Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Kembar selalu sama


__ADS_3

Pada malam hari ini Kenan menjaga bayi kembarnya sebab Dilan dan Dilara demam tinggi.


"Mas, kenapa demamnya tidak turun-turun?"ucap Alice panik.


"Sabar sayang, kita tunggu sampai dua jam lagi."ucap Kenan yang menggendong Dilan.


"Kenapa mereka selalu saja sama, jika satu menangis maka yang satunya juga, jika satu demam maka satunya lagi juga?"ucap Alice yang sedang memberikan Dilara asi.


"Bukankah mereka kembar?"ucap Kenan.


"Benar Mas, tapi apakah sampai besar mereka akan selalu sama dalam segala hal seperti ini?"ucap Alice.


"Entahlah."ucap Kenan.


"Semoga saja tidak, kalau iya pasti mereka akan selalu bersama."ucap Alice.


"Bukankah itu bagus sayang?"ucap Kenan.


"Tidak Mas, Dilan laki-laki. Dilara wanita."ucap Alice.


"Lalu dimana salahnya?"ucap Kenan yang semakin bingung.


"Coba Mas bayangkan, kalau Dilan suka bermain dengan anak laki-laki, lalu Dilara mengikutinya. Dan kalau Dilara berteman dengan wanita Dilan juga akan mengikutinya."ucap Alice.


"Mas tidak mengerti sayang."ucap Kenan.


Dasar laki-laki tidak tau maksud wanita. Batin Alice.


"Lupakan saja kalau begitu."ucap Alice cuek.


Setelah memberikan asi kepada Dilara, Alice bergantian memberikan asi kepada Dilan.


Demam bayi kembar mereka panasnya sudah menurun membuat Alice dan Kenan sangatlah lega dan tenang, mereka tertidur pulas di samping box bayi kembar mereka.


.


.


Azi dan Riska sedang bercanda tawa bersama Aliya mereka berada di kamar Aliya.


"Sayang, besok ikut Ayah ke Kantor."ucap Azi ia tidur di samping anaknya.


"Baik Ayah, tapi kasihan Kak Riska sendirian di rumah."ucap Aliya.


"Hanya sebentar saja, bukankah besok kalian akan mendatangi kembar d?"ucap Azi.


"Benar."ucap Aliya dan Riska bersamaan.


"Kompak sekali kalian."ucap Azi.


"Tidak Ayah."ucap Riska.


Eh, Ayah, Riska kau sangat manis di hadapan anakku kau memanggilku dengan sebutan Ayah. Batin Azi.


"Aliya sayang Kak Riska."ucap Aliya ia memeluk Riska yang berbeda di sampingnya.

__ADS_1


Riska dan Aliya hanya berselisih umur satu tahun saja ia seumuran dengan Alice, setelah puas bercanda tawa bersama Aliya. Azi dan Riska pergi menuju kamar mereka sesampainya di dalam kamar Azi mencium tengkuk leher Riska.


"Om."ucap Riska.


"Satu ronde saja."ucap Azi.


"Baiklah."ucap Riska.


Azi membawa tubuh Riska menuju tempat tidur, Azi tidur bersebelahan dengan Riska ia mencium bibir Riska.


"Om ... "Riska melingkarkan tangannya di leher Azi.


"Kita akan mulai sebentar lagi."bisik Azi.


"Om, aahhhkkk!"


Azi menghentikan aktivitasnya lalu ia memeluk Riska.


"Om tidak ingin kau mencari kepuasan dari luar, Om akan membuat mu melayang."ucap Azi.


Azi kembali melanjutkan aktivitasnya hingga Riska sampai puncak.


"Om, sudah Om."ucap Riska.


"Benarkah, kau sudah puas?"ucap Azi.


"Sudah."ucap Riska dengan sangat lemas.


"Baiklah, giliran Om kita bergoyang sampai pagi?"ucap Azi.


.


Pagi hari tiba Aliya sudah rapi ia mengenakan dress berwarna putih dan ia membiarkan rambutnya terurai, ia juga memakai makeup terlihat sangat cantik dan anggun ia sangat mirip dengan Alice.


Aliya keluar kamarnya ia melihat Ayah dan ibu sambungnya sedang sarapan bersama Aliya menghampiri mereka.


"Pagi Ayah, Kak Riska."ucap Aliya yang duduk dihadapan mereka.


"Pagi sayang, tidurmu nyenyak semalam?"ucap Azi.


Nyenyak dari mana, semalam aku mendengar suara bercinta mereka sungguh mereka tidak malu. Batin Aliya.


"Tentu Ayah."ucap Aliya.


"Kita akan berangkat sebentar lagi, cepat habiskan sarapan mu."ucap Azi.


Aliya cepat-cepat menghabiskan makanannya setelah selesai ia langsung pergi menuju mobil Azi, Aliya melihat Azi mencium puncak kepala Riska ia langsung menghampiri Ayahnya dan bergelayut manja.


"Apakah Ayah tidak menyayangi Aliya?"ucap Aliya.


"Sayang."ucap Azi ia mencium puncak kepala Aliya.


"Kak Riska kami pergi dulu, sampai jumpa siang nanti."ucap Aliya ia masuk kedalam mobil.


"Sampai jumpa."ucap Riska yang melambaikan tangannya.

__ADS_1


Azi dan Aliya berangkat menuju Kantor selama di perjalanan mereka hanya diam dalam pikiran masing-masing, setelah sampai Kantor Aliya dan Azi masuk kedalam ruangan kerja Azi.


Aliya duduk di sofa ia melihat Ayahnya sedang menelfon seseorang dan tak berselang lama ada dua laki-laki yang datang.


Siapa laki-laki yang satu itu. Batin Aliya.


"Joni, kau pergi bersama Aliya untuk melihat gedung, sedangkan kau Ardi kau menyiapkan semuanya."ucap Azi.


"Maksudnya Tuan."ucap Ardi.


"Kau tidak paham juga. Aliya dan Joni menyiapkan gedung semacamnya, dan kau menyiapkan undangan makanannya dan lain sebagainnya, mereka akan menyiapkan foto prewedding."ucap Azi.


"Saya mengerti Tuan. "ucap Ardi.


"Ayah, sebanyak itu tugas kami?"ucap Aliya.


"Kalian berdua, bahkan pekerjaan Adri lebih banyak."ucap Azi.


Kenapa Ayah menyuruh aku bekerja sama dengan Sekertaris nya. Batin Aliya.


"Siap Tuan, seminggu lagi kita akan mengadakan foto prewedding."ucap Joni.


"Bagus, pergilah sekarang urus tugas kalian masing-masing, ingat siang kita ada meeting."ucap Azi.


"Siap Tuan, laksanakan."ucap Joni dan Ardi bersamaan.


Aliya dan Joni pergi untuk mempersiapkan foto prewedding untuk Alice dan Kenan yang akan di adakan seminggu lagi.


"Om."ucap Aliya.


"Om, aku masi muda Nona."ucap Joni.


"Ha, tapi wajah mu sudah terlihat tua."ucap Aliya.


"Aku masi tiga puluh tahun Nona."ucap Joni yang sedang menyetir mobil.


"Benarkan, aku saja masi sembilan belas tahun."ucap Aliya.


"Masi muda segar bening."ucap Joni yang melirik Aliya.


"Jaga matamu."ucap Aliya


Dia galak sekali tidak seperti Alice. Batin Joni.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya jika kalian ada saran dan kritikan komen saja.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2