Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Foto prewedding


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Kenan dan Alice foto prewedding, dan mereka sudah bersiap untuk melakukan sesi pemotretan.


Aliya dan Joni mempersiapkan semuanya, Aliya membantu Alice bersiap ia juga memakaikan Alice makeup.


"Aliya, kamu pandai sekali memakai makeup."ucap Alice.


"Tidak terlalu pandai Kak."ucap Aliya yang tersenyum.


"Tidak pandai, ini saja Kakak sudah seperti Barbie."ucap Alice.


"Kakak memang sangat cantik."ucap Aliya.


Alice melihat dirinya di cermin ia sangat senang melihat dirinya seperti Barbie.


Kenan sudah siap ia menghampiri Alice dan ia sangat terpana melihat kecantikan Alice.


"Sayang, kamu sangat cantik."ucap Kenan ia menghampiri Alice.


"Biasa saja Mas."ucap Alice.


"Tidak, ini sangat terlihat berbeda."ucap Kenan.


Aliya melihat mereka mengobrol Aliya langsung keluar ia melihat Joni sedang bermain dengan Dilan, Aliya menghampiri mereka dan ia duduk di samping Joni.


"Dilan, dimana adikmu?"ucap Aliya.


"Hey, mereka kembar mana ada adik dan kakak?"ucap Joni.


"Kau tidak tahu rupanya, Dilan adalah Kakak Dilara."ucap Aliya.


Dasar wanita tidak mau salah, dan selalu ingin benar. Batin Joni.


"Baiklah, terserah padamu saja."ucap Joni.


Aliya menggendong Dilan ia sesekali mencium Dilan dengan sangat gemas hingga Riska datang bersama dengan Azi.


"Siang Tuan."ucap Joni.


"Siang juga, sudah di mulai?"ucap Azi.


"Sebentar lagi sedang menunggu tuan Zixa."ucap Joni.


"Em iya, Aliya sayang."ucap Azi yang melihat putrinya.


"Iya Ayah?"ucap Aliya.


Aliya mendekati Ayahnya dan mencium pipi Ayahnya.


"Tadi pagi kamu tidak menunggu Ayah terlebih dahulu bukan?"ucap Azi.


"Hehehe, maaf Ayah. Joni dia cepat sekali menjemput Aliya."ucap Aliya.


"Hey Nona, aku sudah sangat lama menunggu anda di depan rumah."ucap Joni.


"Kau ini, aku sudah mengatakan padamu kalau aku butuh waktu untuk bersiap."ucap Aliya.


Azi dan Riska mereka hanya melihat Joni dan Aliya saling menyalahkan mereka sangat sering melihat mereka bertengkar.


"Aku sudah menunggu mu selama satu jam lamanya Nona Aliya Prananda."ucap Joni.


"Kau tidak tahu kalau wanita bersiap-siap butuh waktu dua jam."ucap Aliya.

__ADS_1


"Ya ampun Nona, kau tahu aku sudah menelepon mu dari semalam agar kau cepat bangun."ucap Joni yang menatap wajah Aliya.


"Kau ini, mana aku tahu kalau aku tidak bangun cepat."ucap Aliya yang menatap wajah Joni.


"Nona arogan, besok-besok aku tidak mau bekerja sama dengan mu lagi."ucap Joni.


"Oh, kau kira aku sudi bekerja sama dengan mu?"ucap Aliya yang tak mau kalah dari Joni.


"Sudah, jika kalian ingin bertengkar dengan lama silahkan pergi dari sini."ucap Azi.


Aliya dan Joni sama-sama terdiam mereka sangat takut kalau Azi sudah berbicara. Mereka mengingat saat Azi sangat marah besar ketika mereka bertengkar.


Flashback on


Aliya sangat kesal kepada Joni sebab Joni sudah meninggalkan dirinya di gedung pernikahan di karenakan Aliya sangat lama di dalam toilet, Aliya menghampiri Joni di ruangan kerjanya Aliya bertengkar hingga Azi menghampiri mereka.


"Kau benar-benar keterlaluan Joni, kenapa kau meninggalkanku disana!"Aliya menatap tajam kearah Joni.


"Sudah ku takkan bukan, aku ada meeting penting bersama ayahmu."ucap Joni.


"Kau bisa mengunggu ku bukan?"ucap Aliya.


"Kau tau, aku sudah lama menunggu mu entah apa yang kau lakukan didalam toilet."ucap Joni.


"Buang air kau kira aku buang apa?"ucap Aliya.


"Sebaiknya Nona pergi dari sini, aku sangat banyak pekerjaan."ucap Jona.


"Aku belum selesai berbicara!"teriak Aliya.


Azi mendengar mereka bertengkar ia langsung masuk.


Aliya dan Joni langsung terdiam mereka langsung menatap wajah Azi yang terlihat sangat marah.


"Bisakah kalian tidak bertengkar satu hari saja, kalian tidak mau setiap hari tidak tau tempat kalian selalu bertengkar!"bentak Azi.


Joni dan Aliya hanya diam saja mereka sangat takut akan kemarahan dari Azi.


Aku pastikan kalau aku di pecat maka aku akan membuat perhitungan kepada dia. Batin Joni.


"Sekarang kalian diam, kemana suara kalian tadi, kalian tidak malu di dengar oleh Karyawan yang lainnya!"bentak Azi.


Awas saja kau Joni aku akan membalas mu nanti. Batin Aliya.


"Maaf Tuan."


"Maaf Ayah."


Azi langsung keluar dari ruangan Joni. Setelah kepergian Azi, Aliya langsung pergi sebelum ia pergi ia menatap tajam kearah Joni.


Flashback off


"Maaf Ayah."


"Maaf Tuan."


"Sebaiknya kalian bersahabat dan jangan selalu bertengkar."ucap Azi.


"Hati-hati lo kalau kalian suka bertengkar entar jodoh lo."ucap Riska.


Aliya dan Joni saling memandang.

__ADS_1


Amit-amit deh, jangan sampai aku dan dia berjodoh. Batin Aliya.


Riska dan Azi tertawa melihat Aliya dan Joni saling memandang dengan tatapan kebencian.


Jangan sampai aku berjodoh dengan dia, aku tidak membayangkan kalau aku menikahinya. Batin Joni.


Acara pemotretan Alice dan Kenan berjalan sangat lancar kini hari sudah sore mereka pulang masing-masing, sedangkan Aliya ia harus mengerjakan satu tugas lagi bersama Joni.


Saat mereka mengerjakan tugas mereka hujan turun Aliya cepat-cepat berlari masuk kedalam mobil bersama dengan Joni.


"Kau lihat hujan."ucap Aliya.


"Aku tidak mau bertengkar, aku lelah."ucap Joni.


"Lalu bagaimana tugas kita, hari sudah semakin malam, dan hujan?"ucap Aliya.


"Kau tenang saja, ayo kita ke cafe saja."ucap Joni.


"Aku tidak ingin, kita pergi saja ke apartemen mu."ucap Aliya.


"Ha, mengapa?"ucap Joni.


"Di cafe dingin."ucap Aliya.


"Aku tidak mau."ucap Joni cepat.


"Cepat, apa aku tinggalkan semua tugas ini untuk mu?"ucap Aliya.


"Baiklah."ucap Joni.


Joni mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen miliknya, setelah mereka sampai Joni mengambil payung dan ia keluar bersama dengan Aliya.


Mereka masuk kedalam apartemen Joni, Aliya duduk di sofa dan ia langsung membuka Leptopnya.


"Aku buatkan kau teh dulu."ucap Joni yang berlaku pergi ke dapur.


Aliya hanya tersenyum ia kembali fokus pada layar Leptopnya.


Joni datang dan memberikan segelas teh hangat untuk Aliya."Terimakasih."


"Minumlah terlebih dahulu, aku akan menghidupkan penghangat ruangan."ucap Joni.


Joni menghidupkan penghangat ruangan lalu ia menghampiri Aliya dan membantu Aliya mengerjakan tugas mereka.


Mereka tidak menyadari bahwa hari sudah semakin larut. Aliya tertidur di sofa sedangkan Joni ia masih mengerjakan tugas dengan sangat fokus hingga ia tidak melihat Aliya sudah tertidur pulas.


Joni sudah menyesuaikan tugas mereka hingga ia tertidur di bawah sofa ia tidak ingat untuk mengantarkan Aliya pulang.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak.


Like Vote Favorit komen.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2