Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Salah Paham


__ADS_3

Pagi hari ini Azi masih berada didalam selimut sebab ia masih sangat mengantuk, Riska perlahan mendekati Azi.


Bangunin gak ya, takut om Azi masih marah ... Batin Riska.


Riska mengurungkan niatnya ia hendak berjalan menjauh dari Azi namun kakinya tersandung, dan ia menimpah tubuh Azi.


"Aaahhkkk ... "teriak Azi.


Riska langsung bagun dan ia melihat keadaan Suaminya.


"Om, baik-baik saja?"ucap Riska.


"Ada apa dengan mu sayang, mengapa selalu saja menyiksa tubuh Om ... "ucap Azi ia mulai bangun dengan perlahan.


"Maaf Om, Riska tadi tidak sengaja."ucap Riska gugup.


"Baiklah tidak apa, sepertinya Mas harus ke Dokter."ucap Azi.


"Baiklah biar Riska antar."ucap Riska.


Azi langsung bersiap-siap namun saat ia hendak pergi bersama Riska ponselnya berdering.


๐Ÿ“žKen.


"Halo."ucap Azi ketus.


"Pagi Ayah, tidak lupa dengan hari ini bukan?"ucap Kenan.


"Astaga, jam berapa Ken, sungguh aku sangat lupa."ucap Azi.


"Jam sembilan, di cafe love sorry."ucap Kenan.


"Baiklah."ucap Azi.


Azi langsung memutuskan sambungan telepon dan ia menatap wajah Riska.


"Sayang, Om harus ke kantor."ucap Azi.


"Baiklah Om, nanti siang Riska akan menemui Om."ucap Riska.


"Baiklah, Om pergi dulu."


Azi mencium kening Riska dan wajah Riska setelah itu ia langsung masuk kedalam mobil.


Azi melajukan mobilnya dan kecepatan tinggi agar ia segera sampai Kantor, setelah beberapa menit kemudian ia sudah sampai Kantor miliknya.


Azi bergegas masuk kedalam dan ia memanggil Sekertaris. " Jon, bisakah kita pergi sekarang?"ucap Azi.


"Bisa Pak."ucap Joni.


"Tapi bisakah kau membantuku untuk berjalan?"ucap Azi.


"Bisa Pak, tapi kenapa dengan kaki Bapak?"ucap Joni.


"Ada kejadian semalam."ucap Azi.


Pasti istrinya menggoyang terlalu kuat sehingga pak Azi terluka. Batin Joni.


Joni dan Azi berangkat menuju cafe love sorry setelah mereka sampai Azi berjalan di bantu oleh Joni, Azi masih merasakan sakit di bagian keperkasaannya karena ulah Riska semalam.


Saat mereka masuk kedalam dan melihat Kenan bersama dengan Ardi spontan Kenan langsung tertawa.


"Hay, kenapa dengan dirimu, kau membuat aku sakit perut saja ... "ucap Kenan dalam tawanya.


Azi mendekati Kenan dan ia langsung menoyor kepala Kenan hingga Kenan terjatuh.

__ADS_1


"Menantu apa kau ini, dasar kurang ajar."ucap Azi ia duduk Bu bangku.


Dasar tua bangkah, kalau ingat dia mertuaku sudah ku hajar dia. Batin Kenan.


"Ada apa dengan Bapak?"ucap Ardi.


"Tidak apa, ini hanya kecelakaan kecil saja."ucap Azi.


"Bisakah kita mulai sekarang?"ucap Kenan yang menahan tawanya.


"Bisa."ucap Azi.


Mereka mulai meeting bersama dengan sangat lancar.


Alice berada didalam kolam renang ia dangat ingin berenang, Bik Iyem menemani Alice sebab ia takut terjadi sesuatu kepada Alice.


"Non, sebaiknya sudah saja."ucap Bik Iyem cemas.


"Sebentar lagi Bik."ucap Alice.


"Apa Non belum dingin?"ucap Bik Iyem.


"Belum Bik, sebentar lagi."ucap Alice yang sedang bermain air.


Setelah bermain air selama satu jam akhirnya Alice naik dan lekas mandi, setelah selesai mandi ia merasa kelelahan dan ia tertidur di sofa sambil menonton film Drakor di Leptopnya.


Kenan membelikan Alice makanan di cafe ia meeting tadi, ia berniat pulang sebentar sebab waktu sudah semakin siang.


Setelah ia sampai rumah Kenan langsung masuk kedalam kamarnya ia melihat Alice tertidur di sofa, perlahan Kenan mendekati Alice dan mematikan leptop Alice.


Aku tidak menyangka bahwa aku menikahi calon menantu ku, dan sekarang aku sangat mencintainya. Batin Kenan.


"Sayang, bangun Mas bawakan makana."ucap Kenan yang mengelus rambut Alice.


"Mas ... "ucap Alice dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Tidak apa Mas, Alice tadi lelah sekali."ucap Alice.


"Lelah?"ucap Kenan.


"Iya, sebab tadi Alice berenang."ucap Alice ia langsung menutup mulutnya.


Gawat keceplosan. Batin Alice.


"Sudah beberapa kali Mas bilang?"ucap Kenan.


"Baiklah, ini yang terakhir ... "ucap Alice.


"Yasudah, ayo cepat makan."ucap Kenan.


Alice langsung menghabiskan makanan yang di bawakan oleh Kenan. Setelah Alice selesai makan ia menatap wajah Kenan.


"Ada apa sayang?"ucap Kenan.


"Tidak ada, hanya saja Alice tidak menyangka kita akan seperti ini."ucap Alice.


Kenan tersenyum dan ia mencubit hidung mancung Alice.


"Mas, juga tidak pernah berpikir kita akan seperti ini."ucap Kenan.


"Menikahi calon mertua."ucap Alice yang di susul gelak tawanya.


"Menikahi calon mantu."ucap Kenan.


Alice dan Kenan tertawa bersama, Kenan berpamitan untuk kembali lagi ke Kantor ia harus berada di Kantor sebab Bastian tidak ada.

__ADS_1


.


.


Riska bersiap untuk pergi ke Kantor Azi ia menaiki taksi kesana, sebab ia tidak bisa mengendari mobil.


Saat ia sudah sampai Kantor Azi ia langsung masuk kedalam dan ia hendak masuk kedalam ruangan Azi, akan tetapi saat ia berada di depan pintu ruangan Azi ia mendengar percakapan Azi.


"Kau tau Zi, aku sangat menyukaimu sejak kita masih kuliah dulu."ucap wanita tersebut.


"Kau tau, aku tidak mencintai siapapun kecuali Lidiya."ucap Azi.


Seketika Riska meneteskan air matanya dan ia masih menguping pembicaraan mereka.


"Tapi kau sudah menikah?"ucap wanita tersebut.


"Iya bener, itukan hanya untuk mainanku saja."ucap Azi.


Bak petir yang menyambar di siang bolong, Riska berlari keluar dengan keadaan yang sangat hancur dan rapuh.


"Untuk mainan mu?"ucap wanita tersebut.


"Dulu, dan sekarang aku sangat mencintainya. Bahkan aku sangat bucin."ucap Azi.


.


Riska berjalan dalam keadaan yang sangat kacau ia terus menangis hingga dia duduk di bangku pinggir jalan.


"Kenapa om Azi bilang aku hanya mainan saja, ada apa sebenarnya. Aku yakin pasti dia tidak pernah bisa berubah, lalu selama ini dia mengatakan cinta untuk apa."ucap Riska dalam isak tangisnya.


Riska perlahan berjalan menyusuri jalan dan ia di kejutkan oleh mobil yang berhenti di hadapannya.


"Riska ayo masuk."ucap Kenan.


Riska langsung masuk kedalam.


"Kamu mau ke Kantor Azi bukan?"ucap Kenan.


"Sudah Om, tapi ... "Riska langsung menangis tersedu-sedu.


"Hey, ceritakan ada apa?"ucap Kenan.


Riska menceraikan apa yang ia dengar tadi dan Kenan sangat marah.


"Sudah berhenti menangis. Om akan bicara kepadanya."ucap Kenan.


"Tidka perlu Om, biarkan saja."ucap Riska.


"Baiklah, Om akan mengantarkan mu pulang."ucap Kenan.


Kenan mengantarkan Riska pulang selama di perjalanan Riska terus menerus mengeluarkan air matanya, setelah sampai Riska langsung berlari masuk kedalam dan Kenan kembali ke Kantor.


Kurang ajar Azi, bisanya dia melukai hati Riska ... Batin Kenan.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Author bukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kalian semua.


__ADS_2