Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
86 Rapuh


__ADS_3

Aliya langsung berlari memeluk Joni, karena dia sangat mencintai sang suami dan, tidak bisa hidup tanpa pria itu. Sontak membuat Azi semakin kesal melihat mereka berdua yang sangat romantis.


Namun, dia sudah kalah dan, tidak bisa marah lagi pada mereka berdua. Sebab, sudah tidak ada gunanya dia memberontak, karena ada Terry dan yang lain mendukung Aliya.


'Sebaiknya aku pergi saja! Karena, tidak ada yang bisa aku pertahankan di sini? Mereka semua berpihak pada pria sialan itu!' gram Azi dalam hatinya.


Azi langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi, sebab dia sudah tidak mengharapkan Aliya kembali ke rumah bersamanya. Sontak, membuat semua yang ada di sana terkejut.


"Ayah!" panggil Alice.


Kenan langsung memegang pundak sang istri, karena dia tidak ingin menambah masalah jika Alice mengejar Azi. Alice hanya diam sambil menatap kepergian sang ayah.


Sedangkan Aliya dan Joni, mereka berpelukan dengan Terry juga Lidiya. Mereka semua bahagia masalah sudah selesai dan, mereka bisa hidup dengan damai.


Aliya juga tidak akan kembali ke kota A, karena mereka akan meneruskan perusahaan Terry yang ada di sini, demi mencukupi kehidupan mereka berdua.


'Tuhan, aku senang masalah sudah selesai dan, aku masih bisa hidup dengan suami yang sangat aku cintai,' batin Aliya lirih.


Joni dan Aliya berpamitan masuk ke dalam kamar mereka, karena ingin membahas masalah mereka yang harus meneruskan perusahaan Terry.


Sesampainya di dalam, keduanya langsung berpelukan dengan hangat dan saling menatap satu sama lainnya dengan dalam. Sebab sangat bahagia bisa bersama tanpa harus bersembunyi lagi, karena semua orang sudah tahu akan pernikahan mereka.


"Sayang, aku senang masalah kita selesai. Ya walaupun ayah marah pada kita," ucap Aliya lirih.


Aliya sedih, karena hubungannya dengan sang ayah memburuk. Namun, dia juga tidak bisa meninggalkan sang suami yang sangat dia cintai selama ini.


"Tidak apa, nanti jika semuanya sudah tenang, kita pasti datang ke rumah ayah dan, meminta maaf," jawab Joni lembut.


Aliya langsung memeluk suaminya lagi, karena dia senang menikah dengan pria bijak dan baik hatinya, selalu membuatnya tenang walaupun keadaan tegang seperti ini.


'Walaupun ayah mertua tidak suka padaku. Tetap aku akan berusaha untuk mendapatkan restu darinya,' batin Joni lirih.


Joni mengelus-elus rambut sang istri dan menyakinkan bahwa ayahnya akan memaafkan mereka berdua, membuat Aliya senang dan melupakan masalah mereka.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung bisa memiliki kamu, karena kamu adalah pria yang sangat baik dan juga bijak," ucap Aliya lembut.


Joni senang akan pujian sang istri, sehingga dia langsung mencium kening sang istri dengan lembut dan mesra.


. . .


Kenan terus meyakinkan Alice, kalau Azi tidak akan marah besar pada mereka dan, ia juga akan minta maaf. Sebab tidak mebela orang yang salah seperti sang mertua. Hal tersebut membuat Alice tertawa.


"Mana ada orang membujuk seperti itu," ucap Alice.


Kenan tertawa karena istrinya sudah tidak sedih lagi dan, sekarang sang istri sudah tersenyum bahagia akan bujukannya tadi. Ya walaupun semua itu hanya omong kosong belaka.


'Tidak masalah berbohong sedikit, karena aku tidak tega melihat istriku sedih seperti ini. Hanya karena memikirkan si tua bangka itu,' batin Kenan.


Kenan memang sangat kesal pada Azi, karena dulu dia sama seperti Joni hanya asisten mertuanya dan, dianggat menjadi CEO sampai sekarang. Ya walaupun dia berhasil atas kerjasamanya selama ini.


Namun, dia tidak pernah melupakan jasa mertuanya yang sangat berarti baginya. Kenan tidak pernah melupakan semua itu, karena dia bisa seperti sekarang berkat papanya Miranda.


"Mas, sebaiknya kita cepat kembali ke kota A, karena takut ayah semakin kesal jika kota tidak menjelaskan semuanya," ucap Alice lembut.


"Kenapa lampunya mati?" tanya Alice dengan gugup.


"Karena papa ingin memberikan adik pada mereka," jawab Kenan lembut.


Sontak, membuat Alice terkejut dan dia langsung menjauh. Namun, gerakan Kenan lebih cepat, sehingga ia kalah dan sang suami langsung menerkamnya.


Terjadilah peristiwa yang sangat menegangkan, di mana mereka melakukan olahraga panas di dalam gua lele dengan keadaan gelap, sampai beberapa jam.


. . .


Azi duduk di bangku taman seorang diri, karena dia ingin tenang dan merenungkan yang terjadi tadi. Hatinya sakit, saat Aliya sama sekali tidak mendengarkan ucapannya. Padahal ia adalah ayah kandung gadis itu. Ya walaupun dia tidak membesarkan sang putri.


"Aku sadar, kalau aku ini tidak membesarkan dia. Tapi, apa salahnya dia menuruti keinginan aku. Kenan dan Alice juga berpihak pada mereka, membuatku sangat kesal. Dasar pengkhianatan!" geram Azi.

__ADS_1


Azi tidak bisa menerima semuanya dengan muda, karena dia tidak akan menerima Joni sebagai menantunya sampai kapanpun, walaupun pria itu menjadi CEO sekalipun.


Saat dia hendak pulang, tiba-tiba ada seseorang wanita yang menabraknya dari belakang. Sontak, membuatnya terkejut, kemudian bangun.


"Mas Azi," ucap wanita tersebut.


Azi langsung memeluknya dengan lembut, karena wanita itu adalah pacarnya selama satu bulan ini. Bahkan keduanya sudah puluhan kali tidur berdua, sampai ia lupa akan istri dan anaknya.


"Mas, ayolah pulang aku rindu," ucap wanita itu dengan manja.


Azi menganggukan kepalanya, kemudian mereka bergegas pergi dari sana. Tanpa disadari oleh mereka, ternyata Riska jelas-jelas melihat kejadian tadi.


Hal itu membuatnya sangat terpukul, apa lagi ia tengah mengandung anak keduanya. Namun, sang suami malah selingkuh dengan wanita lain.


"Apa salahku? Kenapa om Azi sama sekali tidak bisa berubah?" tanya Riska lirih.


Wanita itu langsung bergegas pergi dari sana, entah mau ke mana dia, karena saat ini ia hilang arah. Riska menghentikan langkah tepat di pinggir jalan, kemudian dia diam dan, ada seorang pria yang datang menghampirinya.


"Mbak jangan nekat!" teriak Miko.


Sontak, membuat Riska heran, karena dia sama sekali tidak mau bunuh diri, karena ia hanya ingin menyebrang jalan. Namun, Miko salah paham.


"Jangan putus asa, Mbak!" ingat Miko.


"Saya masih waras ya," sahut Riska ketus.


Sontak, membuat Miko membuka mulut lebar-lebar, karena dia sudah salah paham pada wanita yang ada dihadapannya itu.


"Maaf saya sudah salah paham, apa perlu saya antar pulang?" ucap Miko lembut.


Riska hanya diam, karena sekarang dia butuh ketenangan dan, Miko langsung membawanya ke tempat duduk yang sejuk dan tenang. Sebab dia tahu Riska tengah menghadapi masalah besar.


"Mbak, ceritakan saja apa permasalahan yang kamu alami," ucap Miko lembut.

__ADS_1


Riska langsung menangis tersedu-sedu dan dia tidak sengaja memeluk Miko dengan lembut, sebab sekarang dia sangat rapuh butuh tempat bersandar.


BERSAMBUNG.


__ADS_2