Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Banjir


__ADS_3

Pagi hari tiba cuaca pagi ini sedang tidak cerah sebab hujan turun, Aliya masih berada didalam selimut ia terkejut saat ponselnya berdering.


"Siapa yang menelepon."Aliya mengambil ponselnya dan menerima panggilan telepon.


"Sayang, bisakah keluar bukakan pintu."ucap Joni.


"Kakak ada di depan?"ucap Aliya.


"Benar, dimana semua orang sudah lama aku berada di dapan."ucap Joni.


"Baiklah tunggu sebentar."ucap Aliya.


Aliya bergegas menuju luar ia berjalan perlahan menuju luar saat ia membuka pintu terlihat Joni tersenyum manis.


"Boleh masuk?"ucap Joni.


"Tentu saja."ucap Aliya.


Joni dan Aliya masuk mereka duduk di sofa.


"Dimana ayahmu, aku sudah menunggu lama dan aku juga berusaha menelfon tuan Azi namun tak kunjung bisa."ucap Joni.


"Tidak tahu ayah ada dimana, sebab aku dari malam belum keluar kamar."ucap Aliya.


"Cepat panggilkan tuan Azi."ucap Joni.


Aliya bergegas pergi menuju kamar Ayahnya saat ia di depan kamar Azi ia mendengar suara bercinta mereka. Perlahan Aliya mengetuk pintu dengan hati yang cemas.


Tok.


Tok.


"Ayah, ada kak Joni dia menunggu Ayah."ucap Aliya.


"Katakan padanya meeting di undur menjadi besok."ucap Azi dari dalam.


"Baiklah Ayah."


Aliya bergegas pergi menuju ruang tamu dia duduk di hadapan Joni.


"Dimana tuan Azi?"ucap Joni.


"Meeting di tunda menjadi besok, dan sekarang pulanglah."ucap Aliya.


"Pulang, kau tidak kasihan melihatku seperti ini?"ucap Joni.


Aliya melihat baju Joni basah.


"Baiklah aku akan meminjamkan mu bajuku, tunggu di sini."ucap Aliya.


Aliya bergegas pergi menuju kamarnya saat ia masuk kedalam ia melihat Joni mengikutinya dan ikut masuk kedalam.


"Kenapa ikut masuk?"ucap Aliya.


Joni duduk di bangku yang berada di depan meja hias. "Ingin berganti baju."ucap Joni.


"Ya ampun, kamarku berantakan."ucap Aliya yang terburu-buru membereskan tempat tidurnya.

__ADS_1


"Tidak usah di rapikan, cepat ambil bajumu."ucap Joni.


Aliya mengambil kausnya dan ia langsung memberikan kepada Joni.


"Apa Kakak tidak pergi ke Kantor?"ucap Aliya.


Joni membuka bajunya dan langsung mengenakan kaus milik Aliya.


"Siang nanti, sekarang aku ingin tidur." Joni langsung menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya Aliya.


"Tidak bisa, kalau ada yang melihat kita habislah kita."ucap Aliya yang mulai cemas.


"Sudahlah tenang saja. Bagaimana jika kita melihat gedung saja?"ucap Joni yang menatap wajah Aliya.


"Baiklah, bisakah Kakak keluar dulu aku belum mandi."ucap Aliya yang mundur agar Joni tidak dapat mencium aroma tubuhnya.


Joni langsung keluar kamar Aliya ia langsung masuk kedalam mobilnya dan menunggu Aliya.


Setelah setengah jam menunggu Aliya terlihat Aliya keluar dari rumah ia mengenakan payung agar ia tidak basah, ia masuk kedalam mobil dan duduk di samping Joni.


"Mengapa kau mengenakan jaket?"ucap Joni ia melihat Aliya memakai dress dan memakai jaket tebal.


"Tadi aku mandi dan sangat dingin."ucap Aliya dengan sangat santai.


"Ternyata kau malas mandi ya."ucap Joni.


Aliya sangat malu akan pertanyaan dari Joni ia langsung memejamkan matanya dan Joni langsung mengendarai mobil menuju gedung pernikahan.


Setelah mereka sampai hujan masi sangat deras Joni keluar menggunakan payung milik Aliya, ia menjemput Aliya dan mereka memasuki gedung bersama-sama namun saat didalam mereka membulatkan matanya.


"Tidak ada orang, kemana mereka semua apa karena hujan yang sangat lebat?"ucap Aliya.


"Benar Kak, ayo kita pulang saja."ucap Aliya.


Joni dan Aliya bergegas masuk kedalam mobil saat mereka didalam mobil angin semakin kencang, awan terlihat sangat hitam Joni langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemennya sebab lebih dekat.


Setelah sampai apartemen Joni dan Aliya langsung masuk kedalam mereka masuk kedalam kamar Joni, setelah mereka sampai Joni menghidupkan penghangat ruangan dan ia duduk di bibir ranjang.


"Sudahlah disini saja dulu, aku takut ada badai."ucap Joni.


"Baiklah Kak, bisakah aku tidur?"ucap Aliya.


"Tidurlah, aku ingin memeriksa berkas penting dari Kantor."ucap Joni.


Joni duduk di sofa ia memeriksa berkas penting di Leptopnya, ia melihat Aliya tidur di tempat tidurnya ia melanjutkan kembali pekerjaannya.


Setelah selesai memeriksa berkas-berkas Joni berjalan kearah jendela ia melihat hujan masih sangat deras, lalu ia mengambil selimut dan tidur di sofa saat ia memejamkan matanya ia di kejutkan oleh Aliya.


"Kak."


Joni membuka matanya dan ia duduk.


"Iya ada apa?"ucap Joni.


"Aku lapar."ucap Aliya.


"Ya ampun, bagaimana ini di luar hujan."ucap Joni yang menatap wajah Aliya.

__ADS_1


"Tidak masalah Kak, kita masak saja."ucap Aliya.


"Kau bisa masak?"


Joni menatap wajah Aliya ia tidak tahu kalau Aliya pandai masak.


"Sangat pandai, ayo kita masak."


Aliya dan Joni pergi ke dapur mereka melihat kulkas dan menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, setelah semuanya siap Aliya langsung memasak ia di bantu oleh Joni.


Setelah selesai mereka memasak Aliya duduk bersebelahan dengan Joni mereka menikmati masakan Aliya.


Dia sangat pandai masak, tapi aku tidak suka padanya sebab dia sangat galak dia berbeda dengan Alice. Batin Joni.


Setelah mereka selesai makan hujan tak kunjung redah, Aliya dan Joni hanya memainkan ponsel mereka saja.


Joni tertidur saat sambil duduk di sofa Aliya yang melihatnya mendekati Joni ia perlahan membetulkan posisi Joni, Aliya juga menyelimuti tubuh Joni menggunakan selimut.


Joni aku mulai menyukai mu, perasaan apa ini aku harus cepat-cepat membuangnya. Batin Aliya.


Aliya bergegas menuju tempat tidur lalu ia tertidur pulas di tempat tidur Joni.


Hujan tak kunjung redah hingga malam hari dan akibat hujan deras disana banjir Joni dan Aliya tidak tahu sebab mereka tidur, jalanan sudah mulai banjir di setiap daerah Aliya terbangun saat ponselnya berdering.


📞Ayah.


"Halo, sayang dimana kamu?"ucap Azi yang sudah panik.


"Aku sedang bersama Joni."


"Dimana kalian?"


"Apartemen Joni Ayah."


"Sebaiknya kamu disana saja, sebab setiap jalan sudah banjir."


"Apa, bagaimana ini Ayah, Aliya sangat menyesal sudah pergi tadi pagi."


"Sudah tidak apa, kalau sudah tidak banjir lagi kamu bisa pulang. Dimana Joni?"


"Dia masih tidur Ayah, Aliya takut Ayah bersama Joni berdua."


"Tidak apa percayalah."


"Baiklah."


Aliya memutuskan sambungan teleponnya dan ia menatap wajah Joni saat Joni tertidur pulas.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1


Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya jika kalian ada saran dan kritikan komen saja.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


__ADS_2