
Azi menggendong Dilara, sedangkan Riska ia menggendong Dilan dan Kenan ia hendak menggendong Alice namun Alice langsung menjauh.
"Ayah, Alice buatkan kopi?"ucap Alice.
"Boleh."ucap Azi yang sangat asik bermain bersama cucunya.
Alice bergegas pergi ke dapur dan di ikuti oleh Kenan. Sesampainya Alice di dapur ia melihat Kenan yang mengikutinya.
"Ada apa Mas?"ucap Alice.
"Tidak ada."ucap Kenan.
Perlahan Kenan mendekati Alice dan ia mencium pipi Alice.
"Mas, sudah nanti ada yang lihat malu tau."ucap Alice.
"Mengapa, biarkan saja."ucap Kenan.
Alice bergegas membuatkan kopi untuk Ayahnya. Setelah selesai Alice dan Kenan membawakan kopi untuk Ayahnya.
Mereka duduk di sofa bayi kembar Alice sudah tertidur bersama dengan pengasuh mereka.
"Ayah mertua, aku akan mengadakan resepsi pernikahan kami bulan depan."ucap Kenan.
"Yang benar saja, kau tidak malu?"ucap Azi yang menatap wajah Kenan.
"Benar, dan kami juga akan berbulan madu."ucap Kenan.
"Dasar, biar Joni yang mengaturnya bersama Ardi."ucap Azi.
"Yang benar saja Mas?"ucap Alice.
"Benar, untuk apa Mas berbohong."ucap Kenan.
"Udah Ce, terima aja biar si kembar Nenek sama Kakek yang menjaga mereka."ucap Riska yang di susul gelak tawanya.
"Iya Nenek."ucap Alice.
"Kau tenang saja Ken, biar semuanya aku yang mengurusnya sebab ini juga resepsi pernikahan anakku yang pertama."ucap Azi.
"Baiklah. Aku percaya kepadamu, aku ingin semua rekan bisnis ku hadir."ucap Kenan.
"Kau tenang saja, aku akan mengantarnya bersama dengan Aliya."ucap Azi.
"Aliya akan ikut Ayah?"ucap Alice.
"Iya, besok dia sampai Ayah yang meminta dia kemari untuk menemani ibu sambungnya."ucap Azi.
"Bagus sekali Ayah, Alice sangat merindukan dia."ucap Alice.
"Om, ayo kita pulang Riska akan mempersiapkan kamar untuk Aliya."ucap Riska.
"Baiklah, Ken, Alice, Ayah pulang dulu."Azi mencium puncak kepala Alice.
"Baik Ayah."Alice dan Kenan mengantarkan Azi sampai depan rumah, setelah kepergian Azi dan Riska.
Kenan masuk kedalam kamar bersama dengan Alice. Mereka duduk di bibir ranjang.
"Mas, maaf Alice belum bisa melayani Mas."ucap Alice pelan.
"Tidak apa, ini semua juga karena salah Mas."ucap Kenan.
"Tidak Mas, ini salah Alice."ucap Alice lirih.
__ADS_1
"Ini salah Mas sayang."ucap Kenan.
"Salah Alice Mas."ucap Alice.
"Tidak sayang, ini semua salah Mas."ucap Kenan.
"Salah Alice Mas."ucap Alice.
Waduh salah siapa ni sebenarnya, kalian pusing gak. ngomong-ngomong ini sudah mendekati end lo.
Azi dan Riska langsung pulang ke rumah mereka sebab besok Aliya akan datang, setelah mereka sampai rumah Azi dan Riska langsung duduk di ruang tamu.
"Coba Om telfon Aliya."ucap Riska.
"Iya sebentar ya."ucap Azi.
Azi mengambil ponselnya dan ia segera menelfon putrinya.
📞Aliya.
"Halo Ayah."ucap Aliya.
"Halo sayang, apa kamu besok jadi datang?"ucap Azi.
"Jadi Ayah, dan Aliya akan lama disana tidak apa kan?"ucap Aliya.
"Tidak Nak, kamu bisa bekerja bersama Ayah disini."ucap Azi.
"Benarkah Ayah?"ucap Aliya.
"Benar, Ayah tutup dulu telfonnya."ucap Azi.
"Baik Ayah, sampai bertemu besok."ucap Aliya
Aku merasa sangat bahagia saat bersama anak-anakku dan juga cucu-cucuku. Batin Azi.
.
Keesokan harinya.
Aliya sudah sampai Kota A ia masih ada di bandara ia sedang menunggu jemputan dari Azi, Aliya duduk di bangku yang berada disana ia melihat seorang laki-laki menghampirinya.
"Nona Aliya?"ucap Joni.
"Benar, kau siapa?"ucap Aliya yang menatap wajah Joni.
"Saya Sekertaris tuan Azi, beliau meminta saya menjemput Nona."ucap Joni.
Yang benar saja ayah ... Batin Aliya.
Aliya mengikuti Joni setelah mereka didalam mobil Aliya duduk di samping Joni sebab ia tidak ingin duduk di bangku belakang.
"Kamu Sekertaris Ayah?"ucap Aliya.
"Benar Nona, saya masi baru bekerja bersama tuan Azi."ucap Joni yang sedang menyetir mobil.
Di lihat-lihat dia tampan juga, tapi sayang dia hanya seorang sekertaris saja. Batin Aliya.
Setelah mereka sampai rumah Azi, Aliya langsung masuk kedalam rumah sedangkan Joni ia langsung kembali ke Kantor.
Aliya masuk kedalam terlihat Riska sudah menunggu dirinya.
"Pagi Ibu."ucap Aliya yang menghampiri Riska.
__ADS_1
"Pagi juga Aliya, kamu pasti lelah bukan, ayo kita pergi kedalam kamarmu."ucap Riska.
Aliya mengikuti Riska menuju kamarnya, setelah mereka sampai Aliya duduk di sofa sambil membuka sandalnya.
"Aliya, jika kamu ingin sesuatu katakan saja."ucap Riska.
"Aliya bisa ambil sendiri Ibu."ucap Aliya.
"Jangan panggil Ibu, panggil saja Kakak."ucap Riska.
"Baik Kaka, jika Aliya ingin sesuatu Aliya bisa ambil sendiri. Kakak sedang hamil bukan?"ucap Aliya yang menatap wajah Riska.
"Benar. Kalau begitu Kakak pergi dulu ya."ucap Riska.
Riska pergi menuju kamarnya ia menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya.
Bagaimana perasaan ku nantinya jika aku bertemu mantan istri om Azi. Batin Riska.
Riska menatap langit-langit kamarnya sambil terus memikirkan Azi.
.
Joni yang baru sampai Kantor ia langsung masuk kedalam ruangan Azi sebab Azi sudah menelfon dirinya terus, saat Joni masuk terlihat Ardi juga berada disana.
Kenapa ada Ardi disini, pasti ada yang sangat penting makanya tuan Azi memanggil kami disini. Batin Joni.
"Ada apa Tuan?"ucap Joni ia duduk di samping Ardi.
"Kalian banyak sekali tugas untuk bulan depan."ucap Azi.
"Tugas apa Tuan?"ucap Joni dan Ardi bersamaan.
"Untuk pernikahan Kenan dan Alice, aku akan menambahkan satu orang lagi besok dia akan menemui kalian, dan aku harap kalian bisa bekerja dengan baik."ucap Azi.
Siapa orang yang akan membantu kami nantinya, apa orang tersebut akan membuat kami tambah susah. Batin Joni.
"Baik Tuan, laksanakan."ucap Joni dan Ardi bersamaan.
"Bagus, kalian boleh pergi."ucap Azi.
Joni dan Ardi pergi dari ruangan Azi Joni kembali ke ruangannya sedangkan Ardi ia harus kembali ke Kantor Tuannya.
Joni duduk di bangku kekuasaannya.
Kenapa aku sangat tertarik dengan anak tuan Azi, dia sangat manis seperti nona Alice. Batin Joni.
Joni sangat menyukainya Alice namun ia tahu bahwa Alice sudah menikah dengan CEO terkaya no tiga di Kota A, Joni sangat menyukai Aliya sejak mereka bertemu tadi ia merasa ada getaran didalam dadanya.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya, jika kalian punya saran dan kritikan komen saja.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1