
Setelah seharian bekerja akhirnya Azi pulang saat ia sampai rumah ia langsung mencari keberadaan istri kecilnya, saat ia membuka pintu kamar ia melihat Riska duduk termenung di ranjang pandangan Riska ke arah jendela.
Azi menghampiri Riska ia memeluk Riska dari belakang.
"Sayang, kenapa termenung?"ucap Azi ia melihat wajah Riska.
Azi sangat terkejut melihat Riska menangis dan matanya sudah memerah.
"Ada apa sayang, kenapa kau menangis?"ucap Azi ia memeluk Riska dan Riska menangis tersedu-sedu didalam pelukan Azi.
"Kenapa Om, Riska salah apa sama Om?"ucap Riska dalam isak tangisnya.
"Kamu tidak salah, dan tidak bersalah."ucap Azi yang memandang wajah Riska.
"Lalu, kenapa Om mengatakan Riska hanya mainan Om saja?" ucap Riska.
"Ah, kamu mendengar itu dimana?"ucap Azi.
"Tadi, di kantor Om."ucap Riska.
Ya ampun, ternyata tadi Riska mendengar ucapan ku ... Batin Azi.
"Kamu salah paham, kamu tidak habis lagi mendengar ucapan Om bukan?"ucap Azi.
"Jelaskan sekarang."ucap Riska.
Azi menceritakan kejadian tadi kepada Riska setelah mendengarkan penjelasan Azi, Riska langsung tersenyum dan ia berhenti menangis.
.
.
Kenan dan Alice sudah siap mereka akan menghadapi Ayah Alice untuk makan malam bersama, Kenan sengaja mengajak Alice untuk menemui Ayahnya sebab Kenan merasa kepo akan kejadian tadi.
Kalau bukan penasaran malas sekali Aku menemui Azi, semoga saja Alice tidak mencurigainya ... Batin Kenan.
Kenan dan Alice langsung masuk kedalam mobil, Kenan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Azi.
Setelah sampai Kenan dan Alice langsung turun dan masuk kedalam rumah Azi.
"Mas, pasti mereka didalam kamar."ucap Alice yang melihat rumah Azi sangat sunyi.
"Iya, kita suruh aja si Mbok panggil mereka."usul Kenan.
Alice setuju Mbok pergi menuju kamar Azi ia memanggil mereka dan mereka berdua keluar, Riska sangat senang akan kedatangan Alice.
Riska berkali menuju ruang tamu ia melihat Alice dan segera memeluk Alice.
"Alice, elo gak marah lagi kan sama gue."ucap Riska yang memeluk Alice sangat erat.
"Gue gak pernah marah sama elo, cuma gue kecewa aja kenapa elo bohongi gue."ucap Alice.
__ADS_1
Riska melepaskan pelukannya dan ia menatap wajah Alice, Alice sangat terkejut melihat mata Riska yang sembab.
"Elo, habis nangis?"ucap Alice.
"Ah, iya gue habis nangis."ucap Riska.
Apa yang terjadi ya, kok jadi penasaran sekali .... Batin Kenan.
Kenan hanya melihat Alice dan Riska bercerita hingga kedatangan Azi.
"Ayah mertua."ucap Kenan yang melihat Azi datang dan duduk di sampingnya.
"Tidak usah manis seperti itu."ucap Azi ketus.
Dasar mertua alay, dari dulu sampai sekarang dia selalu saja ketus ... Batin Kenan.
Mereka bercerita dan bercanda bersama mereka juga makan malam bersama, setelah laut malam Kenan dan Alice berpamitan pulang.
.
Setelah sampai rumah Kenan dan Alice langsung tidur sebab mereka sangat mengantuk.
Tiga bulan kemudian.
Hari-hari yang di lewati Alice dan Kenan sangatlah sempurna mereka sangat senang akan kehamilan Alice yang sudah memasuki usia kelahiran, Alice akan operasi Caesar hari ini kini ia sudah ada di rumah sakit.
Alice berada di kamar VIP Kenan Azi, Riska mereka sedang menunggu jadwal operasi Caesar Alice, dan ada juga Bastian disana ia membawa Saras yang sedang hamil disana.
"Sabar, masih ada waktu lima bulan lagi."ucap Saras.
Alice sangat gugup hingga ia hanya diam saja sedangkan Kenan ia juga merasa sangat gugup dan takut, Kenan baru pertama kali merasakan hal seperti ini sebab ini adalah anak pertamanya.
Azi duduk di sofa bersama dengan Riska ia sangat takut sebab ia memikirkan keadaan anaknya, Azi diam dalam pikirannya ia memikirkan tentang Alice yang akan melakukan operasi Caesar.
Semoga saja Alice selamat dan kedua anak mereka ... Batin Azi.
Riska hanya tersenyum melihat Alice ia sangat iri kepada Alice dan Saras sebab ia belum juga hamil, ia menikah dengan Azi sudah tiga bulan namun ia tak kunjung hamil ia juga merasa sedih.
Kapan gue hamil, setiap malam udah goyang ngebor, tapi kenapa belum hamil juga ... Batin Riska.
Kenan duduk di samping Alice ia memegang tangan Alice."Sayang, berjanjilah pada Mas kamu akan selamat bersama dua bayi kita."
Alice tersenyum."Alice tidak bisa berjanji, tetapi Alice akan berjuang.
Kenan mencium wajah Alice dan ia meneteskan air matanya.
"Jangan menangis seperti anak kecil Ken."ucap Azi.
Kenan langsung menatap tajam kearah Azi.
"Kau ini manusia atau pohon pisang, kau memiliki jantung tapi tidka memiliki hati."ucap Kenan.
__ADS_1
Sontak yang ada disana langsung tertawa-tawa.
"Sudah Mas, kenapa harus ribut?"ucap Alice yang menegang tangan Kenan.
"Kamu lihat dia, apa yang dia ucapkan tadi."ucap Kenan.
"Sudahlah tidak apa."ucap Alice.
Mereka mengobrol dan tertawa bersama hingga Perawat datang untuk membawa Alice ke ruang operasi.
Setelah Alice di bawa Kenan menemani Alice untuk melakukan operasi Caesar, Kenan dan Alice sudah berada di ruang operasi.
Perawatan menyuntikkan obat bius di tubuh Alice seketika ia tidak merasakan apa-apa, lalu ia berbaring di tempat tidur para Perawat memasang beberapa selang ke tubuh Alice.
Kenan hanya bisa mengeluarkan air matanya melihat Alice di suntik dan di pasangkan beberapa selang.
Semoga Alice selamat, setelah ini aku tidak akan membiarkan Alice melahirkan lagi, aku tidak ingin dia merasakan sakit seperti ini lagi ... Batin Kenan.
Setelah semua sudah siap mulailah Dokter menjalankan tugasnya, Kenan tidak sanggup melihat Dokter membuka perut Alice ia melihat wajah Alice.
Setelah Dokter melakukan operasi Caesar Dokter mengeluarkan anak Kenan satu persatu, suara tangis bayi kembar yang di dengar oleh Kenan membuat ia sangat bahagia dan ia menangis.
Perlahan ia melihat dua bayi kembar yang masuk berlumur darah, Kenan merasa pusing dan ia terjatuh ke lantai membuat para perawat disana kebingungan.
"Dok, suami pasien pingsang."ucap perawat.
"Cepat bawa keluar."ucap Dokter.
Alice hanya bisa diam saja sebab saat ini ia sangat lemas tidak berdaya, setelah mereka selesai melakukan operasi Alice di pindahkan ke ruang sebelah.
Anak kembar Kenan di bawa keruangan bayi Azi dan Riska yang menjaga disana sebab Kenan belum sadarkan diri, Kenan berada di ruangan berasa dengan Alice.
Azi dan Riska melihat bayi kecil dan sangat lucu.
"Om, lihat mereka yang ini mirip sekali Alice, dan yang satu lagi mirip sekali dengan om Kenan."ucap Riska yang melihat dua bayi kecil didalam box bayi.
"Benar."ucap Azi.
"Siapa nama mereka Om?"ucap Riska.
Azi hanya diam saja sebab ia tidak tau nama cucu-cucunya.
Aduh gimana ni teman-teman, Author belum tau nama anak kembar Alice dan Kenan.
Kalau kalian ada saran nama kembar bayi cowok sama cewek, Komen ya.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.