
Hari-hari yang di lalui Kenan dan Alice sangat bahagia sebab mereka sangat senang akan kehadiran si kembar, tepat pada hari ini Kenan dan Alice akan melangsungkan pesta pernikahan mereka.
Alice dan Kenan sudah bersiap dan Dilan Dilara juga sudah rapi, Kenan dan Alice sudah bersiap mereka duduk di bangku dalam kamar rias.
"Papa sangat tampan."Alice terus-menerus menatap wajah Kenan.
"Oh, apakah Papa selama ini jelek?"ucap Kenan.
"Tidak, Papa selama ini sangat tampan."ucap Alice yang tersenyum melihat wajah Kenan.
"Benarkah sayang?"ucap Kenan.
"Benar."ucap Alice.
"Papa sungguh tidak sabar untuk nanti malam."ucap Kenan yang mengedipkan sebelah matanya.
"Nanti malam apa?"ucap Alice.
"Malam pertama yang indah."ucap Kenan yang mencium puncak kepala Alice.
"Dasar mesum."ucap Alice ia mendorong tubuh Kenan.
"Tapi kamu sangat menyukainya bukan?"ucap Kenan.
"Tau ah."ucap Alice.
Aliya dan bersama dengan Joni mereka menghampiri Kenan dan Alice.
"Kak, ayo semua tamu undangan sudah hadir."ucap Aliya.
"Baiklah, ayo Pa."ucap Alice.
Kenan dan Alice berjalan dengan perlahan yang di dampingi oleh Joni dan Aliya.
Kamu sangat cantik Alice, sayangnya kau bukan milikku. Batin Joni.
Kenan dan Alice sudah sampai singgah sana mereka, para tamu undangan menikmati sajian yang sudah di siapkan oleh Kenan dan Alice.
Setelah para tamu undangan makan mereka duduk di bangku masing-masing mereka semua melihat Kenan dan Alice memotong kue.
"Semuanya kita akan menuju acar selanjutnya yaitu memotong kue pernikahan."ucap MC.
Semua tamu undangan tampak bahagia saat melihat Kenan dan Alice berada di pangkuan mereka tampak berpegangan tangan.
"Silakan Pak Kenan, mari kita potong kuenya."ucap MC.
Kenan dan Alice berjalan dengan berpegang tangan menuju kue pernikahan mereka, Alice dan Kenan memegang pisau yang panjangnya satu meter, sebab kuenya panjang setinggi satu meter.
Alice tersenyum melihat wajah tampan Kenan mereka memotong kue bersama dan semua tamu undangan bertepuk tangan, Alice tertawa bahagia saat melihat Kenan menatap wajahnya.
"Ayo Pak silakan di suapi Bu Alice."ucap MC.
Kenan menyuapi Alice kue yang mereka potong tadi.
"Terimakasih sayang untuk semuanya."ucap Alice.
__ADS_1
"Sama-sama sayang, tapi semua ini tidak gratis."ucap Kenan.
"Hah, maksudnya?"ucap Alice yang melirik kearah tamu undangan.
"Nanti malam."bisik Kenan di telinga Alice.
"Ya ampun."ucap Alice.
Kenan dan Alice kembali ke singgah sana mereka, tamu undangan satu persatu menghampiri mereka.
"Selamat Pak Kenan."ucap Pak Hermawan.
"Terimakasih Pak, Bapak sudah jauh-jauh datang kesini."ucap Kenan yang berpelukan dengan Hermawan.
"Saya sudah mengatakan kepada Pak Kenan, kalau Pak Kenan mengadakan resepsi pernikahan saya akan datang."ucap Pak Hermawan.
"Saya sangat berterimakasih Pak."ucap Kenan.
Pak Hermawan melirik kearah Alice yang terlihat sangat cantik seperti Barbie.
"Istrinya sangat muda ya Pak."ucap Pak Hermawan.
Kenan tertawa kecil."Benar Pak."
"Sekali lagi saya ucapkan selamat Pak, saya permisi dulu."Pak Hermawan dan Kenan saling berjabat tangan.
Setelah kepergian Pak Hermawan Kenan dan Alice menerima sambutan dari tamu undangan yang lain, mereka tak hentinya menerima tamu undangan hingga malam hari di akhir acar dimana pengantin berdansa.
"Selamat malam semuanya, kini adalah acara yang penutup pengantin akan berdansa dengan kita semua, yang pastinya kita juga membawa pasangan ya."ucap MC.
Kenan dan Alice berdansa bersama mereka sudah berganti baju tadi, mereka berdansa bersama para tamu undangan yang berpasang-pasangan.
"Kau sangat cantik sayang."ucap Joni lembut.
"Kak Joni juga sangat tampan."ucap Aliya yang tersenyum menatap wajah Joni yang sangat tampan.
"Apa kita akan bermalam di hotel ini?"ucap Joni.
"Tentu saja, bukankah kita sudah menikah, tetapi ini adalah rahasia kita bukan?"ucap Aliya.
"Rahasia kita jangan sampai ada yang tahu."ucap Joni.
"Tentu saja sayang."ucap Aliya.
Alice dan Kenan berdansa dengan sangat mesra dan romantis banyak pasang mata yang iri melihat mereka, Alice tersenyum bahagia melihat wajah tampan Kenan.
"Papa sangat terlihat muda padahal umur Papa sudah 40 lebih bukan?"ucap Alice.
Alice melingkarkan tangannya di leher Kenan.
"Bahkan kalau Papa berumur 70 tahun akan terlihat sangat mudah sayang."ucap Kenan yang tersenyum nakal kepada Alice.
"Dasar nakal, Papa bisakah menyanyikan satu lagu saja."ucap Alice.
"Tidak, Papa ingin pesta ini cepat berakhir. Papa sudah tidak sabar Mama."ucap Kena yang tersenyum nakal.
__ADS_1
"Dasar mesum, aki-aki mesum."ucap Alice.
Mereka berdansa dengan sangat menikmati setiap alunan musik yang berputar, tak terasa waktu cepat sekali berlalu kini acara sudah selesai para tamu undangan sudah pulang dan Kenan masuk kedalam kamar pengantin.
Alice sudah selesai berganti baju ia mengenakan lingerie seksi yang sangat menggoda iman Kenan.
Perlahan Kenan mendekati Alice dan ia langsung menerkam Alice, mereka malam pertama yang sangat indah setelah lama tidak menyatukan gairah malam ini mereka sangat menikmati setiap permainan mereka.
.
.
Hari-hari yang di lalui oleh Kenan dan Alice sangat sempurna sejak adanya Dilan dan Dilara, mereka bersama-sama mengasuh anak kembar mereka.
Alice berada di rumah sakit bersama dengan Kenan dan anak-anaknya, sebab Riska sudah melahirkan secara normal di rumah sakit.
Setelah mereka sampai rumah sakit Alice dan Kenan masuk kedalam ruang rawat Riska.
"Ris, elo baik-baik aja kan?"ucap Alice yang baru membuka pintu kamar Riska.
"Gue lemas Ce."ucap Riska dengan sangat pelan.
Alice menghampiri Riska, sedangkan Kenan ia menggendong bagi kembar mereka dan ia duduk di sofa.
"Anak elo apa Ris?"ucap Alice.
Azi dan Kena langsung tertawa mendengar ucapan Alice. Alice melihat suami dan Ayahnya menertawakan dirinya.
"Ada yang salah?"ucap Alice.
"Tidak ada, hanya saja pasti anak mereka manusia."ucap Kenan yang di susul gelak tawanya.
"Sebal. Ayah sama Papa sama saja."ucap Alice ketus.
"Sudah-sudah, adikmu laki-laki."ucap Azi.
"Wah, laki-laki siapa namanya Ayah?"ucap Alice.
"Namanya Agam Prananda."ucap Azi.
"Sangat indah."ucap Alice.
"Sepertinya kita akan membesarkan anak-anak kita secara bersamaan."ucap Kenan.
"Benar sekali. Kita memiliki cucu dan anak bersamaan."ucap Azi.
Kenan dan Alice tertawa mereka sangat bahagia bisa memiliki cucu dan anak bersamaan, Kenan memiliki anak bersama Alice ia juga memiliki cucu dari Bastian dan anak Bastian laki-laki.
Azi sangat bahagia bisa memiliki anak laki-laki dan ia juga memiliki cucu perempuan.
Tamat.
Hay, teman-teman terimakasih atas kunjungan ke Novel recehannya Author ya.🙏
Kita tamat kan sampai sini saja soalnya kita bakalan lanjut dengan judul yang berbeda.
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya.
Salam manis untuk kalian semua ya.