
Azi berjalan mendekati Riska, ia duduk di samping Riska dan membelai rambut Riska.
"Sayang sekali kita berada disini ... "ucap Azi yang mencium rambut Riska.
"Maksudnya Om?"ucap Riska gugup.
"Malam pertama."ucap Azi.
"Bukankah tadi pagi sudah?"ucap polos Riska.
"Kita tidak melakukan apa-apa tadi pagi."ucap Azi.
"Bukankah, tadi pagi Riska merasakannya dan Riska sudah tidak virgin lagi?"ucap Riska.
Azi tersenyum dan ia tertawa kecil.
"Kamu ini, kita lihat saja besok kita akan menginap di hotel."bisik Azi di telinga Riska.
Azi berjalan menuju tempat tidur Riska lalu ia menidurkan tubuhnya di atas kasur, Riska mengikuti Azi ia tertidur di samping tubuh Azi dan ia di pelukan oleh Azi.
.
.
Pagi ini ini Alice dan Kenan sudah bersiap mereka akan pergi berlibur ke pantai sebab Alice yang memintanya, Alice sudah siap dan rapi meski perut yang sudah membuncit tidak menghalangi Alice untuk berpergian.
"Sayang benar kamu tidak apa?"ucap Kenan yang sedikit cemas.
"Tidak Mas, tenang saja."ucap Alice yang menatap wajah tampan Kenan.
"Mas, khawatir dengan keadaan mu."ucap Kenan yang mengelus perut buncit Alice.
"Tenang saja Mas, Alice baik-baik saja."ucap Alice ia tersenyum.
"Baiklah kita akan pergi ke pantai."ucap Kenan ia mencium pipi Alice.
Mereka pun pergi menuju pantai, jarak menuju pantai lumayan jauh butuh waktu dua jam perjalanan.
Selama di perjalanan Alice terus tersenyum dan bernyanyi, Kenan sangat menyukai suara merdu Alice ketika bernyanyi.
"Sayang, bolehkah kamu menyanyi lagu. Seluruh cinta?"ucap Kenan yang tengah menyetir mobil.
"Tentu saja, dengan senang hati."ucap Alice.
Alice mulai bernyanyi.
Lagu Cakra Khan dan Siti Nurhaliza.
Seluruh Cinta.
Menatap kepergian dirimu.
Menatap, menangis, sedih tak tertahan.
Terbayang saat bersama, lewati masa terindah saat kau memelukku, tuturkan cinta.
Kaulah seluruh cinta bagiku yang selalu menentramkan perasaanku dirimu'kan selalu ada disini ku selamanya.
"Suara mu sangat indah Sayang ... "ucap Kenan yang meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Lalu, mengapa menangis?"ucap Alice ia menghapus air matanya yang berjatuhan dari mata Kenan.
"Mas, tidak bisa membayangkan jika kita berpisah."ucap Kenan.
"Dasar, buncin halu."ucap ucap Alice.
"Kamu meragukan cinta Mas?"ucap Kenan.
"Tidak, hanya saja heran melihat Kakek bucin ... "ucap Alice yang di susul gelak tawanya.
"Jadi kamu mengatakan kalau Mas ini, Kakek?"ucap Kenan.
Alice hanya tertawa lepas saat ini ia sangat bahagia memiliki suami yang sangat sayang padanya, Kenan juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Alice.
Dua jam kemudian.
Kenan dan Alice sudah sampai pantai yang sangat indah disana juga sangat ramai pengunjung, Alice dan Kenan keluar dari mobil dan mereka berjalan menuju pantai.
Alice tersenyum melihat betapa indah dan cantiknya pantai tersebut ia mencium pipi Kenan dengan sedikit menaikan kakinya, sebab Kenan sangat tinggi dan ia juga merasa terlalu pendek.
"Terimakasih Mas, sudah membawa Alice ke sini Alice sangat menyukainya."ucap Alice.
"Sama-sama zayang, tapi ini tidak gratis."ucap Kenan.
Alice menghentikan langkahnya ia menatap wajah Kenan.
"Lalu, bagaimana cara membayarnya?"ucap polos Alice.
"Nanti malam, kita akan melakukan."ucap Kenan.
Alice langsung memukul lengan Kanan ia langsung pergi menuju ombak kecil. Kenan tertawa dan ia mengikuti Alice bermain di ombak pantai.
Begini kalau memiliki Istri yang masih anak-anak ... Batin Kenan.
Tak terasa hari sudah siang mereka berhenti bermain air mereka beristirahat di pondok yang berada di pinggir pantai, Alice memakan makanan yang di pesan oleh Kenan ia juga memakan rujak bua segar yang berbeda disana.
"Sayang, sebaiknya kita pulang saja ya?"ucap Kenan yang melihat Alice memakan rujak buah.
"Tidak mau, Alice ingin sampai sore di sini."ucap Alice ia sangat menikmati embusan angin pantai yang sangat sejuk.
"Baiklah, tapi Mas ingin kamu menyanyi satu lagu untuk Mas."ucap Kenan.
"Baiklah ... "ucap Alice.
Alice mulai bernyanyi.
Ini gimana lee kok o Om manis lee.
Gue jatuh cinta terngiang ngiange.
Aku jadi giman giman gitu ya Om, aku masih kecil suka sama Om Om.
Kenan langsung menutup mulut Alice menggunakan tangannya.
"Om, Om, gini kamu bucinkan?"ucap Kenan.
"Tadi katanya suruh nyanyi, kok malam di tutup mulutnya."ucap Alice.
"Nyanyi yang lain, masa nyanyi Om, Om?"ucap Kenan.
__ADS_1
"Itu lagu yang mewakili perasaan Alice Mas."ucap Alice yang membelai pipi Kenan.
"Kamu ini bisa saja, Mas jadi meleleh."ucap Kenan yang di susul gelak tawa Alice.
Mereka melanjutkan bermain di tepi pantai Alice sangat bahagia dan Kenan juga bahagia melihat Alice bahagia.
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu hari sudah semakin sore, Kenan dan Alice sudah meningkatkan pantai kini mereka berada didalam mobil.
Kenan dan Alice sudah mandi sewaktu mereka berada di pantai tadi, disana ada kamar mandi khusus untuk para wisatawan, Alice dan Kenan berhenti ke Restoran untuk makan sebab Alice merasa sangat lapar dan lelah.
Setelah mereka selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah, saat di perjalanan Alice sudah mengantuk hingga ia tertidur pulas di samping Kenan.
Istri kecilku, aku sangat beruntung memiliki wanita seperti dirimu ... Batin Kenan.
Kenan menatap wajah Alice yang sangat cantik dan manis ia sudah merasa bucin kepada Alice.
Setelah sampai rumah Kenan langsung menggendong tubuh Alice masuk kedalam kamar mereka, Kenan dengan perlahan meletakan tubuh Alice ke tempat tidur.
Kenan perlahan menidurkan tubuhnya di samping tubuh Alice, namun ia terbangun kembali saat ponselnya berdering.
"Siapa yang menelepon malam-malam begini."ucap Kenan ia bergegas mengambil ponselnya dan menerima panggilannya.
"Halo, ada apa?"ucap Kenan dengan ketus.
"Dasar kau menantu kurang ajar!"bentak Azi.
"Menganggu saja, katakan ada apa Ayah?" ucap Kenan.
"Memang tidak ada kesopanan mu, dimana putriku?" ucap Azi.
"Sudah tidur, kami baru pulang dari pantai."ucap Kenan.
"Kenapa kau tidak mengajak kami?" ucap Azi.
"Memangnya kau dimana Ayah?"ucap Kenan.
"Benar juga aku berada di luar kota, beri tahukan kepada putriku, besok aku akan membawa tamu untuk dia."ucap Azi.
Sebelum sempat Kenan menjawab Azi sudah memutuskan sambungan teleponnya.
"Dasar mertua kurang ajar, belum selesai aku berbicara dia sudah menutupnya."ucap Kenan ia bergegas tidur kembali.
.
.
.
Bersambung.
Pagi semua, gimana kabar kalian? Author pengan dapat saran dari kalian semua ni.
Alice kira-kira bakal menerima Riska tidak ya. menjadi Ibu sambungnya Alice.
Author penasaran ni yuk komen.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘