
Azi menarik tangan Riska hingga mereka terjatuh ke tempat tidur dan mereka bertatap muka.
Ya ampun, om Azi sangatlah tampan meski usianya sudah tidak muda lagi tetapi wajahnya sangat tampan dan muda ... Batin Riska.
"Ingat kita tidak akan putus ... "ucap Azi ia membelai pipi Riska dengan sangat lembutnya.
"Bisakah Om bangun?"ucap Riska yang berada di bawah tubuh Azi.
"Tidak akan, sebelum kamu mengatakan bahwa kita tidak putus ... "ucap Azi.
"Baiklah kita tidak akan putus."ucap Riska.
Azi tersenyum ia langsung bangun dan duduk di samping Riska. Azi melihat ponselnya berdering ternyata Sekretarisnya yang menelfon.
"Ada apa?"ucap Azi ketus.
"Bapak tidak masuk, dan bu Saras juga tidak masuk, saya bingung Pak."ucap Sekertaris Azi.
Azi menepuk keningnya ia baru tersadar kalau hari ini ia tidak masuk Kantor.
"Kemana Saras?"ucap Azi yang melirik Riska.
"Cuti Pak, dia sakit dan mungkin lusa baru masuk kembali."ucap Sekertaris Azi.
"Baiklah sebentar lagi aku akan ke sana."ucap Azi langsung memutuskan sambungan telfon.
Riska menatap wajah Azi dan Azi bangun ia melihat Riska yang terus memandangnya.
"Jangan merindukan Om ya, Om akan ke Kantor dulu. Jika kamu ingin bertemu Om datanglah."ucap Azi.
Riska hanya tersenyum saja dan Azi berjalan perlahan ia mencium kening Riska dan berlalu pergi.
Kok om Azi jadi semakin sweet sih ... Batin Riska.
Setelah Azi keluar dari kamar Kos Riska ia langsung masuk kedalam mobilnya, ia langsung menuju Kantornya ia lupa kalau saat ini ia belum mandi.
Setelah sampai ia langsung masuk kedalam namun saat ia berada didalam semua mata tertuju padanya.
Ada apa dengan mereka, sepertinya mereka sangat terpana akan penampilanku ... ha, penampilanku ... Batin Azi.
Azi langsung melihat penampilannya ia membulatkan matanya, ia langsung berlari masuk kedalam ruangannya.
Azi duduk di sofa."Sial, kenapa aku bisa lupa mandi."ucap Azi.
Azi menelfon Sekretarisnya ia meminta Sekretarisnya untuk membawakannya baju, setelah Sekretarisnya membawakan baju ia langsung mengenakannya.
.
.
Setelah seharian berada di Kantor Kenan bergegas pulang sebab hari sudah semakin sore, namun ia tidak ingin pulang terlebih dahulu melainkan ia akan menemui Bastian sebab ia sangat menghawatirkan keadaan Bastian.
Setelah ia sampai rumah Amira ia langsung bergegas masuk kedalam, ia melihat Bastian tidur di sofa sambil menonton film ia langsung menghampiri Bastia.
"Bas ... "ucap Kenan ia memegang kening Bastian.
"Papa."ucap Bastian melihat Papanya.
"Apa kamu masi tidak enak badan?"ucap Kenan lembut.
__ADS_1
"Iya Pa, bagaimana jika aku tidak sembuh?"ucap Bastian.
"Bicara apa kamu ini, seminggu lagi kamu sudah berangkat ke Kota M untuk melihat proyek kita yang di sana, bersama dengan Saras."ucap Kenan.
Yang benar saja, aku ingin melupakannya kenapa malah kami harus bersama dalam waktu yang lama ... Batin Bastian.
"Baiklah Pa ... "ucap Bastian lembut.
"Semoga seminggu lagi kalian sudah sembuh."ucap Kenan.
Bastian membulatkan matanya.
"Kalian?"ucap Bastian yang menatap wajah Papanya.
"Ya, kamu dan Sara."ucap Kenan.
Ternyata dia sakit juga ... Batin Bastian.
"Iya semoga saja."ucap Bastian.
Meraka saling bercerita hingga malam hari tiba Kenan berpamitan untuk pulang ia takut Alice akan marah kepadanya, saat Kenan berada di jalan ia melihat Saras masuk kedalam Swalayan Kenan langsung membuntuti Saras.
Kenan masuk kedalam Swalayan ia melihat Saras mengambil beberapa susu ibu hamil Kenan sangat terkejut.
Ternyata benar dia hamil, tapi dia hamil dengan siapa. Batin Kenan.
Kenan langsung menghampiri Saras.
"Kau hamil?"ucap Kenan.
Saras menoleh ia terkejut melihat Kenan ada di belakangnya.
"Jawab pertamanya ku, kau hamil anak siapa?"ucap Kenan.
"Aku tidak hamil."ucap Saras.
"Bohong, jadi untuk apa susu ibu hami ini."ucap Kena yang memegang susu yang ada di tangan Saras.
"Ini ... ini, untuk teman ku."ucap Saras gugup.
"Cik. Kau berbohong lagi."ucap Kenan.
"Untuk apa kau bertanya, iya aku hamil ... "ucap Saras.
"Benarkan."ucap Kenan.
"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur urusanku ... "ucap Saras yang berlalu pergi.
Kenan mengambil susu ibu hamil untuk Alice setelah itu ia langsung pulang, setelah ia sampai rumah ia langsung masuk kedalam kamar.
Kenan melihat Alice sedang memoles wajahnya mengunakan makeup.
"Sayang."Kenan memeluk Alice dari belakang.
"Mas, kenapa baru pulang?"ucap Alice yang menatap wajah Kenan.
"Maaf, tadi Mas pergi melihat Bastian dia sakit."ucap Kenan.
"Oh, ya sudah mansi sana nanti kita makan bersama."ucap Alice.
__ADS_1
Kenan tersenyum ia mencium pipi Alice lalu ia masuk kedalam kamar mandi. Alice menyiapkan baju untuk Kenan setelah itu ia duduk di bibir ranjang sambil menunggu Kenan keluar.
Kenan keluar ia melihat Alice sudah menyiapkan bajunya, ia langsung memakai bajunya.
"Terimakasih sayangku."Kenan memeluk Alice dan ia mencium seluruh wajah Alice.
"Sudah Mas."ucap Alice.
Kenan duduk di samping Alice.
"Mas sedang bingung sayang."ucap Kenan.
"Kenapa Mas?"ucap Alice.
"Saras hamil."ucap Kenan.
"Hamil, anak Mas?"ucap Alice.
Kenan tertawa ia mengelus rambut Alice dengan sangat gemas.
"Tentu tidak sayang. Mas rasa dia hamil anak Bastian tapi Bastian tidak mengakuinya."ucap Kenan.
"Lalu?"ucap Alice.
"Mas ingin Bastian bertanggung jawab, Mas tidak ingin ia menjadi pria brengsek."ucap Kenan.
"Tapi mereka sudah menikah Mas?"ucap Alice.
"Benar tetapi baru ini mereka berpisah."ucap Kenan.
"Besok temui Bastian, Mas tanyakan kepadanya."ucap Alice. Kenan tersenyum ia mencium kening Alice.
"Terimakasih sayang."ucap Kenan ia memeluk Alice dengan sangat eratnya.
Kenan dan Alice keluar mereka akan makan malam bersama, Kenan membuatkan susu untuk Alice ia juga menyuapi Alice dengan sangat manis.
Aku harap Bastian tidak seperti ayahnya ... Batin Kenan.
Setelah selesai makam malam mereka masuk kembali kedalam kamar mereka, Kenan memijat tubuh Alice sebab ia merasa Alice sangat lelah membawa anak kembar mereka.
Kenan sangat memanjakan Alice sebab ia berpikir Alice sangat lelah karena anak kembar mereka sangat aktif, di usia kehamilan yang sudah semakin tua membuat Alice kesulitan mengerjakan sesuatu.
Aku sangatlah beruntung memiliki om Kenan dia pria yang sangat baik dan bertanggungjawab ... Batin Alice.
Alice menatap wajah Kenan ia sangat senang di perlakukan seperti seorang ratu oleh Kenan.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa untuk tingkatkan jejak kalian Like Vote Favorit Komentar jika ada saran dan kritikan komen saja.
Author bukanlah apa-apa kalau tidak ada kalian semua.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.😘
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.