
Bastian memeluk dan mencium puncak kepala Saras dengan sangat mesra ia juga mengelus perut Saras.
"Bastian, kamu sungguh ingin kembali bersama ku?"ucap Saras.
"Benar, dan aku sangat mencintaimu sayang. Aku tidak bisa berjauhan dengan mu dan calon anak kita ini."ucap Bastian dalam isak tangisnya.
"Kenapa kamu berubah?"ucap Saras.
Bastian terdiam ia teringat akan ucapan Kenan. beberapa hari lalu.
Flashback on
Kenan menghampiri Bastian yang sedang tertidur lemas di karenakan ia muntah saja sudah berhari-hari.
"Bas, Papa ingin bicara."ucap Kenan yang duduk di samping anak sambungnya.
"Bicaralah Pa ... "ucap Bastian lemas.
"Papa ingin kau bertanggung jawab, Saras hamil pasti itu anakmu."ucap Kenan ketus.
"Em."jawab Bastian singkat.
"Bas, Papa mohon jangan kau menjadi pria brengsek, kau memiliki seorang mama dan mamamu adalah wanita, coba bayangkan posisi Saras terdapat pada mamamu?"ucap Kenan.
Bastian hanya diam saja ia sedang memikirkan apa yang di katakan oleh Kenan.
Flashback off
"Dia telah menyadarkan aku."ucap Bastian.
"Siapa?"ucap Saras.
"Ha, papa dia telah menyadarkan aku ... "ucap Bastian.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia bisa bersama seperti ini."ucap Saras yang tersenyum bahagia.
"Aku juga, tapi mama tidak boleh tahu akan hal ini, bisa-bisa aku tidak dapat warisan milik kakek."ucap Bastian.
"Baiklah, aku akan merahasiakan hal ini."ucap Saras.
Bastian tersenyum ia menyelimuti seluruh tubuh Saras menggunakan selimut lalu ia tidur di sofa, sebab esok hari barulah meraka akan pulang Bastian sangat mengkhawatirkan keadaan Saras.
.
.
Riska sedang menonton film Drakor kesukaannya hingga larut malam ia tidak sadar kalau Azi terus melihat dirinya, Azi berdiri di belakang Riska lalu ia memegang pundak Riska membuat Riska menjerit.
"Hantu!"teriak Riska ia berlari menuju tempat tidur.
Azi menghampiri Riska."Ini Om."
"Ha, Om. Mengagetkan Riska saja."ucap Riska yang menatap wajah Azi.
"Menunggu Om."jawab Riska cepat.
"Om sudah bilang, Om akan lama sebab Om memeriksa berkas penting."ucap Azi.
"Baiklah, sekarang Riska tidur."ucap Riska.
Azi dan Riska tertidur bersama dan saling berpelukan satu sama lainnya.
Saat Riska tertidur ia bermimpi mengejar copet.
"Hey, jangan lari kau!"teriak Riska yang mengejar pencopet tersebut.
Riska berlari dan menabrak beberapa barang di pasar hingga ia melemparkan pencopet tersebut menggunakan kayu, hingga pencopet tersebut pingsang Riska menghampirinya lalu ia menampar berulang-ulang ke pipi pencopet tersebut.
__ADS_1
"Hentikan!"ucap pencopet tersebut.
"Eh, mengapa suara mu mirip om Azi?"ucap Riska ia kembali menampar pencopet tersebut dan memukul wajah pencopet tersebut.
"Tolong hentikan Riska!"
"Eh, mengapa kau mengetahui namaku?"ucap Riska ia melihat wajah pencopet tersebut mirip sekali dengan Azi.
"Astaga, wajah mu bahkan mirip om Azi."ucap Riska.
"Hentikan sayang!"
"Astaga, kau memanggilku sayang. Rasakan ini bukulan mematikan ku."Riska memukul kuat kearah keperkasaan pria tersebut.
"Astaga, sakit sekali masa depanku. Riska hentikan Om mohon!"
Seketika Riska tersadar dalam tidurnya ia melihat Azi kesakitan dan memegang keris pusaka miliknya.
"Om, maaf Riska tadi bermimpi ... "ucap Riska ia membantu Azi bangun dan duduk di ranjang.
"Sepertinya Om akan kehilangan, keperkasaan Om ini."ucap Azi yang menahan sakit.
"Maafkan Riska Om, apa yang harus Riska lakukan?"ucap Riska.
"Tolong berhentilah berbicara, dan jangan bersuara."ucap Azi yang menahan rasa sakitnya.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.