
Pagi hari ini Riska akan kembali ke Kota A bersama dengan Azi mereka sedang bersiap-siap.
Azi melihat Riska termenung di bibir ranjang lalu ia menghampiri Riska.
"Hey, kenapa melamun?"ucap Azi yang membelai rambut Riska.
"Ha, tidak Om ... "ucap Riska.
"Apa kita akan berangkat sekarang?"tanya Azi.
"Iya Om, ayo kita berpamitan kepada ayah dan ibu ... "ucap Riska.
Mereka berjalan menuju ruang tamu dan mereka duduk di hadapan Ayah dan Ibu Riska.
"Ayah, kami akan kembali ke Kota."ucap Riska yang menatap wajah Ayahnya.
"Iya Nak, kamu harus ikut kemanapun suamimu pergi."ucap Ayah Riska.
"Pak, ini ada sedikit uang untuk Ibu dan Bapak."ucap Azi ia memberikan amplop coklat kepada orang tua Riska.
"Tidak usah Nak, Bapak sama Ibu tidak ingin merepotkan mu."ucap Ayah Riska yang melirik istrinya disampingnya.
"Saya sudah menikahi anak Bapak, dan saya juga sudah menganggap Bapak sebagai orang tua saya."ucap Azi.
"Baiklah akan Bapak terima, semoga kamu semakin sukses dan bahagia ... "ucap Ayah Riska.
"Terimakasih Pak, saya juga akan sering-sering kemari ... "ucap Azi.
"Iya Nak, Bapak sama Ibu juga senang mendengarnya ... "ucap Ayah Riska.
Ibunya Riska hanya diam ia saat ini sedang memeluk putrinya ia tidak ingin jauh dengan anaknya, tetapi ia juga tidak bisa menahan anaknya untuk tinggal bersamanya.
Setelah melepaskan rindu Azi dan Riska berlalu pergi sebab Azi sudah beberapa hari ini meninggalkan pekerjaannya, mereka hanya diam saja didalam perjalanan Azi hanya sesekali melirik kearah Riska.
Tiga jam kemudian.
Azi dan Riska sudah sampai rumah Azi mereka langsung masuk kedalam kamar Azi, Riska duduk di sofa sedangkan Azi ia menidurkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
Empuknya ranjang ini, aku jadi teringat akan kejadian kemarin dan itu sangatlah memalukan ... Batin Azi.
Flashback on
Azi dan Riska sedang bercanda di atas ranjang Riska, mereka bercanda tawa.
"Kamu tau sayang, Om sangat menyukaimu sejak kita pertama bertemu ... "ucap Azi.
"Benarkah, lalu kenapa kita berpacaran baru-baru ini saja?"ucap Riska.
"Sebab Om, tidak berani ... "ucap Azi.
"Pasti sebab Om terlalu tua bukan?"ucap Riska yang di susul gelak tawanya.
Seketika Azi langsung lompat dan memeluk Riska dan.
Bruk.
__ADS_1
"Aahhhhkk ... "teriak Riska.
Ayah dan ibu Riska mendengar anaknya berteriak langsung masuk kedalam kamar Riska yang tidak memiliki pintu.
Saat mereka masuk kedalam kamar anaknya mereka sangat terkejutnya melihat Azi dan Riska.
"Ada apa ini Nak?"ucap Ayah Riska.
"Ha, Ayah, Ibu ... "ucap Riska.
Azi sangatlah malu saat ini sebab ia dan Riska mereka telah merobohkan tempat tidur milik Riska, Ayah Riska langsung membantu Azi dan Riska bangun dan membereskan tempat tidur yang sudah patah.
"Kenapa tempat tidurnya patah Nak?"ucap Ibu Riska.
Seketika Azi langsung menutup wajahnya menggunakan tangannya.
Sial, bisa-bisanya tempat tidur buluk ini patah membuat aku malu saja ... Batin Azi.
"Ibu ini kayak tidak tau saja pengantin baru ... "ucap Ayah Riska yang membereskan tempat tidur yang roboh tersebut.
Seketika Azi tampah merasa malu ia langsung keluar dan duduk di bangku belakang rumah, Azi melihat tidak ada orang yang mengikutinya lalu ia tertawa terbahak-bahak.
Flashback off
Azi tertawa membayangkan dirinya kemarin dan Riska menghampiri Azi yang tertawa sediri.
"Ada apa Om, kenapa Om tertawa sendri, Om masi sehatkan?" ucap Riska yang menegang kening Azi.
"Ha, Om masi sehat sayang ... "ucap Azi ia menatap wajah Riska lalu tangannya menarik tangan Riska hingga terjauh di atas tubuhnya.
"Tidak akan, Om akan melanjutkan permainan yang sudah lama tertunda ... "ucap Azi ia mencium wajah Riska.
"Tidak bisa Om, Riska sedang datang bulan ... "ucap Riska.
Azi langsung melepaskan tubuh Riska lalu ia duduk.
"Om, sangat kecewa ... apa tidak bisa kamu tempel dulu, masa harus sekarang."ucap Azi yang menatap tajam kearah Riska.
"Apanya yang mau di tempel Om?"ucap Riska.
"Aakkhh ... "teriak Azi Riska langsung memeluk Azi.
"Maafkan Riska Om, mungkin satu minggu lagi sudah bisa Om."ucap Riska.
Seketika Azi langsung terjatuh pingsan mendengar seminggu lagi ia harus berpuasa, Riska panik melihat Azi pingsang ia langsung mencari cara agar Azi bisa sadar. Hingga ia melihat kaus kaki Azi ia langsung mengambil kaus kaki tersebut.
Perlahan Riska meletakan kaus kaki Azi di hidung Azi dan benar saja Azi langsung tersadar.
"Sayang apa yang kamu lakukan?"ucap Azi ia sangat terkejut melihat Riska memegang kaus kaki miliknya.
"Ini Om, alat yang membantu Om sadar."ucap Riska gugup.
Azi langsung pingsan kembali.
"Om!"teriak Riska yang melihat Azi pingsang.
__ADS_1
.
.
Kenan dan Alice berada di kantor sebab hari ini mereka akan melihat kepergian Bastian dan Saras, untuk pergi menuju Kota M meraka akan melihat proyek disana.
Alice dan Kenan melihat Bastian yang sudah pergi menggunakan mobil kantor setelah kepergian mereka, Kenan dan Alice masuk kedalam ruangan Kenan mereka duduk di sofa.
"Kenapa ayah belum kembali juga ya Mas?"ucap Alice.
"Hari ini dia akan kembali, semalam dia menelfon Mas, dan mengatakan bahwa dia akan membawakan tamu untuk mu."ucap Kenan.
"Tamu?"ucap Alice bingung.
"Iya, kita lihat saja nanti sayang."ucap Kenan.
Kenan kembali duduk di bangku kekuasaan miliknya ia menatap layar Leptopnya, sedangkan Alice hanya memainkan ponselnya hingga ia melihat postingan yang di unggah oleh Kisya.
"Mas, lihat ini Kisya sudah melahirkan."ucap Alice ia memperlihatkan postingan Kisya kepada Kenan.
"Benar Sayang, tapi kenapa dia tidak kembali?"ucap Kenan ia melihat Kisya memposting foto bersama seorang bayi kecil yang terlihat seperti laki-laki.
"Ada apa dengannya dan Bastian ya Mas?"ucap Alice.
"Entahlah, tapi yang pasti dia harus bertanggung jawab. Sebab itu adalah anaknya."ucap Kenan.
"Lihat Mas, lucu sekali anak Kisya bukan?"ucap Alice ia terus melihat poto Kisya .
"Iya sayang, sebentar lagi kita juga akan memilihnya."ucap Kenan yang mengelus perut buncit Alice.
"Benar, bahkan kita akan memiliki dua Mas."ucap Alice.
"Bagaimana dengan wajah mereka ya, Mas sangat penasaran."ucap Kenan.
"Tunggu beberapa bulan lagi Mas."ucap Alice.
"Iya sayang ...."Kenan mencium perut Alice dan bayi kembar Alice menendang dengan sangat keras.
"Mereka menendang mu dengan sangat keras, apa tida sakit sayang?"ucap Kenan yang menatap wajah Alice.
"Tentu sakit Mas, tetapi Alice sangat menyukainya."jawab Alice dengan senyuman bahagianya.
Kenan tersenyum mereka bercanda dan mengobrol bersama dengan calon bayi kembar mereka.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan jangan lupa berikan hadiah sebanyaknya.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.