
"Mengapa Om muntah sedari tadi?"ucap Alice yang memijat kepala Kenan.
"Mungkin Om masuk angin karena tadi kamu terlalu ngebut naik motornya."ucap Kenan yang mengelus perut yang masi terasa mual.
"Maaf Om karena Alice Om jadi seperti ini."ucap Alice lirih ia sangat menyesal karena ia ngebut naik motor dan membuat Kenan masuk angin.
"Sudah tidak apa."Kenan mengelus wajah Alice yang terlihat Sedih.
"Alice buatkan teh hangat ya Om."Alice hendak bangun namun Kenan menahannya.
"Tetaplah disini sayang, Om baik-baik saja."ucap Kenan yang menarik tangan Alice hingga mereka berpelukan.
"Om."ucap gugup Alice.
"Tidurlah Om tidak papa."Kenan tersenyum dan mencium Kening Alice.
Mereka tertidur pulas dan berpelukan.
**
Di pagi hari di Kota B
Azi sudah bersiap berkemas ia ingin pulang segera ia merindukan calon cucunya, Aliya membuka matanya ia melihat Azi sudah bersiap.
"Ayah."ucap Aliya yang mendekati Azi.
"Em, anak gadis Ayah."ucap Azi dan ia mengecup kening Aliya.
"Ayah mau pergi keman sepagi ini, apa Ayah akan pulang sekarang?"ucap Aliya dengan wajah sedih.
"Iya sayang jam 9 Ayah sudah berangkat."ucap Azi ia sengaja tidak memasang wajah sedih agar Aliya lah yang meminta ikut dengannya.
__ADS_1
"Liya ikut bersama Ayah."ucap Aliya ia mengambil tasnya di meja.
"Benarkah?"ucap Azi tersenyum rencananya berhasil.
"Iya, ayo pergi sekarang Ayah."ucap Aliya ia menarik tangan Azi.
"Em yakin pergi dengan keadaan bauk asem ni?"ucap Azi yang di susul gelak tawanya melihat raut wajah putrinya berubah menjadi malu.
"Liya tidak membawa baju bagaimana ini."ucap Aliya yang cemberut.
"Pakai Kaos Ayah saja, nanti kita pergi membeli baju untuk mu."ucap Azi tersenyum dan ia mencubit hidung Aliya.
"Baiklah, Liya mandi dulu ya."Aliya pergi dan mencium pipi Azi.
Dia seperti Lidiya sewaktu masi muda dulu. Batin Azi.
Setelah 10 menit Azi menunggu. Aliya berteriak ia lupa membawa handuk.
"Iyaa sayang, ini handuknya."ucap Azi yang membawa handuk dan ia berdiri di sebalik pintu.
"Terimakasih Ayah."ucap Aliya yang mengambil handuk ia keluar dengan hanya menggunakan handuk.
"Ini pakai baju Ayah, nanti kita pergi membeli baju."ucap Azi yang memberikan Kaos dan celana pendek miliknya.
"Terimakasih Ayah, bolehkah Ayah keluar sebentar, Liya mau memakai baju?"ucap Aliya. Azi tersenyum ia langsung keluar dan Aliya langsung memakai kaos Azi.
Aliya sudah selesai memakai baju ia melihat dirinya di cermin.
" Kita sambut Aliya Prananda, model cantik dan seksi." ucap Aliya ia berjalan seperti seorang model.
" Sayang, kamu sudah siap?"Azi yang baru masuk terkekeh melihat tingkah putrinya, Aliya dan Alice tidak jauh bedah sifat dan tingkah lakunya.
__ADS_1
"Ayah, maaf."ucap Aliya ia saat ini sangat lah malu karena Azi melihatnya sedang berjalan seperti seorang model.
"Tidak apa, sini Ayah akan menyisir rambut mu."ucap Azi. Aliya sangat senang mendengarnya selama dia menjadi putri Terry tidak pernah di perlakuan semanis ini.
"Ayah pandai mengikat rambut?"ucap Aliya yang duduk di pangkuan Azi.
"Bahkan Ayah pandai mengepang, kakak mu selalu Ayah yang mengikat rambutnya."Azi mengepang rambut Aliya dengan rapi dan cantik.
"Cantik sekali Ayah, Liya sangat suka."ucap Aliya yang melihat dirinya lewat cermin.
Aliya memeluk Azi ia sangat senang mengetahui ia bukalah anak Terry. Aliya dan Azi keluar dari hotel mereka menaiki taksi sampai bandara.
Aliya tidak mengabari Mamanya kalau ia ikut dengan Azi, Lidiya dirumahnya sudah gelisah akan anak gadisnya yang tak kunjung pulang.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan Lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit Komen dan beri hadiah sebanyaknya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
I Love You semua.😘
__ADS_1