
Siang hari Riska terbangun ia melihat Azi tidur di samping tubuhnya, Riska melihat ia tidak menggunakan sehelai benang pun.
Ya ampun, apa yang sudah aku lakukan ... Batin Riska.
Riska terbangun lalu ia memakai bajunya setelah itu ia bergegas pergi, saat ia sampai luar ia berjalan dan menaiki ojek agar segera sampai Kosannya.
Sesudah ia sampai Kosan ia langsung mengemasi semua baju-bajunya, ia berniat akan pulang kampung ke rumah orang tuanya sebab ia tidak ingin terlalu jauh berhubungan dengan Azi.
"Aku, kenapa aku terlalu bodoh pasti saat ini aku sudah tidak virgin lagi."ucap Riska.
Riska bergegas menuju kamar mandi setelah ia selesai mandi ia langsung bergegas pergi dari sana, ia berpamitan kepada Ibu pemilik kamar Kosnya lalu ia segera menuju stasiun Bis.
Setelah ia sampai ia menunggu jadwal keberangkatan Bis yang akan menuju kampung halamannya.
.
.
Azi baru terbangun ia melihat Riska sudah tidak ada lagi, lalu ia menelfon Riska namun tidak di angkat oleh Riska.
"Kenapa dia pergi begitu saja, aku akan segera menemuinya."ucap Azi ia bergegas pergi menuju Kosan Riska.
Setelah Azi sampai ia melihat ada penghuni baru di kamar Kos Riska, ia menghampiri Ibu pemilik Kos tersebut.
"Permisi Bu, dimana Riska?"ucap Azi.
"Sudah pergi Pak, dia bilang dia akan pulang ke kampung ... "ucap Ibu pemilik Kos.
Kenapa dia pergi tanpa memberi tahu Ku ... Batin Azi.
"Terimakasih Bu, kalau boleh tau dimana kampungnya ya?"ucap Azi ia tidak tau dari mana Riska berasal.
"Saya tidak tau Pak."ucap Ibu pemilik Kos.
"Terimakasih Bu, saya permisi dulu."ucap Azi yang berlalu pergi.
Azi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat ia di jalan ia teringat mungkin saja Alice tahu dimana kampung Riska.
Azi bergegas menelfon Alice.
📞 Alice.
"Halo sayang, kamu tau tidak dimana kampung Riska?"ucap Azi dari telfon.
"Tidak tau Ayah, ada apa?"ucap Alice.
"Dia pergi dari sini, katanya temannya ia pulang kampung."ucap Azi.
"Ha, yang benar saja Ayah?"ucap Alice.
"Benar, coba kamu tanyakan kepada dia, jika sudah beritahu Ayah."ucap Azi.
"Baiklah Ayah ... "ucap Alice.
Telfon terputus Alice langsung mengirimkan pesan kepada Riska.
Alice.💌 Kamu diman sayang.
Riska.💌Gue mau pulang kampung Alice.
Alice.💌Kenapa.
Riska.💌Tidak apa-apa.
Alice.💌Dimana kampung elo.
Riska.💌Kampung S.
__ADS_1
Alice langsung memberi tahu Ayahnya namun ia sangat penasaran kenapa Ayahnya sangat ingin tahu tentang temannya tersebut.
"Mas, kenapa ayah sangat cemas kepada Riska?"ucap Alice yang menatap wajah Kenan.
"Kamu ingin mengetahuinya?"ucap Kenan.
"Iya."jawab Alice cepat.
"Sebenarnya mereka sudah beberapa bulan ini pacaran."ucap Kenan.
Seketika Alice terdiam ia berpikir mengapa teman dan Ayahnya menyembunyikan masala sebesar ini kepadanya.
"Yang benar Om?"ucap Alice.
"Benar, buat apa Om bohong."ucap Kenan.
Pantas saja dia tadi bilang sugar deddy dia sudah memiliki anak gadis ... Batin Alice.
Kenan memeluk Alice hingga mereka terjatuh di atas tempat tidur.
"Om, jangan ... "ucap Alice.
Kenan tidak memperdulikan ucapan Alice ia langsung melahap bibi Alice hingga mereka berdua bergairah.
"Om akan pelan-pelan sayang."bisik Kenan lembut di telinga Alice.
"Benar ya Om."ucap Alice.
Kenan melanjutkan permainannya hingga mereka berolah raga panas bersama.
.
.
Azi mengetahui dimana kampung Riska ia langsung menuju stasiun Bis yang akan berangkat menuju kampung S.
"Pak, saya mau tanya Bis menuju kampung S."ucap Azi.
"Sudah berangkat Pak."ucap Bapak tersebut.
"Sudah lama Pak?"ucap Azi.
"Sudah setengah jam Pak?"ucap Bapak tersebut.
Azi langsung pergi ia langsung masuk kedalam mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia segera sampai kampung pacar kecilnya.
Azi mengetahui dimana kampung S kalau dari Kota A butuh waktu tiga jam untuk sampai ke kampung S tersebut, Azi terus melihat Bis yang ada di hadapannya ia juga menghentikan beberapa Bis namun Riska tidak berada di sana.
Aku akan mendatangi mu sayang, kamu tidak tahu ya kalau pacar mu ini sangat nekat. Batin Azi.
Setelah malam hari Azi sampai kampung S ia bertanya kepada warga di sana dimana rumah Riska, dan salah satu warga mengantarkan Azi menuju rumah Riska.
Saat Azi sudah sampai di depan Rumah Riska ia langsung turun dan mengetuk pintu.
Tok.
Tok.
"Sebentar ... "ucap Riska dari dalam.
Cklek.!
Riska sangat terkejut melihat Azi di hadapannya ia langsung menarik tangan Azi menuju samping rumah.
"Apa yang Om lakukan disini?"ucap Riska yang sudah panik.
"Mau menyusul mu ... "ucap Azi santai.
__ADS_1
"Sebaiknya Om pulang, kita putus."ucap Riska.
"Tidak akan, kau lihat saja apa yang akan Om lakukan."ucap Azi yang berlalu pergi.
Azi masuk kedalam rumah Riska ia duduk di bangku dan orang tua Riska menghampiri Azi.
"Malam Pak, Bu, saya Azi, pacar Riska."ucap Azi Riska membulatkan matanya.
"Pacar?"ucap Ayah Riska.
Ayah Riska melihat Azi dari ujung rambut hingga ujung kaki, terlihat Azi seumuran dengan Ayah Riska.
"Bukan begitu maksudnya Ayah."ucap Riska gugup.
"Saya akan menikahi anak Bapak malam ini juga."ucap Azi cepat.
Riska membukakan matanya dan Ayah Riska juga membulatkan matanya.
Ibu Riska baru sampai ia membawakan Azi segelas teh hangat, ia terkejut melihat Azi, Riska, dan Suaminya terdiam.
"Ada apa, kenapa semuanya diam?"ucap Ibu Riska.
"Tuan ini akan menikahi putri kita."ucap Ayah Riska.
"Menikah?"ucap Ibu Riska.
"Benar Bu, saya akan menikahi putri Ibu ... "ucap Azi cepat.
Riska hanya diam saja.
Ternyata om Azi sangat nekat ... Batin Riska.
"Maaf Nak, kamu tidak memiliki istri?"ucap Ayah Riska.
"Saya duda Pak, sudah dua puluh tahun saya menduda."ucap Azi.
"Riska, katakan kamu ingin menikah atau tidak?"ucap Ayah Riska yang menatap wajah putri satu-satunya.
"Riska siap Ayah ... "ucap Riska dengan gugup.
"Baiklah malam ini juga Ayah akan menikahkan kalian."ucap Ayah Riska.
Ya ampun, om Azi sangat nekat seperti ini dan kami akan menikah sebentar lagi ... Batin Riska.
Ayah Riska dan Ibu Riska mempersiapkan pernikahan dadakan, mereka tidak peduli akan omongan tetangga yang mengatakan kalau Riska sudah hamil.
Riska dan Azi sudah selesai menikah mereka memasuki kamar Riska yang sangat sederhana, Azi duduk di bibir ranjang sedangkan Riska ia duduk di bangku yang berada di depan meja rias.
"Lihatlah apa yang Om lakukan."ucap Azi.
"Iya Riska sudah melihatnya, dan sekarang kita sudah menikah."ucap Riska.
"Benar."ucap Azi.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan berikan Author hadiah sebanyaknya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘