
Sesampainya di rumah Joni, Aliya sama sekali tidak melihat adanya anak buah sang ayah dan, dia masih melihat motor suaminya. Aliya pun bernafas lega, kemudian bergegas masuk ke dalam rumah.
"Sayang!" pekik Joni.
Pria itu masih mengunakan handuk, sebab dia hari saja selesai mandi dan terkejut melihat sang istri ada dihadapannya. Aliya tidak mengatakan apapun, ia langsung memeluk pria itu dengan erat.
"Aku rindu padamu. Euum, ayah sudah mengetahui pernikahan kita," ucap Aliya lembut.
Sontak, membuat Joni terkejut, dia pun langsung mengunci pintu rumahnya dan membawa sang istri masuk ke dalam kamar mereka.
"Lalu, apa kata ayahmu?" tanya Joni sambil menatap wajah sang istri.
Aliya menceritakan semua yang terjadi dan, mereka pun langsung berkemas-kemas untuk pulang ke kota B, untuk meminta bantuan sang mama.
"Sayang, dengarkan aku baik-baik, kita pergi ke bandara dengan terpisah. Tapi, tidak jauh karena aku akan selalu ada di belakang kamu," ucap Joni lembut.
"Iya," jawab Aliya lembut.
Joni dan Aliya bergegas pergi dari sana dengan cara terpisah, sebab mereka takut anak buah Azi mengetahui rencana mereka menemui Lidiya. Karena hanya wanita itu yang bisa membantu suami-istri tersebut.
. . .
Alice menerima panggilan telepon dari sang mama, karena wanita itu tengah sakit dan, mereka berniat akan menjenguk wanita paruh baya itu besok. Karena umur si kembar D sudah satu tahun lebih.
"Sayang, jangan seperti ini, kamu istirahat besok kita akan pergi. Lagi pula, hanya delapan jam perjalanan jika naik mobil. Tapi, naik pesawat hanya satu jam. Jadi, kita akan lebih cepat sampai," ucap Kenan lembut.
Alice hanya diam, karena dia sangat mencemaskan keadaan sang mama yang tengah sakit. Ya, walaupun hanya sakit biasa, tetap saja Alice sangat khawatir.
Kenan tahu sang istri cemas, sehingga dia memeluk wanita yang sangat ia cintai. Alice hanya diam, karena ia benar-benar tidak tenang memikirkan bagaimana keadaan sang mama.
'Tuhan, semoga mama cepat sembuh dan besok kami akan ke sana. Semoga selamat sampai tujuan,' batin Alice lirih.
Sudah lama sekali dia tidak bertemu sang mama, terakhir sewaktu baby D mengadakan acara turun tanah satu tahun yang lalu, sampai sekarang mereka belum ada bertemu.
Keesokan harinya . . .
__ADS_1
Azi sudah bangun lebih dari biasanya, karena dia ingin menemui sang anak sebelum pergi kerja. Namun, saat di depan pintu kamar Aliya, Azi hanya diam, sebab pintu terkunci.
"Apa Aliya masih marah padaku?" gumam Azi.
Azi terus-menerus mengetuk-ngetuk pintu sang anak. Namun, sama sekali tidak ada jawaban sehingga dia langsung bergegas pergi dari sana dan, berpikir nanti anaknya juga akan membaik.
"Aliya pasti membutuhkan waktu untuk berdamai denganku," gumam Azi.
Pria itu tidak tahu anaknya sudah sampai di kota B semalam dan, kini sudah bersama dengan mamanya dan juga papanya. Mereka pun sudah bercerita semua tenteng hubungan mereka berdua.
Lidiya sama sekali tidak marah, Malah dia mendukung hubungan anaknya, sebab jika Aliya tidak menikah, sudah pasti akan berbuat dosa bersama Joni.
"Ma, apa kak Alice akan segera sampai?" tanya Aliya cemas.
Sebab, sang mama menceritakan kalau Alice akan segera sampai ke sini dan, dia cemas sang kakak akan menceritakan keberadaannya pada sang ayah.
"Iya, kamu tenang saja! Jangan takut, karena mama akan mengurus permasalahan kamu ini dengan ayah. Bahkan papa Terry akan membantu kita," ucap Lidiya lembut.
"Terima kasih banyak Ma, karena sudah mau membantu kami," ucap Aliya lembut.
Juju, dia sangat merindukan cucu-cucunya yang jauh di kota A dan, mereka sudah lama sekali tidak bertemu karena sibuk dengan urusannya masing-masing.
'Semoga tidak ada yang memisahkan aku dan Joni, karena aku sangat mencintainya,' batin Aliya lirih.
. . .
Joni tengah menyiram tanaman yang sudah mulai layu, karena sudah dia hari tidak mendapatkan air, sebab Lidiya sakit. Jadi, tidak ada yang menyiram tanaman. Pada saat itu juga Kenan dan keluarganya sampai.
Betapa terkejutnya dia, saat melihat Joni ada di sana. Kenan pun langsung menghampiri pria itu.
"Ada urusan apa kamu di sini?" tanya Kenan.
Sontak, membuat Joni bingung harus menjawab apa, sehingga dia diam. Hal itu membuat Kenan sangat kesal.
"Katakan!" bentak Kenan.
__ADS_1
Pada saat itu juga, Aliya datang dan menjelaskan semua, membuat Alice terkejut, sebab dia sama sekali tidak mengetahui hal sebesar ini.
"Sebaiknya kita bicarakan di dalam saja!" pinta Kenan.
Alice dan kedua anaknya masuk ke dalam bersama Kenan juga Joni, mereka pun berkumpul di ruang tamu dengan Lidiya, membahasa masalah yang dialami Aliya.
"Kenapa kalian tidak memberitahu kami? Setidaknya kakak bisa membantu kalian?" tanya Alice lirih.
"Kak, bukan seperti itu. Aku takut semua tidak merestui hubungan kami seperti ayah, lihat saja apa yang dia ingin lakukan? Melenyapkan suamiku," sahut Aliya lirih.
Alice hanya diam, karena dia kecewa pada sang ayah, hanya karena Joni miskin tidak mau menerima pria itu sebagai menantunya.
"Semua tenang, karena aku ada di pihak Aliya. Jadi, Azi tidak akan berani mengusik hubungan kalian," ucap Terry yang baru sampai.
Aliya langsung memeluk pria yang sudah membesarkannya, karena dia senang ada juga yang berpihak pada hubungannya dan Joni. Tidak seperti Azi yang sangat egois hanya karena tahta.
"Bener apa yang diucapkan oleh Papa, kita tenang menghadapi ayah, karena ayah pasti mengerti akan penjelasan kita," ucap Alice.
"Setuju!"
Semua yang ada di sana tersenyum bahagia, karena masalah Aliya akan segera selesai dan mereka akan segera hidup bahagia dengan damai dan aman, tanpa harus bersembunyi lagi seperti sebelumnya.
. . .
Azi sangat kesal saat pulang ke rumahnya tidak ada Aliya dan, semua orang tidak tahu ke mana sang anak pergi. Hal itu sangat membuat Azi emosi sampai dia memukul anak buahnya.
"Brengsek! Kalian semua tidak becus!" bentak Azi.
Pria itu tidak berhenti memukuli semua anak buahnya, karena mengurus Joni tidak becus, di tambah lagi sang anak kabur bersama Joni. Ya, Azi tahu anaknya kabur saat Joni tidak masuk kantor hari ini.
Azi pun sudah mencari Joni. Namun tidak ketemu dan mengambil kesimpulan bahwa anaknya kabur bersama pria itu, sebab mereka hilang secara bersamaan.
"Lidiya mengirim pesan, ada apa ya? Biasanya dia tidak pernah menghuni aku?" gumam Azi.
Pria itu langsung membuka pesan dari Lidiya dan, membuka mata lebar-lebar. Sebab, sang mantan istri mengatakan Aliya ada di sana bersama Joni. Bahkan ada Kenan dan Alice juga.
__ADS_1
BERSAMBUNG.