Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Perasaan Aliya


__ADS_3

Joni menghampiri Aliya dan Zixa ia duduk di tengah-tengah mereka. Aliya dan Zixa hanya menatap wajah Joni saja.


"Ada apa?"ucap Joni yang melihat Aliya dan Zixa melihat dirinya saja.


"Tidak ada, apa tugas mu sudah selesai?"ucap Zixa.


"Belum, tetapi aku ingin istirahat sebentar."ucap Joni.


Aku yakin dia hanya cari alasan saja. Batin Aliya.


"Kau mau minum?"ucap Aliya yang memberikan air mineral yang di berikan oleh Zixa tadi.


"Terimakasih."ucap Joni yang mengambil air mineral yang di berikan oleh Aliya.


Sepertinya Joni menyukai Aliya. Batin Zixa.


"Aku permisi dulu, sebenarnya hari ini aku libur karena ada kendala aku tetap bekerja hari ini untuk kalian."ucap Zixa.


"Terimakasih banyak Pak Zixa. Entah bagaimana nasip kami kalau tidak ada Bapak."ucap Aliya.


"Sama-sama, tidak usah memanggil Bapak panggilan saja Kak Zixa."ucap Zixa yang tersenyum melihat Aliya.


Aliya membalas senyuman dari Zixa dan Joni hanya melihat mereka saja, setelah kepergian Zixa mereka berdua mengerjakan tugas mereka kembali.


Tak terasa waktu cepat sekali berlalu kini sudah sore hari namun pekerjaan mereka masih sangat banyak, mereka berdua butuh waktu selama satu minggu baru menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Jon, ayo kita pulang aku sangat lelah."ucap Aliya.


"Pulang saja aku nanti malam akan pulang."ucap Joni yang terus-menerus mengerjakan pekerjaannya.


"Ayolah Jon, ini sudah hampir malam."ucap Aliya.


"Kau tidak tahu rupanya, aku selalu bekerja dan aku libur hanya sabtu dan minggu saja."ucap Joni.


"Jon, biarkan aku saja yang mengerjakan pekerjaan ini selama kau bekerja."ucap Aliya.


Joni mendekati Aliya dan menatap wajah Aliya dengan sangat dekat.


"Nona manis, pulang saja aku akan disini saja kau lihat banyak sekali tugas untuk ku."ucap Joni.


"Baiklah aku akan disini saja, aku tidak bisa meninggalkan mu disini dengan semua pekerjaan ini."ucap Aliya.


"Sayang, tolong pulanglah."ucap Joni.


"Hah, sayang?"ucap Aliya.


Joni tidak mengatakan apapun ia menarik tangan Aliya menuju mobilnya, setelah sampai mobil Joni langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Azi.


Saat di perjalanan mereka hanya diam saja dalam pikirannya masing-masing.


Mengapa dia bilang sayang tadi. Batin Aliya.


Setelah mereka sampai Aliya langsung turun ia melihat Joni dari luar jendela.


"Terimakasih ... ingat kau tidak boleh terlalu capek."ucap Aliya yang berlalu pergi dan ia tersenyum pada Joni.


Setelah kepergian Aliya Joni langsung mengemudikan mobilnya menuju gedung pernikahan Kenan dan Alice.

__ADS_1


Aliya masuk kedalam rumah sambil terus tersenyum dan Riska sangat aneh melihat Aliya tersenyum."Aliya ... "


"Hah, ada apa Kak?"ucap Aliya yang menghampiri Riska di sofa.


"Kenapa dengan mu?"ucap Riska.


"Aku baik-baik saja Kak."ucap Aliya yang merasa sangat heran.


"Terus mengapa kamu terus tersenyum?"ucap Riska.


"Tidak ada Kak, Kakak salah lihat."ucap Aliya.


Pasti ada yang di rahasiakan oleh Aliya, biarkan sajalah. Batin Riska.


Aliya berlalu pergi menuju kamarnya ia menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya dan ia memejamkan matanya.


"Kenapa aku terus memikirkan dirinya saja, aku tidak boleh."ucap Aliya.


Aliya menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum.


.


.


Joni masi membereskan gedung pernikahan Kenan dan Alice ia berhenti dan melihat foto Alice yang berada di ponselnya.


"Kau sangat cantik Alice. Sayangnya kau sudah menikah saat kita bertemu."ucap Joni.


Joni sangat menyukai Alice saat mereka pertama bertemu satu tahun yang lalu.


Flashback on


"Alice datang .... "Alice berteriak saat memasuki ruangan kerja Azi.


Alice membulatkan matanya saat ia melihat pria asing yang berada didalam ruang kerja Azi.


"Siapa kau?"ucap Alice yang masi berada di depan pintu.


"Saya Sekertaris tuan Azi."ucap Joni.


"Oh, dimana ayahku?"ucap Alice.


Manis sekali, dan ternyata dia anak tuan Azi. Batin Joni.


"Masih ada urusan mungkin sebentar lagi kembali. Silakan duduk Nona, saya permisi dulu."ucap Joni yang berlalu pergi ia melihat Azi bersama Kenan.


"Menantu dimana anakku, apa dia sudah datang?"ucap Azi yang berjalan bersama dengan Kenan.


"Katanya sudah sampai."ucap Kenan.


Setelah mereka masuk kedalam ruangan Azi, Joni langsung masuk kedalam ruangannya.


"Ternyata dia sudah memiliki suami, sayang sekali aku menyukai dia."ucap Joni yang duduk di sofa.


Flashback off


Joni tersadar ia langsung mematikan ponselnya dan ia kembali bekerja ia di bantu oleh anak bua Zixa, Joni selama satu malam terus bekerja hingga ia tertidur di bangku yang berada disana.

__ADS_1


Setelah pagi hari tiba Joni masi tertidur sebab ia tidur sudah jam lima pagi, saat Aliya datang kesana ia melihat Joni tidur sambil duduk di bangku, perlahan Aliya menghampiri Joni ia menatap wajah Joni dengan sangat dekat.


Ternyata Joni sangat tampan, aku tidak bisa membohongi mataku. Batin Aliya.


"Jangan melihatku terus, nanti kau bisa jatuh cinta."ucap Joni yang masih menutup matanya.


Aliya langsung mundur dan menjauh dari Joni. "Siapa yang melihatmu terus?"ucap Aliya.


"Aku tahu Aliya."ucap Joni.


Sial, menyesal aku memandang wajahnya tadi. Batin Aliya.


"Kau tidak pulang semalam, aku tadi datang ke apartemen mu."ucap Aliya.


"Tidak usah khawatir sayang, aku baik-baik saja."ucap Joni yang membuka matanya.


"Benarkah, sepertinya kau harus mandi."Aliya menutup hidungnya.


"Aku sangat bau sayang?"ucap Joni.


"Sangat bau busuk."ucap Aliya.


Joni menghampiri Aliya dan mencoba memberikan badannya ke hidung Aliya agar Aliya menghirup aroma baunya, Aliya berlari hingga ia tersandung dan terjatuh di atas tubuh Joni mereka saling menatap satu sama lainnya.


Apa aku benar-benar menyukainya, aku tidak boleh mempunyai rasa padanya. Batin Aliya.


"Jantung mu berdetak kencang."ucap Joni.


Aliya langsung bangun dan ia merapikan penampilannya."Aku baik-baik saja."


"Sebaiknya aku pulang dulu, kau disini saja aku hanya sebentar saja."ucap Joni.


"Aku ikut."ucap Aliya.


Joni menaikan sebelah alisnya dan ia menatap wajah Aliya.


"Kau yakin, aku akan mandi dan jika ... "terputus Aliya langsung memotong ucapannya.


"Tidak akan terjadi apa-apa, aku ikut ayo kita pergi."ucap Aliya.


"Baiklah."ucap Joni yang bergegas pergi.


Setelah mereka sampai dalam mobil Aliya menatap wajah Joni."Kau sudah makan?"


"Belum bukankah aku baru bangun."ucap Joni yang sudah melajukan mobilnya.


Aliya tersenyum melihat Joni.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1


Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


__ADS_2