
Kenan merasa pusing ia mencoba menenangkan diri di balkon, saat sedang santai Amira datang.
"Ken ... "ucap Amira.
"Iya ... "jawab Kenan dengan raut wajah sedih.
"Kemana Alice, apa dia pergi karena aku?"ucap Amira mulai mendekati Kenan.
"Iya Mira, bagaimana ini dia tengah hamil anak ku dan kembar."ucap Kenan. Amira terkejut mendengar Alice hamil anak kembar.
"Jadi calon anak pertama mu kembar?"ucap Amira yang duduk di samping Kenan.
"Iya, apa sebaiknya kau tinggallah di rumah papa tidak mungkin kalian 1 atap?"ucap Kenan. Amira tersenyum.
"Ken, aku tidak masalah tidak di anggap, bukankah dulu selama kita menikah kau tidak pernah menyentuh ku?"ucap Amira.
"Maaf, setiap aku ingin menyentuh mu, aku teringat bagaimana paman ku menyentuh mu."ucap Kenan.
"Maafkan aku Ken. Aku akan melakukan apa saja, agar kau mau menyentuh ku."ucap Amira.
"Aku, tidak bisa Mira, sebaiknya aku mengantarkan mu ke rumah peninggalan orang tua mu."ucap Kenan dengan tegas.
Kenapa kau tidak pernah melupakan hal itu Ken, aku sangat menyesal sudah meninggalkan mu selama ini. Batin Amira.
"Apa sebegitu berharganya Alice buat mu Ken?"ucap Amira.
"Sangat berharga, dia memberi ku keperawanan yang tidak kau berikan pada ku."ucap Kenan.
Beraninya kau Ken, lihat saja nanti aku akan membuat mu menyesali perkataan mu. Batin Amira.
"Baiklah aku setuju, biar aku dan Bastian tinggal bersama."ucap Amira ia sedang merencanakan sesuatu.
Kenan sudah bersiap namun ia ingin menelfon Bastian terlebih dahulu.
📞Bastian.
"Halo Pa, ada apa?"
"Bisakah kau bertemu seseorang di rumah kakek mu?"
"Bisa Pa tapi mengapa sore ini ingin bertemunya?"
"Ini penting Bas..."
"Baiklah Pa aku akan segera ke sana."
"Papa akan menunggu mu."
Panggilan terputus Kenan bergegas pergi bersama Amira, mereka pergi tanpa Bu Nafisa mengetahuinya.
30 Menit berlalu.
Mereka telah sampai namun Bastian belum sampai, Amira dan Kenan langsung masuk walaupun rumah itu tidak ada yang tinggal di sana tapi rumah itu selalu dirawat.
"Semua berkumpul disini!"teriak Kenan dari ruang tamu.
"Ken, siapa yang merawat rumah ini?"ucap Amira yang memandangi seisi rumah milik Papanya.
"Aku menyuruh para pelayan."ucap Kenan yang tengah duduk santai.
Tak berselang lama pelayan semua berkumpul di rumah itu menghadap Kenan.
__ADS_1
"Ada apa Tuan?"ucap kepala pelayan.
"Kalian semua dengar baik-baik, ini Amira Nyonya baru kalian."ucap Kenan dengan tegas.
"Kami mengerti Tuan ... "ucap mereka bersamaan. Bastian telah sampai ia datang sendiri tanpa adanya Saras.
"Papa, siapa wanita ini, mengapa dia mirip Mama?"ucap Bastian yang menatap Amira dengan tatapan tajam.
"A-An Anakku ... "ucap Amira terbata-bata langsung menangis dan memeluk Bastian.
"Ma ... Mama apa aku sedang bermimpi?"ucap Bastian dalam isak tangisnya.
"Ini Mama Nak."ucap Amira dalam isak tangisnya, Kenan ikut menangis melihat Istri dan anak sambungnya menangis.
"Mama masih hidup, mengapa tidak menemui ku selama ini Ma?"ucap Bastian dalam pelukan Amira.
"Maaf Nak, Mama takut pembunuh itu mencelakai kita Nak."ucap Amira. Bastian langsung melepaskan pelukannya.
"Siapa orang itu Ma?"ucap Bastian dengan Amarah yang meluap-luap.
"Mama mu, tidak tau Bas dia memakai topeng."ucap Kenan cepat.
Apa maksudnya kenapa dia berbohong kepada Bastian ... Batin Amira.
"Benarkah Ma yang di ucapkan Papa?"ucap Bastian.
"Benar Nak, tinggallah bersama Mama disini."ucap Amira.
"Aku sudah menikah Ma."ucap Bastian pelan.
"Dengan Saras?"ucap Amira.
"Benar Ma, Bastian tau dia bukan wanita baik, tapi Bastian mencintainya."ucap Bastian.
"Bukan seperti itu Ma."ucap Bastian.
"Tinggallah disini Bas. kau tau bukan Alice tengah hamil, mana mungkin Mama mu dan dia tinggal satu atap."ucap Kenan.
"Baiklah Pa."ucap Bastian.
"Kalau begitu Papa pulang dulu ... "ucap Kenan namun Amira menahan Kenan.
"Ken, aku ingin bicara 4 mata pada mu."ucap Amira. Bastian mengerti dia langsung pergi dari ruang tamu.
"Apa?"ucap singkat Kenan.
"Kau masih menganggap ku sebagai istri?"ucap Amira.
"Iya."ucap Kenan.
"Aku minta kau adil pada ku dan Alice. Aku juga ingin merasakan menjadi seorang istri."ucap Amira.
"Aku akan membicarakan ini pada Alice."ucap Kenan.
"Tidurlah bersama ku malam ini, aku akan terima jika besok kau menceraikan ku."ucap Amira. Kenan terdiam selama mereka menikah Kenan tidak pernah menyentuh Amira sekali pun.
"Aku ... "Terputus Amira langsung memotongnya.
"Ku mohon Ken, malam ini saja anggap ini kali pertama dan terakhir."ucap Amira. Kenan bingung ia pun menyetujuinya.
"Baiklah ... "ucap Kenan ia berfikir Amira juga masi Istrinya saat ini, Kenan berhak memberikan hak Amira.
__ADS_1
"Terimakasih Ken ... "ucap Amira.
"Mari kita masuk kedalam kamar."ucap Kenan.
Aduh gimana ni teman-teman, Kenan akan tidur bersama Amira kalian ikhlas gak.
Kelanjutannya Kenan dan Amira besok ya teman-teman.
Author jadi penasaran ni.
Bastian melihat Kenan dan Amira masuk, ia bergegas pergi menemui Saras untuk bicara soal ia akan tinggal bersama Amira.
**
Rumah Azi Prananda.
Alice tengah makan malam bersama Ayah dan Adiknya, ia merasa sedih biasanya Kenan yang membuatkan susu, dan sekarang ia sendirilah yang membuatnya.
"Kak, mengapa Kakak makan sedikit sekali?"ucap Aliya. Azi langsung menoleh ia melihat anak pertamanya makan hanya 2 sendok makan saja.
"Sayang mengapa tidak memakan semua makanan mu?"ucap Azi.
"Iya Om ... "ucap Alice ia sedang melamun ia kira Kenan yang memangilnya.
"Maaf Yah, Alice sedang tidak lapar."Alice langsung bangun dan pergi menuju kamarnya.
"Ayah sebaiknya kita selesaikan masalah kakak, tidak baik dia sedang hamil dan memikirkan hal sebesar ini sendirian."ucap Aliya.
"Iya sayang, Ayah akan bicara pada Kenan besok."ucap Azi.
Alice sedang berada di balkon ia sedang membayangkan dirinya ketika di peluk mesra oleh Kenan.
Flashback on
Pukul 17:00 Alice tengah menunggu suaminya, pulang kerja dia berdandan untuk menyambut suaminya, Alice menggunakan baju yang sangat pendek dan seksi.
Alice menggunakan parfum yang sagat menggoda ia sengaja akan merayu Kenan, tak berselang lama Kenan pulang.
"Sayang em, kamu wangi sekali."ucap Kenan ia langsung menggendong Alice masuk kedalam kamar.
"Om turunkan Alice."ucap Alice dalam gendongan Kenan. Kenan menurunkan Alice di tempat tidur lalu dia naik keatas tubuh Alice.
"Kamu sangat menggoda Om."bisik Kenan di telinga Alice.
"Tidak ah, mana buktinya?"ucap Alice. Kenan langsung mencium Alice.
Flashback of
Alice menangis mengingat masa-masa indah bersama Kenan.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Gimana ni teman-teman Kenan dan Amira kita apa ya? mereka sudah membuat Alice menangis.😭
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Like Vote Favorit Komen ya teman-teman biar Author semangat Update.