
Saras dan Bastian sedang di perjalanan menuju Kota M meraka butuh empat jam perjalanan menuju Kota M, saat di perjalanan Saras hanya diam saja sama halnya dengan Bastian.
Sebenarnya aku masih sangat mencintai Bastian, namun dia tidak mencintai ku ... biarkan saja seperti ini. Batin Saras.
Sesekali Bastian melirik kearah Saras ia melihat Saras hanya menatap kearah jendela saja.
Sebenarnya aku sangat merindukan mu sayang, tapi entah mengapa saat aku tahu kau orang yang membuat aku terpisah dari mama, aku sangat membencimu. Batin Bastian.
Empat jam kemudian.
Mereka telah sampai Kota M dan mereka berada di villa Azi, Bastian masuk kedalam kamarnya dan Saras masuk kedalam kamarnya.
Saras menidurkan tubuhnya di atas kasur lalu ia menatap langit-langit kamarnya.
"Kenapa jadi seperti ini, apa mungkin ini karma untukku?"ucap Saras lirih.
Saras merasa sangat pusing dan mual ia berlari keluar menuju wastafel dan memuntahkan isi perutnya, sesudah ia muntah ia merasa sangat pusing perlahan ia berjalan dan terjatuh pingsang.
Bastian melihat Saras terjatuh ia langsung membawa tubuh Saras masuk kedalam kamar Saras, ia meletakan tubuh Saras dengan perlahan lalu ia mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Saras.
"Tante bangunlah ... "ucap Bastian.
Perlahan Saras membuka matanya ia kira ia sedang bermimpi bertemu Bastian.
"Sayang, aku sangat mencintaimu bisakah kembali dalam kehidupan ku?"ucap Saras dalam isak tangisnya.
__ADS_1
Bastian hanya diam saja ia bingung hendak menjawab apa.
"Aku tahu ini cuma mimpi, setidaknya aku masi bisa melihat wajahmu seperti ini ... "ucap Saras ia mengelus wajah Bastian.
"Ini benar-benar aku Tante ... "ucap Bastian pelan.
Saras langsung menarik tangannya dan ia langsung bangun lalu ia duduk dihadapan Bastian.
"Maaf, lupakan saja kata-kata ku tadi ... "ucap Saras.
"Em-"terputus Saras langsung menjawab perkataan Bastian.
"Terimakasih telah menolong ku, kau boleh pergi dari sini."ucap Saras.
Setelah kepergian Bastian Saras menangis tersedu-sedu, baru kali ini ia merasakan sakit hati yang mendalam dan baru kali ini ia merasa sangat tidak berguna.
"Aku ... sangat mencintaimu Bastian. Kenapa kau tidak misa memaafkan ku ... "ucap Saras dalam isak tangisnya.
Bastian masuk kedalam kamarnya ia duduk di bibir ranjang dan ia memainkan ponselnya terlihat postingan Kisya.
"Apa itu anakku?"ucap Bastian ia melita Kisya memposting foto bersama seorang bayi laki-laki.
Bastian langsung menelepon Kisya namun tak kunjung di angkat, lalu ia mengirimkan pesan kepada Kisya melalui WhatsApp.
💌Bastian" Kisya, ku mohon katakan itu anakku?" isi pesan singkat dari Bastian.
__ADS_1
Namun Kisya tidak membalas pesan dari Bastian, lalu Bastian membuka galery terlihat fotonya bersama dengan Saras dan terlihat sangat mesra.
"Apa keputusan ku ini benar, dan apakah dia hamil anakku. Kenapa aku meragukannya?"ucap Bastian.
Bastian melihat postingan WhatsApp Saras yang memasukan foto tespek bergaris dua dan bertuliskan.
Semoga kami cepat berkumpul kembali bersama Deddy.
Bastian langsung terdiam lemas saat ini ia sangatlah bingung ia tidak bisa berpikir jernih saat ini, ia juga masih memikirkan tentang Kisya yang sudah lama pergi dan saat ini sudah melahirkan.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman maaf ini bab pendek.
ini bonus untuk kalian ya, semakin kalian banyak komen semakin Author kasi banyak Bonus baca.
Yuk Komen Like Vote Favorit.
Salam manis untuk kalian semuanya.
__ADS_1