
Alice mulai membuka matanya di karenakan perutnya terasa lapar. "Ya Ampun!"Alice berteriak hingga Kenan terkejut.
"Ada apa sayang?"ucap Kenan cemas.
"Om, lihat sudah jam berapa ini."ucap Alice yang menunjuk Jam dinding sudah menunjukan pukul 09:00.
"Em. Om pikir ada apa tadi sudah kita tidur lagi."ucap Kenan menidurkan tubuhnya di kasur.
"Om, ayo mandi Alice lapar."rengek Alice Kenan langsung bangun mereka bergegas masuk kamar mandi.
Alice mengunakan selimut untuk menutup tubuh polosnya, sesampainya didalam kamar mandi Alice lupa kalau ada Kenan.
Alice membuka selimut dan memperlihatkan tubuh polosnya, Kenan yang melihatnya langsung tersenyum nakal.
Kenan langsung memeluk Alice. Alice membulatkan matanya ia sangat terkejut.
"Om ... "ucap Alice ia mulai berbalik badan dan menatap Kenan ia melihat dirinya, dan juga Kenan saat ini masih polos.
"Satu ronde saja sayang, Om tidak tahan ni."ucap Kenan yang memperlihatkan kejantanannya yang sudah mengeras dan panjang.
"Tapi Om."belum sempat Alice meneruskan perkataannya, Kenan langsun melahap bibir Alice dengan sangat rakusnya.
" Keluarkan saja sayang, jangan di tahan."bisik lembut Kenan di telinga Alice.
Kenan melanjutkan permainannya, hingga ia meraba perut Alice dan sampai ke bawa Kenan meraba hutan rimba Milik Alice.
"Sayang, hutannya terlalu rimba, Om tidak dapat melihat Nona milik mu."bisik Kenan. Alice langsung merasa sangat malu saat ini.
__ADS_1
"Em, baik Om nanti Alice cukur."ucap Alice dengan menahan rasa malunya.
Kenan tersenyum melihat Alice malu.
Kenan melanjutkan permainannya hingga 1 jam lamanya.
Mereka mulai mandi bersama setelah selesai Alice dan Kenan langsung memakai pakaian, Alice mengeringkan rambutnya dan Kenan membereskan Kamar hingga rapi dan bersi.
Tiba-tiba ia teringat akan Ibunya.
"Ya ampun."Kenan langsung berlari menuju kamar tamu. Alice heran melihat suaminya berlari.
Tok.
Tok.
Ceklek.!
"Kamu sudah bangun Nak."Bu Nafisa tersenyum melihat putranya.
"Iya Bu semalam Kenan tidak bisa tidur."ucap Kenan. Bu Nafisa sudah tau apa alasannya ia tersenyum melihat tingkah putranya.
"Bawa menantu Ibu keruang tamu, Ibu ingin bertemu dengannya." ucap Bu Nafisa. Kenan tersenyum.
"Baiklah Bu, tunggulah di ruang tamu Kenan akan membawa menantu mu."Kenan langsung bergegas menuju kamar dan melihat Alice sedang berdandan.
"Om."ucap singkat Alice.
__ADS_1
"Cepat sayang ada yang ingin bertemu."ucap Kenan yang membantu Alice mengikat rambutnya.
"Siapa Om?"ucap Alice penasaran.
"Ada deh."ucap Kenan. Kini mereka menuju ruang tamu Alice membulatkan matanya ia melihat Ibunya Kenan dan Adik Kenan.
"Ibu ... "ucap Alice memeluk Bu Nafisa dulu mereka pernah bertemu saat Alice masih berumur delapan tahun.
"Menantu Ibu, berapa usia kehamilan mu Nak?"ucap Bu Nafisa melepaskan pelukannya.
"Sudah delapan minggu Bu."ucap Alice tersenyum melirik Yulia.
"Hay, Kakak ipar kecil. hehehe."ucap Yulia tertawa melihat Kakak ipar kecilnya.
Alice tersenyum ia langsung memeluk Yulia, dulu Yulia sangat menyayangi Alice sebagai calon anak sambungnya, namun Azi membatalkan pernikahan mereka hingga Yulia dan Alice tidak pernah bertemu lagi.
.
.
.
...****************...
Bersambung.
Terimakasih atas dukungan dari kalian semua Author bukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Jangan lupa Like Vote Favorit komen dan beri hadiah sebanyaknya.
I Love You semua.😚