
Di pagi hari ini. Alice sudah bersiap akan pergi ke rumah Kenan ia akan tinggal kembali bersama suaminya. Alice tengah menyusun bajunya ia di kejutkan oleh tangan yang melingkar di tubuhnya dari belang.
"Om, mengejutkan Alice saja." Alice menatap mata Kenan.
"Oh benarkah?" tanya Kenan langsung mencium seluruh wajah Alice hingga tidak satu inci pun terlewatkan olehnya.
"Om sudah pergilah mandi, kita berangkat Alice sudah siap." Alice duduk didepan meja rias ia merapikan penampilannya.
"Baiklah sayang, om mau ke kamar ayahmu dulu ya, om tidak memiliki baju ganti." Kenan bergegas pergi menuju kamar Azi.
Sesampainya Kenan di kamar Azi matanya, melihat pemandangan seperti semalam lagi, Kenan langsung menutup pintu kamar sebelum Azi melihat dirinya.
Dasar mereka tidak tau waktu, ini sudah pukul 6 pagi bisa-bisanya mereka bermain, sabar Ken Alice sedang hamil muda tidak boleh di sentuh. Batin Kenan.
Kenan langsung kembali ke dalam kamar Alice.
"Loh, kenapa Om kembali, apa ayah tidak ada Om?" tanya Alice heran, tadi Kenan berpamitan ingin meminjam baju ayahnya dan sekarang Kenan cepat sekali kembalinya.
"Euum, ayahmu masi tertidur sayang, om tidak usah mandi saja kita pulang sekarang," dusta Kenan agar Alice tidak mengetahui kelakuan ayahnya.
"Ha, biasanya ayah sudah bangun kok Om, biar Alice liat saja." Alice bangun ia hendak pergi melihat Ayahnya.
Kenan dengan cepat menahan Alice agar tidak jadi pergi, bisa gawat kalau Alice melihat adegan Saras dan Azi pikir Kenan.
"Sayang, ayolah om mau mencium anak kita." Kenan menahan tangan Alice.
Namun, Alice curiga melihat tingkah Kenan Alice berfikir pasti ada yang tidak beres.
"Apa yang Om sembunyikan dari Alice?!" tanya kesal Alice. Kenan sangat bingung mau menjawab apa pertanyaan Alice.
"Tidak ada kok sayang." Kenan tersenyum. membuat Alice tambah mencurigai Kenan.
"Oh, ya sudah jangan menghalangi Alice menemui ayah." Alice berjalan menuju kamar Azi. Kenan yang terlihat sangat cemas mengikuti Alice dari belakang.
Haduh, tamatlah riwayat mu Azi aku tidak dapat menolong mu lagi saat ini. Batin Kenan.
Alice dan Kenan sudah berada di depan pintu kamar Azi. Alice hendak membuka pintu kamar sang ayah. Namun, lagi-lagi Kenan menghalanginya.
"Sayang ayolah ayahmu masi tertidur," bujuk Kenan.
Alice semakin geram di buat Kenan tanpa menunggu lama, Alice langsung membuka pintu kamar dan masuk kedalam Kamar Azi.
"Aduh jangan Alice!" Kenan mengikuti Alice masuk ke dalam sesampainya mereka di dalam.
"Ayah!" teriak Alice.
Kenan bernafas lega karena Azi dan Saras sudah tidak ada lagi dan di mana mereka pikir Kenan.
"Tidak ada ayah Om, di mana ayah apa di dalam kamar mandi?" Alice berjalan mendekati pintu kamar mandi.
Tok.
__ADS_1
Tok.
"Ayah ada di dalam?" tanya lembut Alice.
"Iya sayang, ayah sedang mandi!" jawab Azi dari dalam.
"Alice ingin mengambil baju untuk Om Ken Ayah!" ucap Alice.
Kenan merasa lega. Namun, matanya melihat bikini Saras yang tercecer di bawah tempat tidur, Kenan mendorong bikini Saras masuk ke dalam kolong tempat tidur.
"Ambil saja di lemari ayah sayang, oh ya jangan menunggu ayah berangkatlah bersama Ken sore ayah akan mengunjungi mu!" ucap Azi dari dalam.
"Baiklah Ayah kami pergi dulu!"
Setelah Alice mengambil baju untuk Kenan mereka segera ke luar kamar. Namun, Alice menghentikan langkahnya.
"Om, tadi Om dengar tidak seperti suara desah?" ucap Alice, dan tadi Saras m e d e s a h kuat sengaja agar Alice dan Kenan mendengarnya.
"Tidak sayang, mungkin ayahmu bermain solo," ucap Kenan, dan Alice langsung memukuli lengan Kenan.
"Dasar mesum!" Alice meninggalkan Kenan ia cepat-cepat masuk ke dalam kamar.
Kenan menyusul Alice ke dalam kamar.
Setelah kepergian Alice dan Kenan, Saras yang sedang mandi bersama Azi.
"Euum," desah Saras sengaja di kuatkan agar Kenan dan Alice mendengarnya.
Mereka tidak ada bisa-bisanya bermain panas meraka bahkan setiap siang selalu bermain di ruang kerja Azi.
"Tapi aku sangatlah menikmatinya sayang." Saras dan Azi kembali bermain panas kembali di dalam kamar mandi.
. . .
Kenan dan Alice sudah selesai makan mereka sarapan berdua saja, setelah selesai sarapan Alice dan Kenan melajukan mobil ke rumah Kenan.
Setelah 15 Menit melajukan mobil Kenan telah sampai di rumahnya Alice turun dan Kenan, mereka hendak masuk akan tetapi ada dua mahkluk yang paling di benci Alice menyambut kedatangannya.
"Hay Bibi, sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Kisya ia hendak memeluk Alice. Namun, Alice menolaknya.
"Jangan mendekat, aku sedang hamil muda aku tidak ingin bersentuhan dengan mu!" ucap ketus Alice.
Bastian yang mendengar Alice hamil ia begitu terkejut.
"Kau hamil Alice?" tanya Bastian.
"Iya anak tiriku, dan aku hamil anak Papamu sebentar lagi kau akan memiliki seorang adik," ucap sinis Alice.
"Sudah-sudah ayo kita masuk bicara di dalam saja!" ucap Kenan.
Mereka masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Bastian kalian sudah satu bulan berada di Kota B dan seperti janji mu, kau harus bekerja di perusahaan papa," ucap Kenan.
Bastian tidak mendengarkan ucapan Kenan ia yang memandang Alice di kejutkan oleh Kisya.
"Sayang, kamu tidak mendengar Papa bicara apa?" Kisya memandang ke arah Alice.
"Ah, iya aku mendengarnya, kapan aku bisa bekerja di kantor Papa?" ucap Bastian.
"Hari ini, dan sekarang bersiap-siaplah!" ucap Kenan. Alice tidak peduli dengan tatapan Kisya dan Bastian.
"Om suami sayang, Alice mau ke kamar bisakah Om mengendong Alice?" rengek manja Alice, Kisya dan Bastian hanya memandangi Alice.
"Baiklah sayang." Kenan menggendong tubuh Alice sampai di kamar utama.
Setelah Kenan dan Alice pergi mulailah Kisya membumbui Bastian.
"Kamu lihat sayang begitu manjanya bibi Alice pada papa Ken, dan aku rasa mungkin dari dulu mereka sudah saling menyukai," ucap Kisya sambil menatap kepergian Kenan dan Alice.
"Biarkan saja sayang, aku sudah tidak peduli." Bastian bangkit ia langsung masuk ke dalam kamarnya.
Lihat saja nanti bibi Alice, aku akan membuat mu selalu menderita dan tidak pernah merasakan kebahagian.Batin Kisya.
.
.
Kenan sedang berganti baju, Alice membantu Kenan mengenakan kaus kaki dan Alice hendak memakaikan das. Namun, Alice tidak sampai.
"Alice tidak sampai Om, bagaimana ini?" ucap Alice dengan manjanya.
Kenan tersenyum melihat kelakuan Alice Kenan menundukkan kepalanya barulah Alice sampai dan ia segera memakaikan dasi di lehernya.
"Kamu baik-baik ya bersama Kisya, jangan ada dendam di antara kalian." Kenan mencium kening Alice dan perut Alice.
"Euum, tidak bisa janji Om," ucap Alice dengan sangat cuek.
"Baiklah om berangkat dulu." Kenan ke luar kamar terlihat Bastian sudah rapi dan mereka pergi ke kantor bersama.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya teman-teman, Like Vote Favorit Komen Kalau ada yang salah boleh di komen saja.
I Love You Semua.😚
__ADS_1