
Setelah seharian bekerja dengan membawa istri Kenan dan sore ini ia membawa Alice pulang, saat di jalan mereka berhenti sebab Alice minta berhenti di mall.
Setelah mereka masuk kedalam mall Alice meminta Kenan membelikannya es krim.
"Cepat habiskan sayang, agar kita segera pulang. Mas takut kamu terlalu lelah."ucap Kenan.
"Tidak Mas, Alice ingin bermain disana."tunjuk Alice di sala satu wahana disana.
"Tidak boleh, itu berbahaya."ucap Kenan.
"Tapi, Alice ingin Mas yang menaikinya."ucap Alice.
Kenan membuka mulutnya dengan lebar, ia sangat terkejut mendengar keinginan Alice sebab ia sangat takut ketinggian.
"Tidak, Mas tidak berani ... "ucap Kenan.
"Tapi Mas, Alice ingin sekali saja."ucap Alice.
"Mas, takut sayang. Mas tidak pernah menaiki wahana itu."ucap Kenan.
"Baiklah, Alice saja yang menaikinya."ucap Alice.
"Baiklah-baiklah ... Mas yang akan menaikinya."ucap Kenan.
Kenan dan Alice pergi menuju wahana yang di inginkan oleh Alice, Kenan dengan rasa takut ia menaiki wahan tersebut.
Setelah Kenan naik ia melihat Alice melambaikan tangannya kepada Kenan.
Kalau bukan untuk anakku, aku pastikan tidak akan menaiki wahana ini ... Batin Kenan.
Kenan mulai merasa pusing saat wahana tersebut sudah mulai berjalan, ia sesekali melihat Alice yang tampak sangat bahagia melihat Kenan.
Setelah beberapa menit berlalu Kenan turun dengan keadaan yang sangat kacau, ia berlari menuju ruang kosong dan memuntahkan isi perutnya.
"Mas, baik-baik saja?"ucap Alice.
"Baik sayang, ayo kita pulang."ucap Kenan.
Alice dan Kenan langsung menaiki mobil saat didalam Kenan pingsang membuat Alice panik.
"Mas, bangun Mas ... "Alice menggoyangkan tubuh Kenan namun Kenan tidak sadar juga.
Alice meminta tolong kepada orang disana untuk menggeser tubuh Kenan kebelakang lalu ia menyetir mobil, setelah sampai rumah Alice meninta bantuan kepada satpam untuk membawa tubuh Kenan.
Setelah sampai dalam Alice langsung membuka baju Kenan lalu ia mengoleskan minyak kayu putih, dan Kenan mulai tersadar ia langsung melihat sekelilingnya.
"Sayang, siapa yang membawa Mas?"ucap Kenan yang memegang wajah Alice.
"Alice Mas."ucap Alice.
"Kamu, ya ampun sayang maafkan Mas."ucap Kenan yang memeluk Alice.
"Seharusnya Alice yang meminta maaf, sebab Alice Mas jadi pingsang."ucap Alice lirih.
"Sudahlah, yang penting kita baik-baik saja."ucap Kenan.
Tok.
Tok.
"Tuan, ada tamu."ucap Bik Iyem.
"Baik Bi, kami akan segera turun."ucap Kenan.
"Siapa ya Mas?"ucap Alice.
__ADS_1
"Tidak tau, ayo kita turun."ucap Kenan.
Kenan dan Alice turun dan mereka melihat Azi datang bersama dengan Riska.
"Ayah, mengapa datang bersama Riska?"ucap Alice yang mendekati Ayahnya.
"Ayah sudah menikah dengan Riska."ucap Azi.
Seketika Alice terdiam.
"Alice ... "ucap Riska.
"Cukup Ris, selama ini gue baik sama elo, tapi kenapa elo bohongi gue ... "ucap Alice.
"Maaf Alice, gue takut elo akan marah sama gue."ucap Riska.
"Gue kecewa sama elo, sama Ayah ... "ucap Alice yang berlaku pergi menuju kamarnya.
"Alice ... gue bisa jelasin semuanya ... "ucap Riska yang mengejar Alice.
Alice masuk kedalam kamarnya lalu ia mengunci pintu, Riska berada di luar dan ia berdiri di depan pintu kamar Alice.
"Alice ... maafin gue, gue bisa jelasin semuanya."ucap Riska dalam isak tangisnya.
"Elo pergi dari sini, gue kecewa sama elo, gue gak mau ngeliat elo lagi ... "ucap Alice dari dalam.
"Alice ... maaf, gue bakalan pergi, maaf ... "ucap Riska ia menghapus air matanya lalu ia pergi.
Setelah ia sampai ruang tamu ia melihat Azi bersama dengan Kenan.
"Om, ayo kita pulang."ucap Riska.
"Alice masih marah?"ucap Azi.
"Baiklah, Ken kami pulang dulu."ucap Azi.
"Baiklah, hati-hati. Aku akan bicara kepada Alice nanti .. ."ucap Kenan.
Azi dan Riska berlalu pergi.
Kenan masuk kedalam kamar lalu ia menghampiri Alice.
"Sayang, tidak boleh seperti itu. Bukankah Riska itu temanmu?"ucap Kenan.
"Iya Mas, tapi Alice kecewa. Masa mereka menikah tidak memberi tahu kita."ucap Alice.
"Kamu dengarkan penjelasan Azi dan Riska."ucap Kenan yang membelai rambut Alice.
"Biarkan saja dulu Mas, Alice tidak terlalu marah, mala Alice bahagia ayah menikah. Tetapi kenapa mereka harus merahasiakan hubungan mereka kepada Alice."ucap Alice.
Benar juga kata Alice, sebaiknya aku biarkan saja ... Batin Kenan.
"Baiklah sayang jika itu keputusan mu, tapi kasian Riska sepertinya dia tadi sangat sedih."ucap Kenan.
"Biarkan saja dulu Mas, kita akan memberikan mereka kejutan nanti."ucap Alice.
"Baiklah Sayang."ucap Kenan.
.
.
Azi dan Riska telah sampai rumah Azi mereka langsung masuk kedalam kamar, Riska berlari menuju tempat tidur lalu ia membanting tubuhnya dan menangis tersedu-sedu.
Azi menghampiri Riska dan mengelus rambut Riska.
__ADS_1
"Sayang, sudahlah jangan menangis lagi."ucap Azi pelan.
"Om, hisk ... Alice marah kepada kita?"ucap Riska.
"Tidak sayang, paling juga besok sudah baik-baik saja."ucap Azi ia memeluk Riska.
"Benarkah Om?"ucap Riska yang menatap wajah Kenan.
"Benar ... "ucap Azi.
Riska berhenti menangis lalu ia memeluk Azi dan mereka saling memeluk.
.
.
Saras berada di depan kolam renang ia meminun susu ibu hamil dan juga ia memakan roti, sebab kalau ia memakan nasi pasti akan muntah ia duduk sambil melihat langit malam.
"Aku ingin seperti bintang, tidak merasakan beban seberat ini."ucap Saras lirih.
Saras meneteskan air matanya ia merasa sangat sakit ketika mengingat bayi dalam kandungannya, saat ia menghapus air matanya ia di kejutkan oleh Bastian yang memakaikannya jaket.
"Tidak baik jika ibu hamil terkena angin malam."ucap Bastian.
"Aku tidak butuh bantuan mu, tidak usah peduli akan kehamilan ku, dan tidak usah mencampuri urusanku."ucap Saras yang melemparkan jaket pemberian Bastian.
Saras pergi dari sana dengan sangat cepat sehingga ia terpeleset dan mengeluarkan banyak darah, Bastia panik melihat darah yang keluar dari Saras ia langsung menggendong tubuh Saras masuk kedalam mobilnya.
Bastian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia segera sampai.
"Aahhhkk, sakit sekali. Bastian aku sudah tidak tahan lagi ... "ucap Saras yang memegang perutnya.
"Sabar sayang, bertahanlah aku akan menyelamatkan bayi kita."ucap Bastian.
Seketika Saras terdiam ia sangat bahagia mendengar ucapan Bastian.
Tuhan, selamatkan bayiku dan juga aku ... Batin Saras.
Saras terasa sangat kuat sebab ia mendengar perkataan Bastian tadi, setelah mereka sampai rumah sakit terdekat Bastian langsung membawa tubuh Saras menuju UGD.
Setelah beberapa jam Saras berada didalam ruangan akhirnya Dokter keluar.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya."ucap Bastian cemas.
"Syukurlah Pak, anak Bapak selamat dan istri Bapak juga selamat, tolong di jaga baik-baik istinya ... "ucap Dokter yang berlalu pergi.
Bastian masuk kedalam dan ia memeluk Saras.
"Maafkan aku sayang, aku akan menjaga calon anak kita ... "ucap Bastian dalam Isak tangisnya.
Saras sangat bahagia mendengarnya ia langsung meneteskan air matanya.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua ya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1