Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
37 > Masih mencintainya


__ADS_3

Bu Nafisa memasuki kamar tamu ia tidak melihat dimana anak gadisnya.


"Yulia ... " Bu Nafisa terus memanggil Yulia namum tidak ada jawaban. Bu Nafisa keluar ia mencari keberadaan anaknya.


"Kemana perginya Yulia?"ucap Bu Nafisa sambil terus menyusuri rumah putranya.


Saat Bu Nafisa keluar rumah, ia melihat Yulia sedang bicara pada seseorang di depan gerbang namun Bu Nafisa tidak dapat melihat siapa orang tersebut.


Bu Nafisa langsung menghampiri Yulia.


"Yulia ... "Bu Nafisa menghampiri Yulia dan ia dapat melihat siapa orang tersebut.


"Ibu ... "ucap Yulia terkejut melihat Ibunya datang.


"Siapa laki-Laki ini?"ucap Bu Yulia penasaran ia tidak pernah melihat Laki-laki itu.


"Perkenalkan Bu, saya Ardi Asisten tuan Kenan ... "ucap Ardi ia menyalami tangan Bu Nafisa.


"Oh iya, saya Ibunya Kenan, mari masuk Yulia kenapa tidak di ajak masuk Nak Ardi nya?"ucap Bu Nafisa menatap putrinya.


"Hehe, lupa Bu tadi Yulia hanya melihat-lihat jalan, terus Mas Ardi bertanya ya Yulia jawab dulu Bu ... "ucap Yulia yang tertawa dan Ardi terus memandangi Yulia.


Mereka masuk dan duduk di ruang tamu Yulia pergi ke dapur dan membuatkan teh untuk Ardi.


"Oh Iya Bu, dimana tuan Kenan? "ucap Ardi yang celingak-celinguk c melihat isi rumah Kenan.


Bu Nafisa tersenyum." masi tidur Nak, Ibu tidak tega membangunkannya, apa ada hal yang penting?"

__ADS_1


"Tidak ada Bu, hanya saja semalam tuan mengirim pesan kalau saya di suruh menyelidiki desa dekat nyonya Amira kecelakaan Bu ... "ucap Ardi tersenyum melihat Yulia datang dan membawa teh.


"Mas, di minum tehnya."ucap Yulia ia tersenyum melihat Ardi.


"Terimakasih Yulia."ucap Ardi yang meminum teh buatan Yulia.


Manis seperti yang membuatnya, aku tidak tau kalau pak Kenan memiliki adik secantik ini dan sangat manis ... Batin Ardi.


"Iya Nak, itu permintaan Ibu."ucap Bu Nafisa lirih. Ia sangat sayang pada Amira sewaktu dulu mereka bersama.


"Sebaiknya saya ke Kantor dulu Bu, nanti saya akan kembali lagi kalau tuan sudah bangun." Ardi menghabiskan tehnya.


"Iyaa Nak."ucap Bu Nafisa. Yulia mengantarkan Ardi sampai depan rumah dan Ardi berhenti.


"Apa aku boleh minta nomor ponsel mu?"ucap Ardi yang memandangi Yulia.


"Apa aku sudah kelihatan tua?"ucap Ardi sambil tersenyum.


"Iya, dan aku tebak umur Mas sudah 40. tahun."ucap polos Yulia Ardi tertawa.


"Aku setua itu di mata mu, sku baru 35 tahun dan masi perjaka."ucap Ardi di susul gelak tawanya.


"Wah, kita sama aku sudah 30 tahun, dan masi perawan."ucap polos Yulia ia memberi nomor ponselnya kepada Ardi.


"Terimakasih Nona manis ... "ucap Ardi yang berlalu pergi Yulia tersenyum, pipinya sudah seperti kepiting rebus karena malu akan rayuan dari Ardi.


Yulia masuk kedalam terlihat Ibunya masih duduk di sofa.

__ADS_1


"Cie ... yang di deketin cowok." goda Bu Nafisa. Yulia banyak sekali di lamar pria namun ia tidak bisa melupakan cinta pertamanya, sehingga ia tidak membuka hatinya untuk siapapun.


Yulia sering sekali di hinda oleh para tetangga ia di sebut perawan tua, karena seusianya sudah banyak yang memiliki anak.


"Apa sih Bu, hati Yulia tidak bisa terbuka hati Yulia tetap untuk mas Azi Bu."ucap Yulia raut wajah bu Nafisa seketika berubah.


"Sudahlah Nak, berapa kali dia sudah menyakiti mu dia tidak mencintai mu Nak."ucap Bu Nafisa lirih.


"Yulia masih menunggu dia membuka hati untuk Yulia Bu."ucap Yulia yang menatap Ibunya.


Bu Nafisa sangat kelas akan jawaban Yulia dia bergegas meninggalkan putrinya, ia masuk kedalam kamar tamu.


.


.


.


...****************...


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like Vote Favorit dan Komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2