Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
52 Jenis kelamin


__ADS_3

"Selamat Pak, Bu, anak kalian laki-laki dan perempuan."ucap Dokter.


Kenan bahagia sekali mengetahui ia akan memiliki anak laki-laki dan perempuan secara bersamaan.


"Sayang anak kita sudah lengkap."Kenan mencium kening Alice di hadapan Dokter kandungan.


Alice merasa sangat malu namun Kenan merasa biasa saja, setelah mengambil vitamin untuk Alice Kenan membawa Alice pulang.


Selama di perjalanan Kenan terus-menerus tersenyum sungguh saat ini hari dimana ia menunggu selama 20 tahun. Kenan sangat bahagia sebab calon anak pertamanya kembar dan mereka sudah sepasang.


Setelah sampai rumah Kenan membawa tubuh Alice masuk kedalam kamar, Alice duduk di bibir ranjang ia sangat kesal akan sikap Kenan yang selalu tidak tau malu.


"Kenapa wajah mu sayang, Mas lihat dari tadi kamu tidak bahagia?"ucap Kenan yang melihat raut wajah Alice cemberut.


"Tidak ada, hanya saja Alice malu akan sikap Mas yang selalu tidak tau malu."ucap Alice.


Kenan menaikan satu alisnya, ia tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Alice.


"Malu, kenapa sayang Mas tidak mengerti?"ucap Kenan yang duduk di samping Alice.


"Ah, tau ah."Alice menidurkan tubuhnya dengan perlahan ia takut melukai anak kembarnya.


Apa ibu hamil seperi ini, sungguh aku tidak tau apa maksud Alice tadi ... Batin Kenan.


Kenan mengelus calon anaknya, dan anak Kenan seakan tau yang menyentuhnya adalah Papanya mereka langsung menendang secara bersamaan.


"Kamu merasakannya juga, anak kita mereka menendang."ucap Kenan yang mengelus-elus perut buncit Alice.


"Ya Mas, Alice merasakannya mereka sangat kuat menendang."ucap Alice dengan sangat gembira.


"Anak Papa, kalian tidak boleh menendang Mama seperi ini, kasihan Mama dia merasa sakit."ucap Kenan yang mencium perut buncit Alice.


"Tidak apa Mas, mereka belum tau apa-apa."ucap Alice yang masih merasakan gerakan dari dalam perutnya.


"Sama saja sayang Mas takut kamu terluka, andai Mas saja yang hamil pasti kamu tidak merasa sakit saat mereka menendang mu."ucap Kenan.


Alice langsung terkekeh mendengarkan percakapan Kenan, Alice mencubit hidung mancung Kenan dengan sangat kasarnya sebab ia sangat gemas akan tingkah Kenan.


"Sakit sayang, Mas hanya bicara apa yang kamu rasakan..."ucap Kenan yang menatap wajah imut Alice.


"Iya Mas, tapi mana ada laki-laki mengandung."ucap Alice yang di susul gelak tawanya.


Benar juga, tapi kan aku hanya mengatakan seandainya aku saja yang mengandung ... Batin Kenan.


Alice dan Kenan mereka bercanda bersama dengan calon anak kemar mereka, dan Kenan sudah sangat antusias mempersiapkan nama yang indah untuk mereka.


.


.


Amira berada di Kantor papanya ia menjadi CEO Wj Grup, Amira sangat menyukai profesinya saat ini menjadi wanita CEO.

__ADS_1


Amira memeriksa beberapa berkas penting didalam Leptopnya, dan ia di kejutan oleh kedatangan Saras.


"Amira ... "ucap Saras yang berdiri didepan pintu.


"Untuk apa kau datang, lebih baik kau pergi, dan putuskan hubunganmu dengan anakku."ucap ketus Amira.


"Amira ku mohon ... maafkan aku, aku mencintai anakmu ... "ucap Saras yang mendekati Amira.


"Jangan kau mendekati aku, selama ini aku menghilang sebab kau!"Amira bangun dari duduknya ia memukul mejanya.


"Ku mohon Amira ... "ucap Saras pelan.


"Kau ingat sepuluh tahun yang lalu, disaat aku memohon kau tetap saja mendorongku, untung saja aku masih selamat."ucap Amira dengan sangat ketus.


"Maaf Amira, aku memang bersalah ... sampai sekarang aku tidak mendapatkan hati Kenan ... "ucap Saras dalam isak tangisnya.


"Aku sudah tidak peduli lagi, kau bukan siapa-siapa bagiku, dan ingat aku akan memisahkan mu dengan putraku."ucap Amira yang menatap wajah Saras dengan tatapan kebencian.


"Amira ku mohon ... "ucap Saras.


"Sekuriti!"teriak Amira.


Sekuriti datang dan membawa Saras keluar dari ruangan Amira.


Sakit rasanya Saras, disaat aku mencintai Kenan dan dia malah mencintai wanita lain. Batin Amira.


Amira menelfon Bastian ia mengajak Bastian untuk mengunjungi Kenan, sebab ia memiliki rencana lain untuk melukai Alice dan Kenan.


.


.


Bastian berada di Kantor Alfaro Grup, ia mengerjakan tugas-tugasnya memeriksa berkas-berkas penting yang di berikan oleh Kenan.


Kenapa papa tidak memberikan aku harta warisan milik kakek, selama ini aku hanya menjadi babunya saja, dan mama dia tidak mau memberikan sedikit harta kakek sebab tate Saras ... Batin Bastian.


Bastian berencana akan bekerja sama dengan Mamanya untuk menghancurkan Kenan dan Alice, sebab ia ingin menguasai seluruh harta milik mamanya dan juga milik papanya.


Setelah siap bekerja Bastian menunggu Mamanya menjemput dirinya di kantor Kenan sebab ia tidak memiliki mobil, saat ia sedang menunggu Mobil, Saras berhenti di hadapannya.


Saras keluar dan menarik tangan Bastian masuk kedalam Mobilnya.


"Ada apa Tante?"ucap Bastian.


Saras terdiam ia sangat sakit ketika Bastian memanggilnya dengan sebutan tante.


"Tante?"ucap Saras yang menatap wajah Bastian.


"Iya Tante, ada apa sebentar lagi mama menjemput ku."ucap Bastian jutek.


"Kita masih suami istri Bastian."ucap Saras yang menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


"Iya, akan tetapi aku sudah menganggap kita putus."ucap Bastian.


Seakan runtuh dunia Saras ia sangat sakit hati dan sesak nafas saat mendengarkan perkataan Bastian.


Saras meneteskan air matanya, Bastian melihat Saras menangis ia hanya cuek saja ia melihat mobil Amira datang ia langsung keluar.


Bastian aku sungguh-sungguh mencintaimu ... Batin Saras.


Bastian masuk kedalam Mobil Mamanya ia duduk di belakang bersama dengan Mamanya.


"Mobil siapa tadi?"ucap Amira yang sangat curiga akan gelagat Bastian.


"Teman Ma, tenang saja aku sudah memutuskan hubungan dengan tante Saras ... "ucap Bastian dengan sangat santainya.


"Bagus, setelah kita sampai nanti kamu harus mengalikan pandangan Kenan, mengerti?"ucap Amira.


"Mengerti Ma, aku akan mendukung mama selagi aku bisa mendapatkan harta mama."ucap Bastian dengan senyuman.


"Apa enaknya si Saras itu, sampai kamu sangat susah melepaskannya?"ucap Amira.


Menghilangkan pembicaraan dasar mama ... Batin Bastian.


"Tidak ada, hanya saja dia pandai memuaskan ku di ranjang."ucap Bastian tidak ragu menceritakan alasan yang sebenarnya.


"Kau ini, kenapa sifat ayahmu menurun .. ."ucap Amira yang mengingat Ayah kandung Bastian yang tidak pernah puas dengan satu wanita.


"Benarkah?"ucap Bastian.


"Benar, bahkan mama menjadi wanita yang kesekian kalinya."ucap Amira.


"Lalu kenapa mama mau, sedangkan papa dia laki-laki yang setia ma."ucap Bastian.


"Sebab Mama sangat bodoh, mama tidak mencintai papamu ... "ucap Amira lirih.


Bastian hanya mendengarkan percakapan Mamanya yang sangat menyesal sudah membuat Kenan terluka akan sikapnya.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk Like Vote Favorit Komentar.


Jika ada saran dan kritikan komen saja.


Terimakasih sudah memberikan Author Like Vote Favorit Komentar.


Maaf 🙏sudah satu bulan Author tidak Update di karenakan akun Author tidak bisa terbuka.

__ADS_1


__ADS_2