
Aliya perlahan membuka matanya ia sangat terkejut saat melihat Joni ada di sampingnya, Aliya langsung bangun dan melihat jam sudah pukul lima pagi.
"Joni!"teriak Aliya.
Joni langsung bangun ia sangat terkejut saat Aliya berteriak.
"Ada apa?"ucap Joni.
"Kau, kenapa kau tidak mengantar aku pulang?"ucap Aliya.
"Ya ampun, maaf aku lupa."ucap Joni yang menatap wajah Aliya.
"Sekarang antar aku pulang, dan katakan kepada ayahku kalau kita tidak berbuat apa-apa."ucap Aliya.
"Baiklah, ayo aku antar kau pulang."ucap Joni.
Joni mengantarkan Aliya setelah mereka sampai Joni dan Aliya masuk kedalam dan terlihat Azi sedang duduk di sofa.
"Ayah ... "ucap Aliya pelan.
Azi langsung menoleh ia langsung berdiri.
"Kalian duduk disini."Azi menunjuk sofa kosong dihadapannya.
"Maaf Tuan, ini semua salah saya ... "ucap Joni pelan.
"Apa saja yang kalian lakukan?"ucap Azi.
"Kami tidak berbuat apa-apa Ayah."ucap Aliya.
"Cik. Tidak mungkin laki-laki dan wanita pergi selama satu malam dan tidak terjadi apa-apa."ucap Azi.
"Ayah ... kami tidak berbuat apa-apa. Joni kau jelaskan kepada Ayah."ucap Aliya yang menatap wajah Joni.
"Iya Tuan, kami tidak berbuat apa-apa."ucap Joni.
"Bohong!"bentak Azi.
Aliya dan Joni langsung terdiam mereka tidak ada yang berani bersua.
"Katakan sejujurnya!"bentak Azi lagi.
"Benar Ayah, kami tidak berbuat apa-apa."ucap Aliya.
Tidak mungkin mereka tidak berbuat apa-apa. Batin Azi.
"Satu hari ini kalian akan Ayah tahan di rumah ini, agar kalian mengakui perbuatan kalian."ucap Azi.
"Tidak bisa seperti itu Ayah, jika kami mengaku apa yang akan Ayah lakukan?"ucap Aliya.
"Akan Ayah nikahkan kalian."ucap Azi.
"Ayah, tolong jangan seperti ini."ucap Aliya.
Azi hanya terdiam dia langsung berlalu pergi sedangkan Joni dan Aliya hanya diam saja di sofa, mereka saling menatap satu sama lainnya dengan tatapan tajam.
Tidak sudi aku menikah dengannya. Batin Aliya.
Joni hanya menatap tajam kearah Aliya saja.
Aku tidak akan menikahi dia, dia tidak seperti Alice yang lembut manja dia sangat galak. Batin Joni.
.
__ADS_1
.
Alice sudah terbangun sepagi ini sebab anak kembarnya ingin meminum susu, Alice memberikan Dilara dan Dilan asi secara bersamaan.
"Nak, Papa tidak di beri susu juga?"ucap Kenan yang sedang memegang Dilara.
"Mas, apa yang Mas katakan."ucap Alice.
"Lihatlah mereka menyusu berdua."ucap Kenan.
"Dasar mesum, mereka masih kecil Mas."ucap Alice.
"Kamu menyukainya bukan?"ucap Kenan.
"Tau ah."ucap Alice.
Alice dan Kenan bercanda tawa sampai Alice selesai memberikan Dilara dan Dilan asi.
.
.
Aliya masih terdiam saja bersama Joni mereka tidak ada yang bersuara hingga pukul tujuh pagi. Azi datang bersama dengan Riska mereka duduk di hadapan Aliya dan Joni.
"Kenapa hanya diam saja?"ucap Azi.
"Tidak apa, percuma saja kalau berbicara pun Ayah tidak akan percaya."ucap Aliya ketus.
"Ayah percaya, hanya saja Ayah menghukum kalian."ucap Azi yang tersenyum.
"Benarkah Ayah?"ucap Aliya.
"Benar, mana mungkin kalian selalu bertengkar dan kalian melakukan hal macam-macam."ucap Azi.
"Aku percaya kepadamu Jon, kau selalu menjaga pandangan mu terhadap wanita, kau pria yang baik."ucap Azi.
Dasar cari muka saja. Batin Aliya.
"Terimakasih Tuan, saya permisi dulu."ucap Joni.
"Iya, hati-hati."ucap Azi.
Joni langsung bangun ia berjalan perlahan saat ia berada di depan Aliya ia mengelus rambut Aliya hingga berantakan.
"Kau sangat menyebalkan!"teriak Aliya.
Joni tertawa ia langsung berlalu pergi dari sana.
"Cie ... cie ..."Riska menggoda Aliya.
"Kak, apaan sih."ucap Aliya yang berlalu pergi masuk kedalam kamarnya.
"Om, mengapa Om sangat percaya pada Joni?"ucap Riska.
"Kamu ini, coba bayangkan mereka seperti musuh mana mungkin mereka melakukan olahraga panas."ucap Azi.
"Benar juga, tapi bisa saja bukan?"ucap Riska yang memandang wajah Azi.
"Kalau itu benar terjadi, tidak mungkin mereka terlihat biasa-biasa saja. Pasti kalau habis bercinta mereka akan seperti lem dan kertas."ucap Azi.
"Sudah berpengalaman."ucap Riska yang menatap tajam kearah Azi.
"Iya dan bersamamu."ucap Azi.
__ADS_1
Riska langsung berlalu pergi masuk kedalam kamarnya dan Azi mengikutinya.
.
.
Aliya menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya ia ingin tidur lagi sebab hari ini hari sabtu, ia tidak ada kegiatan lagi bersama Joni semua pekerjaan bersama dengan Joni sudah ia selesaikan.
Aliya menutup matanya dan ia teringat akan wajah Joni saat mereka bersama. Aliya teringat saat Joni memeluk dirinya saat mereka terjatuh akibat bertengkar.
Flashback on
"Ini semua adalah salah mu, jika saja kita cepat maka kitalah yang mendapatkan gedung itu."ucap Aliya yang menatap wajah Joni.
Joni yang sedang duduk langsung berdiri menatap tajam wajah Aliya dengan jarak yang sangat dekat.
"Kau mengatakan ini adalah salahku, ini bahkan adalah kesalahan mu semuanya."ucap Joni.
"Kau!"
Aliya memukul dada Joni hingga Joni kehilangan keseimbangan ia terjatuh dan menarik tubuh Aliya, Aliya terjatuh di atas tubuh Joni mereka saling menatap satu salam lainnya.
Perasaan apa ini, aku tidak boleh main hati. Batin Aliya.
Aliya langsung bangun ia juga membantu Joni untuk bangun.
"Sakit sekali tubuhku ini, kau harus memijat tubuhku ini."ucap Joni.
"Cik. Tidak sudi aku."ucap Aliya yang segera pergi.
Flashback off
Aliya tersenyum saat mengingat masa-masa itu, ia melihat ponselnya ada pesan masuk dari Joni.
๐Joni"Jangan berkhayal tentang tadi, saat aku mengelus rambutmu."
"Dasar menyebalkan, lihat saja aku akan membuat dia jatuh cinta padaku. Dan aku akan menghancurkan hatinya."ucap Aliya yang menatap layar ponselnya.
.
.
Joni sudah sampa Apartemen miliknya ia segera menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya, ia melihat ponselnya dan ia melihat pesannya sudah di baca oleh Aliya ia tersenyum.
Ada apa denganku, aku tidak suka dengan wanita galak itu, dia tidak seperti kakaknya. Batin Joni.
Joni melihat foto Aliya dan Alice yang ia ambil saat sesi pemotretan kemarin, Joni sangat bahagia melihat wajah Alice ia sangat menyukai Alice.
"Alice ... jika saja kau adalah milikku. Makah aku akan membuat mu sangat bahagia."ucap Joni yang mengelus foto Alice.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya jika kalian punya saran dan kritikan komen saja.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.๐ญ