Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
41 > Naik Motor


__ADS_3

"Tentu saja dia mau menikah dengan ku."ucap Yulia percaya diri.


"Oh benarkah, aku sangat senang jika bibi Yulia yang akan menjadi Ibu sambung untuk ku ... "ucap Alice. Kenan terkekeh.


"Bibi, apa aku setua itu Kakak ipar?"ucap Yulia yang menatap Kenan dengan tatapan tajam.


"Sudah-sudah, ayo kita makan Ibu sudah mengantuk ... "ucap Bu Nafisa.


Mereka mulai makan tidak ada yang bicara sepatah kata pun, hingga mereka selesai makan. Bu Nafisa langsung masuk kamar di karenakan ia sangat mengantuk.


Yulia tidak masuk kamar melainkan ia menuju teras belakang, ia duduk di depan kolam renang, dan memainkan ponselnya terlihat Ardi mengirimkan pesan.


Ardi


βœ‰ (Hay, ini aku Ardi.)


Yulia (Oh, iya ada apa ya Mas?)


Ardi (Tidak ada, hanya mau mengenal mu saja tidak boleh ya?)


Yulia (Bukan begitu, nanti pacar mas marah.)


Ardi (πŸ˜‚ )


Yulia (😞 )


Ardi ( Aku tidak punya pacar. Apa kamu mau menjadi pacar ku?)


Yulia (Maaf. Aku sudah memiliki calon suami.)


Ardi tidak membalas chat dari Yuli karena sakit rasanya, orang yang akan dia incar ternyata sudah mau menikah.


Dasar pria brengsek, baru kenal sudah nembak aja, ya Tuhan. ini cinta apa yang kaget ... Batin Yulia.


**


Didalam kamar Kenan.


Kenan sedang memeriksa beberapa berkas dari Leptopnya, sedangkan Alice memainkan ponselnya ia melihat setatus WhatsApp Ayahnya bersama seorang gadis remaja sedang menonton Bioskop bersama.


"Om, coba lihat ini bersama siapa ayah?"ucap Alice yang memperlihatkan ponselnya pada Kenan.


"Oh, ini Aliya sayang anak Lidiya."ucap Kenan. Alice membuka mulutnya.


"Mengapa ayah bersamanya?"ucap Alice.


"Tunggu ayahmu pulang dia akan menjelaskannya semua."ucap Kenan ia kembali fokus ke layar Leptopnya.


Alice merasa bosan sehingga ia tertidur karena terlalu lama menunggu Kenan. Kenan yang baru menyelesaikan tugas ia menaruh Leptop di tempat semula.


Kenan melihat jam sudah menunjukan pukul 23:30 dan ia membetulkan posisi Alice tidur, ia ikut tertidur di samping tubuh Alice.

__ADS_1


Saat pukul satu dinihari Alice terbangun. tiba-tiba saja dia ingin makan martabak telur ia pun membangunkan Kenan.


"Om bangun, Alice ingin makan martabak telur."rengek Alice yang menggoyangkan tubuh Kenan.


"Ha, sepagi ini sayang, tidak bisakah besok saja Om baru saja tertidur."ucap Kenan yang baru membuka matanya.


"Alice ingin sekarang Om."ucap Alice dengan wajah yang cemberut.


"Tapi dimana sayang, ini masi jam 1 pagi dimana kita akan menemukannya?"ucap Kenan.


"Oh, biarkan saja anak kita lahir ileran iyuk ... "ucap Alice ia membanting badannya ke kasur. Kenan yang melihatnya bernafas panjang.


"Ayo kita cari bersama ... "ucap Kenan dengan nada lemas dan mengantuk. Alice langsung bangun ia mengambil jaket tebal dan menggunakannya.


Saat mereka di bagasi mobil Kenan ingin masuk mobil namun Alice mencegahnya.


"Om, Alice ingin naik moto, makanya Alice pakai jaket ini."ucap Alice manja lagi-lagi Kenan bernafas panjang.


"Tapi Sayang, kita tidak memiliki motor bukan?"ucap Kenan dengan wajah kusut.


"Itu milik pak Satpam."Alice menunjuk motor metik dekat Pos Satpam.


"Apa lagi ini."ucap Kenan dengan frustasi.


Kalau bukan demi anak pasti aku akan melarang Alice naik motor. Batin Kenan.


Kenan mendekati Pos Satpam. " Pak, Saya pinjam motonya sebentar."ucap Kenan. dan Pak Satpam itu langsung menghampiri dan memberikan kuncinya.


Saat kenan hendak memasukan kunci dia bingung bagai mana caranya.


"Jadi Om tidak bisa naik motor?"ucap Alice.


"Iya ... "jawab Kenan cepat.


"Biar Alice saja yang membawanya."Alice membonceng Kenan. Kenan tidak protes karena ia tau akan di bantah oleh Alice.


15 Menit mereka berkeliling hingga mereka menemukan warung yang menjual martabak telur Alice menghentikan motor di depan warung.


"Pak pesan dua martabak telur ya sama teh hangat dua."ucap Alice ia mengajak Kenan duduk di bangku.


"Kenapa pesan dua, Om tidak ingin makan sayang?"ucap Kenan dengan nada lemas dikarenakan Alice tadi mengebut di jalan.


"Oh, untuk Alice semuanya Om."ucap Alice dengan tersenyum.


Kenan terus menerus menguap, saat pesanan Alice sampai ia langsung memakan dengan lahap. Kenan membuka matanya lebar-lebar ia tidak pernah melihat Alice makan dengan lahap.


Tidak butuh waktu lama Alice sudah menghabiskan 2 porsi martabak telur sendirian.


"Om Ayo pulang, Alice sudah kenyang."ucap Alice yang mengelus perut yang sudah agak membuncit.


"Iya Om mau membayar dulu."saat Kenan hendak membayar dan meraba kantong celana ia membulatkan matanya.

__ADS_1


"Ada apa Om?"ucap Alice yang menatap Kenan.


"Om Lupa bawa dompet sayang."ucap panik Kenan. Alice tersenyum.


"Oh, ini Alice bawa dompet kok."Alice mengeluarkan dompet merah marun dari dalam jaketnya.


Setelah selesai membayar mereka pulang dan Alice membawa motornya dengan kecepatan tinggi karena jalanan kosong.


Sesampainya merekah di depan rumah Kenan terkejut lemas dan muntah.


Huek ... huek ... huek.


"Om!"teriak Alice panik melihat suaminya muntah.


Alice di bantu oleh Satpam membawa Kenan kedalam kamar, dan saat Kenan di tempat tidur Alice mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh tubuh Kenan.


"Sayang, jangan seperti itu lagi besok-besok ya."ucap Kenan.


"Kenapa Om takut, apa Om tidak pernah naik motor?"ucap Alice yang memijat kepala Kenan.


"Iya, dari kecil Om tidak pernah naik motor."ucap Kenan. Alice tersenyum.


"Sudah tua dan sudah mau punya cucu tapi belum pernah naik motor."ucap Alice.


"Tua-tua gini kamu suka bukan?"ucap Kenan yang melirik Alice.


"Hehehe, ya Om."ucap Alice malu-malu.


"Sudah kamu tidur."ucap Kenan ia mulai memejamkan matanya. Alice mendengarkan ucapan Kenan ia tertidur di damping tubuh Kenan.


Kenan merasa sangat pusing ia berlari kedalam kamar mandi dan muntah. Alice sudah tertidur dan ia bangun mendengar Kenan muntah.


"Mungkin om Kenan masuk angin."ucap Alice ia mendatangi Kenan di dalam kamar mandi.


"Mengapa bangun sayang, tidurlah lagi Om baik-baik saja."ucap Kenan keluar dari kamar mandi.


Saat dia duduk di bibir ranjang Alice memijat kepala Kenan menggunakan minyak kayu putih.


.


.


.


...****************...


Bersambung.


Hay, teman-teman Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like Vote Favorit Komen Dan beri hadiah sebanyaknya.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


I Love You Gaes😘


__ADS_2