan wajah Joni.
"Kenapa aku memikirkannya, tidak-tidak Aliya kau tidak boleh jatuh hati."ucap Aliya.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua ya.
__ADS_1