Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
> Terbuai


__ADS_3

Alice merasa sangat bosan sebab hujan tak kunjung redah ia dan si kembar selalu berada didalam kamar, si kembar sedang tidur sedangkan Alice ia menatap kearah jendela ia memikirkan bagaimana cara Kenan pulang kalau di luar sana banjir.


"Bagaimana cara om Kenan pulang, aku sangat menghawatirkan mu om."Alice sangat cemas akan keadaan Kenan.


.


.


Kenan berada di luar Kantor ia sangat takut akan keadaan anak dan istrinya ia bertekad akan pulang saja walaupun hujan dan banjir di depan matanya, Kenan menaiki mobilnya dengar kecepatan tinggi saat di tengah jalan banjir sangat tinggi alhasil mobil Kenan mati.


"Aku harus pulang, sebaiknya aku jalan saja."


Kenan turun dari mobil dan ia berjalan banyak pasang mata yang melihat aksi Kenan.


Kenan sudah basah dan ia tetap berjalan di tengah banjir ia tidak peduli dengan derasnya air yang mengalir sangat deras.Setelah satu jam Kenan berjalan kini ia sudah sampai rumah dengan selamat, Kenan langsung masuk rumah ia berganti baju dan ia berjalan menuju kamar anak-anaknya.


"Sayang, Papa pulang."


Kenan mendekati Alice dan anak-anaknya sontak Alice membulatkan matanya sebab ia melihat Kenan.


"Papa ... "Alice langsung memeluk Kenan dan menangis didalam pelukan Kenan.


"Papa baik-baik saja, Mama sangat menghawatirkan keadaan Papa."ucap Alice dalam isak tangisnya.


"Hay, ini Kenan Alfaro tidak mungkin suamimu ini terluka sedikitpun."ucap Kenan.


"Jangan bercanda Pa."ucap Alice.


"Baiklah ayo kita tidur."ucap Kenan.


Kenan dan Alice tidur di kamar si kembar, Alice terus memeluk Kenan dengan sangat erat sebab ia merasa sangat takut.


.


.


Aliya asik bermain ponselnya ia di kejutkan oleh Joni yang menghampirinya.


"Hay Nona, kau tidak mandi?"


Joni melemparkan handuk kepada Aliya.


"Tidak sopan, aku tidak mau mandi Kak cuaca sangat dingin."ucap Aliya.


"Ya ampun, kau anak gadis Aliya cepat pergi mandi."ucap Joni.


"Aku tidak membawa baju."ucap Aliya.


"Ya ampun, kau banyak sekali alasan, cepat mandi gunakan saja bajuku."ucap Joni.


Dengan sangat terpaksa Aliya bergegas pergi menuju kamar mandi ia membawa handuk kimono yang di lemparkan oleh Joni tadi.


Setelah lima belas menit Aliya keluar dari kamar mandi ia hanya mengenakan kimono saja, ia menghampiri Joni yang sedang menonton film Drakor di Leptopnya.

__ADS_1


"Dimana bajunya?"ucap Aliya.


Joni menatap Aliya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Meskipun dia galak tapi dia mampu membuatku bergairah. Batin Joni.


Aliya menyadari kalau Joni menatapnya dengan tatapan tajam dan aneh.


"Jangan berani macam-macam."ucap Aliya.


"Tidak macam-macam kok hanya satu macam saja."ucap Joni.


"Satu apa maksudnya?"ucap Aliya gugup.


Joni bangun dan mendekati Aliya ia memegang pundak Aliya dan ia mendorong tubuh Aliya hingga terjauh di tempat tidur, Joni berada di atas tubuh Aliya ia langsung menyambar bibir Aliya.


Aliya merasakan gejolak aneh yang ia tidak pernah rasakan ia menikmati setiap sentuhan dari Joni, hingga Joni tersadar ia langsung menghentikan aktivitasnya lalu ia berlaku pergi.


"Bajunya ada di meja itu." Joni menunjukkan meja kecil dekat tempat tidurnya dan ia pergi.


Setelah kepergian Joni, Aliya langsung mengenakan pakaiannya ia duduk di bibir ranjang.


Kenapa aku menikmati setiap sentuhan dari Joni tadi, aku sangat menginginkannya lagi, tapi aku juga tidak boleh seperti ini. Batin Aliya.


.


.


Joni keluar dari apartemen miliknya ia duduk di bangku yang berada di bawah ia sangat menyesal sudah mencium Aliya tadi.


Joni merenungkan kembali apa yang ia buat tadi ia berfikir akan meminta maaf kepada Aliya, namun ia urungkan niatnya itu sebab ia merasa sangat malu kepada Aliya.


Setelah tengah malam Joni kembali ke apartemennya ia masuk dan melihat Aliya sudah tidur, Joni menuju sofa dan ia menidurkan tubuhnya di sofa.


.


.


Azi tidak bisa tidur sebab ia sangat takut anak gadisnya berada bersama dengan seorang laki-laki, Azi duduk di sofa yang berada di kamarnya ia menatap langit-langit kamarnya.


"Om, sebaiknya kita telfon saja mereka."ucap Riska.


"Biarkan saja sayang, Om akan melihat mereka besok mungkin banjir sudah redah besok."ucap Azi.


"Om, kalau Aliya di paksa melayani Joni bagaimana?"ucap Riska yang sangat cemas akan keadaan anak sambungnya.


"Tenang saja, Joni masih terikat kontrak kerja tidak mungkin dia pergi."ucap Azi yang menatap wajah Riska.


"Baiklah."ucap Riska.


"Sebaiknya kita ini saja."Azi memegang gubug kembar milik Riska.


"Om, dasar mesum."Riska langsung pergi menuju kamar.

__ADS_1


Azi mengikuti Riska masuk kedalam kamarnya Azi langsung menerkam Riska yang berada di tempat tidur, mereka melakukan olahraga panas bersama.


.


.


Aliya tersadar melihat Joni tidur tanpa adanya selimut ia mendekati Joni dan menyelimuti seluruh tubuh Joni menggunakan selimut, saat ia hendak pergi Joni menarik tangan Aliya hingga Aliya terjatuh di atas tubuh Joni.


"Disini saja, kau mau kita melanjutkan yang tadi bukan?"ucap Joni.


"Lepaskan aku, aku tidak ingin mengulanginya lagi."ucap Aliya.


Joni mendekatkan kepalanya dan ia kembali menyambar bibir Aliya dengan sangat lembut dan perlahan, Aliya sangat terbuai akan sentuhan dari Joni hingga ia diam saja saat Joni menciumnya.


Joni tersenyum melihat Aliya diam saja saat ia bermain dengannya.


"Kau menginginkan yang lebih?"ucap Joni yang melihat wajah Aliya.


"Tidak, sekarang lepaskan aku."ucap Aliya.


Joni melepaskan Aliya ia membawa tubuh Aliya menuju tempat tidur ia meletakan tubuh Aliya perlahan, Joni berada di atas tubuh Aliya ia mencium leher Aliya hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Hentikan aku tidak mau terjadi sesuatu antara kita."ucap Aliya.


"Tenang saja aku akan bertanggung jawab."ucap Joni.


"Hentikan Jon, aku tidak ingin bercinta dengan mu."ucap Aliya.


"Sayang, kamu ini sangat menggoda biarkan kita bersenang-senang."Joni mencium wajah Aliya.


"Hentikan Jon, ku mohon ... "ucap Aliya yang sangat cemas.


Joni Kembali menyambar bibir Aliya dan benar saja Aliya tidak memberontak malah ia menikmati sentuhan dari Joni, mereka saling bertukar saliva Joni mengelus rambut Aliya dengan perlahan.


"Jon, apakah kita akan melakukan hal itu?"ucap Aliya yang menatap wajah Joni dari bawah.


"Kau sangat menginginkannya?"ucap Joni.


"Tidak turunlah dari tubuhku."ucap Aliya.


"Kau sangat menginginkannya sayang?"ucap Joni.


.


.


.


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


__ADS_2