
Setelah sampai rumah Kenan Amira dan Bastian langsung masuk kedalam, mereka menunggu Kenan dan Alice turun dari kamar mereka.
Hari ini adalah hari terakhirmu Alice sayang ... Batin Amira.
Kenan dan Alice menghampiri Amira dan Bastian yang berada di ruang tamu.
"Hay Alice, bagaimana keadaanmu dan calon bayimu?"ucap Amira yang mengelus perut buncit Alice.
"Baik Tante, duduk Tante Alice buatkan minum dulu ya."ucap Alice.
"Tidak usah sayang, biar bibi saja kamu disini saja, lihatlah perutmu sangat besar."ucap Kenan yang menarik tangan Alice.
Dasar sok mesra ... lihat saja nanti aku akan menghancurkan mu ... Batin Amira.
"Papa, aku datang kesini untuk membahas proyek kita yang ada di kota M ... "ucap Bastian.
"Ayo kita masuk kedalam ruang kerja, sayang mas tinggal sebentar ya."ucap Kenan yang berlalu pergi.
Setelah kepergian Kenan dan Bastian Amira sedikit berbincang-bincang dengan Alice, hingga ia berpamitan untuk pergi ke toilet dapur.
Amira berjalan menuju dapur sesampainya ia langsung melirik ke seluruh arah, setelah aman ia mengambil minyak goreng lalu ia menuangkan minyak ke seluruh lantai.
Habislah riwayatmu Alice ... selamat tinggal sayang ... Batin Amira.
Amira menaruh kembali minyak goreng lalu ia keluar dengan perlahan, ia kembali duduk di sofa yang berhadapan dengan Alice.
"Boleh ambilkan Tante minum Alice?"ucap Amira.
"Tentu saja Tante, tunggu sebentar ya."Alice bangun dan perlahan berjalan menuju dapur sesampainya ia di dapur ia berteriak.
"Aaahhkkk Tante Amira tolong!"teriak Alice Amira dengan terburu-buru menuju dapur sesampainya ia dan.
Bruuk.!
"Aahhhkkk sakit sekali ... "rintihan Amira.
"Tante tidak apa-apa?"ucap Alice yang melihat Amira terjatuh di lantai yang Amira siram minyak tadi.
Sial senjata makan tuan, bisa-bisanya dia lolos dari jebakan ku sial ... Batin Amira
"Tidak apa ... "ucap Amira ketus.
Bastian dan Kenan mendengar teriakan Amira mereka secepat kilat langsung menghampiri sumber suara, sesakpainya mereka disana terlihat Amira tergeletak di lantai yang penuh dengan minyak.
"Kenapa denganmu Amira?"ucap Kenan yang melihat Amira di lantai ia juga melihat Alice di sebalik pintu.
Mau ketawa takut dosa, ini namanya senjata makan tuan mama mama rasakan lah perbuatannya ... Batin Bastian.
Bastian membantu Amira berdiri sambil menahan tawanya agar tidak pecah, sedangkan Kenan ia membantu Alice keluar ia takut Alice terpeleset.
Amira dan Bastian langsung pulang sebab Amira merasa sangat sakit di seluruh tubuhnya, setelah mereka masuk kedalam mobil Bastian langsung terkekeh.
"Apa yang kau tertawakan?"ucap Amira yang memukul lengan Bastian.
"Tidak Ma, hanya saja aku merasa sangat lucu, kenapa bisa Mama yang terjebak?"ucap Bastian yang disusul gelak tawanya.
"Dasar kamu anak kurang ajar."ucap Amira yang memukul Bastian.
"Sudah cukup Ma, baiklah aku berhenti tertawa."ucap Bastian.
Amira hanya diam saja selama di perjalanan setelah mereka sampai rumah Amira langsung masuk kedalam kamarnya.
.
__ADS_1
.
Alice berada didalam kamar ia tengah duduk di sofa.
Untung saja aku tadi melihat tante Amira hendak mencelakai aku, semoga saja ini yang pertama dan terakhirnya ... Batin Alice.
Kenan Alice melamun ia langsung menghampiri Alice dan memeluk Alice dengan sangat mesranya.
"Apa yang kami pikirkan sayang?"ucap Kenan.
"Tidak ada Mas."ucap Alice cepat.
Mereka saling menatap satu sama lainnya, Kenan mencium Alice dengan sangat lembut dan perlahan.
"Sayang besok Mas sudah masuk kantor ya, kamu dan bayi kembar kita dirumah saja."ucap Kenan yang mengelus perut buncit Alice.
"Baiklah Mas kami akan dirumah saja."ucap Alice.
.
.
Saras berada di atas tempat tidurnya ia menangis didalam pelukan pantalnya namun ia merasa sangat pusing dan mual ia berlari menuju wastafel.
Huek .... huek ... huek .... huek.
Saras memuntahkan semua isi perutnya,ia kembali tidur setelah selesai muntah.
"Ada apa denganku, apa sebab aku dari pagi belum memakan apapun ya ... "ucap Saras yang mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya.
Saras merasa sangat sedih akan perkataan Bastian tadi sehingga ia tidak memperdulikan keadaannya saat ini, Saras menangis tersedu-sedu sehingga ia tertidur pulas dalam keadaan mata yang sudah membengkak.
.
.
Setelah selesai ia langsung pergi menuju kantor sebab hari ia akan menemui Azi untuk membahas proyek mereka, setelah ia sampai kantor ia langsung masuk menuju ruangan Bastian sebab ia ingin mengambil berkas-berkas penting.
Cklek.!
"Bas Papa minta berkas kota M ... "ucap Kenan yang baru masuk.
Bastian sedang memakan sarapannya ia terkejut melihat kedatangan Papanya.
"Maaf Pa sebentar Bastian ambilkan ... "ucap Bastian.
"Mengapa sarapan disini, kenapa tidak di luar atau dirumah saja?"ucap Kenan yang berhadapan dengan Bastian.
"Tidak Pa, Bastian merasa mual sekali sejak beberapa minggu ini."ucap Bastian yang memberikan berkas penting kepada papanya.
"Itu sebab kamu tidak teratur makan, bersiaplah kita akan bertemu dengan Azi dan Saras."ucap Kenan yang berlalu pergi.
Aku akan bertemu tante Saras. Batin Bastian.
Bastian mengambil ponselnya lalu ia berlalu pergi menuju mobil Kenan. Bastian yang mengemudi mobil milik Kenan.
Setelah mereka sampai mereka langsung menuju ruangan Azi, tanpa mengetuk pintu Kenan langsung masuk kedalam ruangan Azi.
Azi sedang bersantai menikmati segelas kopi bersama dengan wanita muda dan cantik, saat Kenan masuk bersama dengan Bastian Azi sangat terkejut.
"Azi ... "ucap Kenan yang membuka pintunya.
Bastian membulatkan matanya saat melihat siapa wanita tersebut.
__ADS_1
"Cepat pergi dulu sayang, nanti kita sambung lagi."bisik Azi di telinga gadis muda tersebut.
Setelah kepergian gadis tersebut Kenan Bastian dan Azi mereka duduk di sofa.
"Dimana Saras?"ucap Kenan.
"Tunggu sebentar mungkin ia masih dijalan."ucap Azi.
Tidak biasanya tante Saras terlambat ... Batin Bastian.
"Siapa wanita tadi ... "bisik Kenan di telinga Azi.
"Mainan baru, dan dia masih virgin aku merasakannya."bisik Azi di telinga Kenan.
"Kau sudah menidurinya?"bisik Kenan di telinga Azi.
"Belum, tetapi semalam aku memasukan jari ku ke nona miliknya sangat susah."bisik Azi di telinga Kenan.
Bastian hanya melihat saja saat mereka berbisik-bisik ia tidak dapat mendengar sama sekali percakapan mereka.
"Sebaiknya kau nikahi saja dia ... "bisik Kenan di telinga Azi.
"Nanti akan aku pikirkan."bisik Azi di telinga Kenan.
Saras datang dan duduk disamping Azi.
"Maaf terlambat, aku sedang tidak enak badan."ucap Saras.
Bastian hanya melihat wajah Saras yang memucat ia sama sekali tidak menyapa Saras.
"Apa kau sudah tidak memiliki suami, sehingga saat kau sakit tidak ada yang merawat mu?"ucap Kenan.
"Tidak, aku seorang janda mana ada yang merawat ku ... "ucap Saras yang melirik Bastian.
Benar dia sudah mengerti maksudku ... Batin Bastian.
"Ayo kita mulai ... "ucap Kenan.
Saat mereka sedang membicarakan proyek mereka Saras berlari masuk kedalam kamar mandi, ia memuntahkan isi perutnya semua Kenan dan Azi mereka membulatkan matanya.
"Kau rasa Saras hamil tidak?"ucap Azi yang menatap waja Kenan.
"Dan kurasa itu anakmu ... "ucap Kenan.
"Anakku darimana, aku sudah enam bulan tidak tidur dengannya, apa itu anakmu Bastian?"ucap Azi yang melirik Bastian.
"Tidak, aku selalu memakai pengaman saat berhubung dengannya."ucap Bastian cepat.
Kenan dan Azi lang memandang.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa untuk Like Vote Favorit Komentar jika ada saran dan kritikan komen saja.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semu.
I Love You semua.😘
__ADS_1