Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
19 > Pinjam Suamimu


__ADS_3

Setelah Kepergian Kenan dan Bastian, Alice masi berada di kamar merasa sedikit pusing dan pintu kamarnya di ketuk.


Tok.


Tok.


"Masuk!" ucap Alice.


Ceklek!


"Bibi sedang apa?" tanya Kisya sambil mendekati Alice di tempat tidur.


"Sedang apa kau di sini, dan mau apa kau? " tanya ketus Alice.


"Jangan galak-galak Bibi, aku hanya ingin melihat keadaan mu saja tidak lebih," jawab Kisya pelan.


"Pergilah dari sini! Aku tau niat jahat mu pada ku." Alice langsung membuang pandangannya.


"Jangan seperti itu Bibi, aku tidak sejahat itu padamu," ucap sinis Kisya.


"Pergilah dari sini aku muak melihat mu!" ucap ketus Alice.


"Baiklah Bi, aku akan ke luar kalau butuh apa-apa panggil saja aku." Kisya berlalu pergi meninggalkan Alice.


Alice tidak peduli akan kehadiran Kisya, dulu Alice sangatlah menyayangi gadis itu. Namun, balasannya pengkhianatan lah yang di dapat oleh Alice.


"Aku harus berhati-hati pada manusia ular itu ia sangatlah berbahaya," ucap Alice sambil kembali tertidur.


Perusahaan Kenan Alfaro.


"Ardi kau ajarkan apa-apa saja tentang pekerjaan Bastian, selama dia menjadi Sekertaris ku," ucap Kenan dengan tegas.


"Baik Bos, akan saya laksanakan." Ardi tersenyum melihat Kenan.


Bastian hanya terdiam sungguh ia tidak mengetahui apapun ia tidak pernah bekerja sama sekali sejak dahulu.


Setelah kepergian Kenan, Ardi mulai memberi tugas apa saja yang harus di kerjakan oleh Bastian.


Kenan merasa sangat rindu kepada Alice ia hendak menelfon Alice. Namun, ponselnya berdering.


📞Ayah Mertua.


"Halo, Ayah ada apa menelfon ku?" ucap Kenan dari telfon


"Dasar menantu tidak sopan kau ini!" seru Azi dari balik telfon.


"Maaf Ayah mertua, aku ingin segera menelfon istri kecilku," ucap Kenan yang di susul gelak tawanya.


"Lebay, aku ingin bertanya, apa kau melihat aku dan Saras semalam?" tanya Azi.


"Lupakan saja, aku melihatnya hanya sedikit" jawab Kenan sambil tertawa.


"Kumohon jangan beritahu Alice, kau tau bukan. Saras hanya untuk pemuas nafsuku saja aku tidak mencintainya," ucap Azi.

__ADS_1


"Baiklah aman itu, besok jadwalkan meeting kita di Cafe love sorry, sku tidak ingin telat," ucap Kenan.


"Baiklah aku tutup dulu telponnya," ucap Azi.


Setelah telponnya terputus Kenan menelfon Alice. Namun, tak kunjung di angkat.


"Aku rasa Alice sedang tidur mungkin." Kenan melihat jam sudah menunjukan pukul 12:30.


Kantor Azi Prananda.


"Sayang besok kita akan meeting bersama Kenan Alfaro jam 9 pagi di Cafe love sorry," ucap Saras.


"Iya sayang, hari ini aku ingin kembali cepat aku ingin melihat Alice di rumah Kenan," sahut Azi.


Saras yang mendengarnya tersenyum, ia malam ini berencana pergi ke Bar untuk mencari mangsa baru.


"Tidak apa sayang, sehabis Kantor nanti aku ku ingin bertemu teman-teman ku," jawab dusta Saras.


"Oh baiklah pergi saja!" ucap Azi pelan.


Tak terasa kini hari sudah sore para karyawan berlalu lalang pulang, Kenan hendak pulang ia mengajak Bastian. Namun, Bastian menolaknya.


"Ayo Bas pulang bersama Papa," ucap Kenan.


"Tidak Pa, Bastian ada sedikit urusan mungkin akan sedikit larut malam pulangnya Pa," ucap Bastian.


Pria itu malam ini ingin pergi ke Bar, untuk mencari wanita baru sungguh salam Kisya hamil Bastian tidak merasakan nikmat.


"Baiklah Papa pulang duluan, jagan terlalu malam pulang ingat istrimu lagi hamil," ucap Kenan.


Bastian menghisap rokok dan meminum beberapa gelas Bir.


Di Perusahaan Azi Prananda.


Setelah kepergian Azi Saras menaiki taksi menuju Bar, ia sangat ingin mencari mangsa yang masi segar dan muda.


Tak lupa ia berdandan dan mengenakan baju tang sangat mini dan s e k s i siapa saja yang melihat Saras pasti idak mampu menahan hasratnya.


Setelah Saras sampai ia bergegas masuk, terlihat parah wanita sedang menari-nari dan lara lelaki ikut menari dan juga ada pasangan yang sedang madu kasih.


Hingga mata Saras melihat pria muda yang, merokok sendirian Saras menghampiri pemuda itu.


"Hay tampan, sendirian saja, mau tante temani tidak? Tante susah pesan kamar." Saras langsung mendekati Bastian.


Bastian melihat Saras yang begitu menggoda,walau Saras sudah 35 tahun. Namun, wajahnya terlihat masi sangat muda.


"Boleh saja, asal Tante pandai bergoyang," ucap Bastian melihat betapa s e k s i nya Saras.


"Jangan meragukan tante sayang, kau akan ketagihan kalau sudah merasakannya, bahkan bisa sampai pagi kita bermain," jawab Saras yang sangat menggoda.


"Berapa yang harus aku bayar untuk Tante?" tanya Bastian cepat.


"Berapapun tante akan menerimanya." Saras mulai duduk di pangkuan Bastian, dan langsung menyambar bibir Bastian dan. Bastian menikmati sentuhan Saras dan membalasnya.

__ADS_1


Bastian memegang gunung kembar milik Saras, dan ia menelusuri setiap inci tubuh Saras, tidak peduli mereka di lihat oleh banyak pasang mata di sana. Bastian mampu membuat Saras lemas.


"Ayo sayang ke dalam kamar yang sudah tante pesan, tante sudah tidak tahan lagi," ucap Saras dengan suara yang sangat berat.


"Baiklah ... tunjukan di mana kamarnya?" Bastian mengendong tubuh Saras, ia memiliki tubuh yang ideal jadi tidak sulit bagi Bastian untuk membawa tubuh Saras.


Saras menunjukan di mana kamarnya setelah mereka sampai Saras tidak tunggu lama lagi, ia langsung melepaskan semua pakaiannya dan menaiki tubuh Bastian.


Bastian sangat terbuai akan sentuhan Saras hingga ia menidurkan tubuhnya di tempat.


"Sugar Mommy," desah Bastian membuat Saras semakin melajukan gerakannya.


(Sensor)


Di Mansion Kenan Alfaro.


Kenan yang baru memasuki rumah ia melihat mobil Azi di depan rumahnya segera menghampiri sang mertua.


"Wah Ayah mertua, senang melihat mu berkunjung ke rumahku," ucap Kenan. Namun, Azi tidak menjawab langsung memasuki rumah Kenan.


Kenan mengikuti Azi dari Belakang.


sesampainya mereka di dalam, terlihat Alice sedang memasak di dapur bersama Bik Iyem.


"Sayang, ayah datang mengapa kamu memasak?" ucap Azi ia mendekati putrinya.


"Istri yang baik harus melayani suaminya dengan baik Ayah, " jawab Alice yang tetap fokus memasak.


Kenan tersenyum sungguh ia begitu beruntung mendapatkan Alice pikirnya.


"Jangan terlalu capek sayang, om tidak mau anak kita kelelahan," ucap Kenan.


"Iya Om, ini sudah selesai, Alice memasak kepiting asam manis kesukaan Om." Alice sudah menyelesaikan masakannya,dan Bik Iyem yang menyusunnya.


"Sayang, om mandi sebentar ya." Kenan langsung berlalu pergi menuju kamarnya.


"Ayo Ayah duduklah." Alice dan Azi duduk di ruang tamu.


"Oh ya sayang, apa ayah boleh meminjam suamimu untuk dua hari saja?" ucap Azi.


"Memangnya mau pergi ke mana?" jawab Alice.


.


.


.


...****************...


Bersambung.


Hay, teman-teman jangan lupa untuk Like Vote Favorit Komentar jika ada saran dan kritikan komen saja.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


I Love You semua😘


__ADS_2