
Joni bersedih, karena dia tidak bisa memberitahu semua orang, kalau ia dan Aliya sudah menikah selama beberapa bulan. Sebab, ia takut Azi tidak merestui hubungan mereka. Karena, dia hanyalah seorang Asisten sang mertua.
"Aku pasti akan memberitahu semuanya. Tapi, tidak sekarang, karena waktunya belum tepat," ucap Joni lirih.
Pria itu sedih, karena dia terpisah oleh sang istri karena hubungan mereka rahasia, hal itu sangat membuatnya tersiksa. Namun, dia tidak ada pilihan lain, menyembunyikan pernikahan dari semua keluarganya.
Keesokan harinya . . .
Pagi-pagi sekali, Joni sudah pergi menuju kantor, karena banyak pekerjaan yang kemarin tidak ia kerjakan, di tambah lagi hari ini ia dah Azi akan meeting penting bersama Kenan dan rekan bisnis mereka di cafe.
Saat Joni mengambil berkas-berkas penting, dia melihat ada pesan masuk dari ponselnya. Aliya mengirimkan pesan kalau dia akan mengakhiri hubungan mereka, bila Joni tidak segera memberi tahu ayahnya, kalau mereka sudah menikah siri.
'Astaga! Anak bau kencur ini, tidak bisa di nasehati, sudah pasti ayahnya tidak akan menerima aku sebagai menantunya. Sebab, aku hanyalah pria sampah dan dia, Ratu Prananda,' batin Joni.
Pria itu tidak membalas pesan dari Aliya, dia terus mengerjakan tugasnya. Setelah itu, ia ka langsung bergegas pergi menuju cafe di mana mereka akan meeting.
Tak berselang lama, akhirnya dia sampai dan langsung masuk ke dalam. Terlihat sudah ada Kenan di sana bersama Azi tengah menunggu kedatangannya. Joni pun duduk di samping Kenan dengan lembut.
"Kemarin kau mengambil cuti? Apa ada masalah?" tanya Kenan dengan sengaja.
Sebab, dia ingin mengetahui apa jawaban Joni, karena ia sangat penasaran, ada hubungan apa antara pria itu dan adik iparnya selama ini.
"Keluarga saya ada yang sakit," jawab Joni pelan.
Kenan langsung tersenyum simpul, karena dia tahu Joni berbohong. Kalau benar adanya, kenapa kemarin dia melihat Joni bersama Aliya makan di pinggir jalan. Kenapa Joni tidak di rumah sakit, kalau keluarnya ada yang sakit?
'Ck, dia berbohong. Apa mereka memang memiliki hubungan? Tapi, kenapa tidak memberitahu kami semua?' batin Kenan sambil berpikir.
Kenan berniat akan menyelidiki kasus ini sendiri, karena dia tidak ingin melibatkan Azi atau siapapun dalam masalah ini. Sebab, belum tentu bener Joni dan Aliya menjalin hubungan.
"Sudah, kita kerjakan tugas sampai selesai!" ucap Azi tegas.
__ADS_1
Kenan dan Joni langsung mengerjakan tugasnya masing-masing, karena keduanya ingin segera kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan lagi sampai sore hari.
Azi sama sekali tidak mencurigai Joni dan, dia juga tidak tahu kalau Kenan sebenarnya mencurigai sang asisten yang sudah bekerja dengannya selama empat tahun ini.
'Semoga Tuan Kenan tidak curiga, aku takut dia mengetahui hubunganku dan Aliya,' batin Joni cemas.
Selama meeting berjalan, Joni dan Kenan terus memandang satu sama lainnya, seperti orang yang bermusuhan. Azi sama sekali tidak memperhatikan mereka berdua, sehingga dia tidak mengetahui apapun.
Kenan terus menatap Joni, karena dia ingin memberitahu kalau ia sudah mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan spesial, tanpa sepengetahuan semua orang.
'Dasar pria gila, terus di tatap. Tapi, sama sekali tidak tahu apa maksudku!' batin Kenan kesal.
Entah mengapa, dia kesal pada Joni yang tidak mau memberitahu kalau memiliki hubungan dengan Aliya. Putri dari kerajaan Prananda.
. . .
Hari ini, Riska dan Aliya pergi ke rumah Kenan untuk mengunjungi Dilan dan Dilara, sebab mereka sudah merindukan kedua anak kembar tersebut.
"Nenek!" teriak Alice girang.
Sontak, membuat Riska hanya diam karena dia tidak ingin dipanggil nenek oleh anak sambungnya. Namun, Alice senang sekali menggoda sahabat baik yang sekarang menjadi ibu sambungnya.
"Kak, di mana keponakanku?" tanya Aliya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan anak kembar itu.
"Di kamar, datang sekarang saja bawa Agam, kasihan dia tidurnya seperti itu," jawab Alice lembut.
Aliya menganggukan kepalanya, kemudian dia bergegas pergi menuju kamar si kembar D bersama sang adik, yang masih tertidur dengan pulas.
Setelah kepergian Aliya, Riska dan Alice duduk saling berhadapan dan, Riska menceritakan keluh kesahnya, yang mencurigai Azi berselingkuh dengan wanita lain.
"Bukankah ayah sudah berjanji, kalau dia tidak akan seperti dulu lagi? Tapi, kenapa sekarang seperti ini?" ucap Alice bingung.
__ADS_1
"Gue gak tau Ce, yang pasti itu bukan sekali. Tapi, berulang kali ada lipstik. Bahkan yang lebih parahnya, ada kain segitiga di dalam mobil. Kalau om Kenan kayak gitu, apa Elo gak curiga?" jawab Riska dengan pertanyaan.
Alice hanya diam, karena yang bersalah adalah sang ayah dan dia juga tidak bisa tinggal diam. Sebab, sang sahabat sangat ia sayangi, ia tidak bisa melihat Riska disakiti oleh ayah kandungnya.
"Elo tenang aja! Gue bakalan cari tahu semua itu sama om Kenan," ucap Alice lembut.
Riska tersenyum, karena mendengar ucapan sang sahabat yang sekarang menjadi anak sambungnya. Kemudian mereka saling berpelukan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Gue beruntung banget bisa sama elo dan, jadi ini sambung elo," ucap Riska lembut.
"Gue juga," sahut Alice lirih.
Tidak pernah terbayang olehnya mereka bisa menjadi anak dan ibu. Ya, walaupun hanya sebatas anak sambung. Tetap, keduanya sangat bahagia.
. . .
Aliya tersenyum sambil menatap wajah sang adik yang tengah tidur pulas, sebab keponakannya juga masih tidur.Jadi, dia merasa sangat bosan. Sehingga ia hanya melihat sang kepekaan.
Di tambah lagi, Joni tidak membalas pesannya hanya melihat saja.Hal itu membuatnya benar-benar sangat kesal.
"Sebenarnya apa mau Joni, kenapa dia tidak membalas pesanku? Apa dia marah?" gumam Aliya.
Gadis itu bingung harus bersiap seperti apa, karena dia ingin Pernikahannya diketahui semua orang termaksud sang ayah. Namun, Joni belum bisa mengungkapkan hal itu.
"Tidak apa, dia tidak mau bicara pada ayah. Karena aku sendiri yang akan memberitahu ayah kalau kami berdua sudah menikah hampir satu tahun," gumam Aliya.
Gadis itu sama sekali tidak takut sang ayah marah, karena ia ingin ke mana pun bersama Joni aman, tidak main kucing-kucingan dengan semua keluarganya seperti saat ini.
Aliya sangat tersiksa hidup terpisah dari sang suami. Padahal mereka sudah menikah dan, jika bertemu hanya ingin mengambil hak masing-masing. Bukankah hal itu sangat membuat Aliya muak, karena tidak bisa bebas dengan suaminya.
"Aku akan memberitahu ayah malam ini juga," gumam Aliya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.