
"Alice, Mas mohon mengertilah."ucap Kenan dengan lembut.
"Maaf Mas, Alice tidak ingin jadi yang kedua."ucap Alice dengan tegas.
"Sayang mengapa bicara seperti itu?"ucap Kenan cemas.
"Mas silakan memilih antara Alice dan tante Amira?"ucap Alice tegas.
"Jangan buat Mas seperti ini sayang."ucap Kenan yang menghapus air mata Alice.
"Baiklah, Alice pergi maaf Alice tidak bisa berbagi."ucap Alice yang beranjak pergi.
Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan ... Batin Kenan.
Kenan langsung mengejar Alice, namun Alice dengan secepat kilat pergi menaiki taksi.
Alice terus-menerus mengeluarkan air matanya ia sangat kecewa pada Kenan.
Kenapa disaat aku mulai bahagia bersama om Kenan, datangnya parasit, aku pastikan om Kenan akan kembali kepada ku ... Batin Alice.
Setelah 30 menit Alice sampai rumah Azi Prananda.
Alice langsung turun ia bergegas masuk kedalam dan terlihat Azi sedang bersama Aliya.
"Ayah ... "Alice berlari ia langsung menangi kedalam pelukan Ayahnya.
"Ada apa Nak?"ucap Azi panik.
"Ayah hiks ... hiks... "ucap Alice dalam isak tangisnya. Azi sangat hapal akan anaknya.
"Apa yang di perbuat Kenan sayang?"ucap Azi yang sedikit marah.
"Ayah tante Amira ... "ucap Alice.
"Iya kenapa dia?"ucap Azi.
__ADS_1
"Sudah kembali ... "ucap Alice. Azi sangat terkejut.
"Benar sayang jadi selama ini dia belum meninggal?"ucap Azi.
"Bagaimana dengan Alice Ayah?"ucap Alice dalam isak tangisnya.
"Tenang saja, Ayah akan memberinya sedikit pelajaran."ucap Azi tegas.
Aliya mendekati Alice."Kakak ... "
"Aliya, maafkan Kakak."ucap Alice yang memeluk Aliya.
"Kakak maaf, sudah membuat Kakak salah paham."ucap Aliya mereka saling berpelukan.
"Harusnya Kakak yang meminta maaf kepada mu."ucap Alice. Aliya tersenyum sedangkan Azi dia sangat marah pada Kenan.
"Aliya bawa Kakak mu masuk kedalam kamar."ucap Azi.
"Baik Ayah. Kak ayo ikut dengan ku."ucap Aliya tersenyum.
Setelah kepergian Alice dan Aliya. Azi menelfon Kenan.
πKen.
"Halo Zi, aku bisa menjelaskannya."
"Tidak perlu!"
"Aku akan melepaskan Amira Zi."
"Sebaiknya, kau selesaikan dulu masalah mu baru kau menjemput anak Ku!"
Belum sempat Kenan menjawab Azi sudah memutuskan telfonnya.
Azi masuk kedalam kamar anak gadisnya terlihat Aliya Sedang menenangkan Alice yang terus menangis.
__ADS_1
Amira aku sangat membenci mu, lihat saja bukan Azi namanya kalau tidak bisa membuat mu menderita. Batin Azi.
Azi bergegas pergi Alice sudah mulai tenang akan ucapan Aliya.
"Kak, sebaiknya, Kakak harus berjuang bukannya mengalah seperti ini Kak."ucap Aliya. Alice terdiam benar apa yang di bicarakan Aliya.
"Maksudnya?"ucap Alice kurang paham.
"Maksud ku, Kakak harus memperjuangkan cinta om Ken, Kakak tidak boleh kalah akan istri pertama om Ken."ucap Aliya menasehati Alice.
Apa yang di katakan oleh Aliya memang benar, tapi aku ingin om Kenan yang memilih di antara kami. Batin Alice.
"Nanti akan Kakak pikirkan terimakasih atas sarannya."ucap Alice.
Mereka saling bertukar cerita sesekali Alice menceritakan Kenan Aliya juga bercerita tentang Mama dan Papanya pada Alice.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Pagi semua, gimana ni apakah Amira akan menghancurkan rumah tangga Alice dan Kenan.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan beri hadiah sebanyaknya.
Jangan lupa Komen ya.
I Love You semua.π
__ADS_1