Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
39 > Mengobrol bersam


__ADS_3

Kenan dan Alice mengajak Ibu dan Yulia untuk sarapan bersama. Mereka duduk di bangku masing-masing.


Kenan menuju dapur ia membuatkan Alice susu, ia tidak pernah lupa untuk membuatkan Alice susu.


"Kamu seperti almarhum ayah mu Nak."ucap Bu Nafisa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benarkah?"ucap Kenan yang memberikan Alice susu dan Alice langsung meminumnya, sebelum Kenan memarahinya.


"Iya, sewaktu Ibu hamil mu dan Juga adik mu ayah selalu membuatkan Ibu susu, dia sangat perhatian dan penyayang Nak."ucap Bu Nafisa dan air mata yang menetes.


"Ibu, jangan bersedih ayah sudah tenang di sana ... "Kenan menghampiri Ibunya dan memeluk Ibunya.


"Iya Nak, ayo habiskan sarapan mu ... "ucap Bu Nafisa. Kenan tidak membantah ia langsung menghabiskan makanannya, setelah mereka siap makan.


Mereka duduk di ruang tamu untuk mengobrol bersama.


"Kakak aku bekerja saja di kantor mu, aku tidak mau merepotkan mu."ucap Yulia ia sangatlah mandiri, sewaktu dia tinggal di Kota B ia bekerja sebagai sekertaris di Perusahaan terkenal. Namun saat pergi mendadak ia mengajukan cuti untuk beberapa minggu.


"Tidak usah, kau di rumah saja di Kantor sudah ada Bastian dan Ardi ... "ucap Kenan dan ia teringat akan menantunya.


"Eh, Kemana Kisya kenapa dari semalam dia tidak terlihat ... "ucap Kenan Alice langsung menjawab.


"Om, dari semalam Alice tidak pernah melihat Kisya dan baju dia tidak ada mungkin Bastian membawanya."ucap Alice yang saling pandang dengan Kenan.


"Tidak mungkin, semalam kan mereka bertengkar dan Bastian juga baru saja menikah dengan Saras."ucap Kenan ia mengambil ponselnya ia pun menelfon Bastian.

__ADS_1


๐Ÿ“žBastian.


"Halo Pa, ada apa?"


" Kau tau kemana perginya Kisya?"


"Tidak Pa, kan waktu itu kami bertengkar."


"Kemana dia pergi Nak, coba kau mencari tau kemana dia sedang hamil Bas".


"Baik Pa."Tut ... tut ... tut.


"Apa jawaban Bastian Om?"ucap Alice penasaran.


"Kak. Mengapa Bastian mau menikah dengan Saras?"ucap Yulia ia sangat penasaran.


"Saras menggodanya, dan Bastian tidak tahan akan rayuan dari Saras, dia persis seperti ayahnya."ucap Kenan keceplosan, Alice langsung menatap Kenan dengan tatapan tajam.


sial, keceplosan aku harus alasan apa ni pada Alice. Batin Kenan.


"Apa, maksud Om bicara seperti itu?"ucap Alice yang menatap tajam Kenan.


"Em, maksud Om dia muda sekali tergoda dan Om tidak muda sayang."ucap Kenan dengan gugupnya, Yulia dan Bu Nafisa langsung tertawa.


"Kakak kecil tenang saja, Kak Ken akan terus setia orangnya."ucap Yulia di susul gelak tawanya.

__ADS_1


"Jangan banyak tertawa, cepatlah menikah Yulia umur mu sudah tidak muda lagi ... "ucap ketus Kenan.


"Baik Kakak tahun ini aku akan menikah, kalau aku tidak menikah juga aku pasrah pada pilihan Kakak."ucap Yulia tersenyum.


"Dengarkan itu Ken, kita bersiaplah mencarikan jodoh untuk Adik mu ini ... "ucap Bu Nafisa.


"Benar sekali Bu ... "ucap Kenan yang tertawa.


Merekah terus bercerita dan tertawa bersama sampai lupa waktu. Alice mengeluh sakit pinggang yang Kenan langsung membawa ke kedalam kamar dan memijat Alice


.


.


.


Bersambung.


Terimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Author bukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kalian semua.


Jangan lupa Like Vote Favorit komen.dan beri hadiah sebanyaknya.


I Love You semua.๐Ÿ˜š

__ADS_1


__ADS_2