
Alice sedang bermain bersama anak-anaknya ia sangat bahagia melihat wajah anak-anaknya. Dilan dan Dilara terlihat sudah bulat.
"Anak Mama, kalian semua sudah mulai besar."ucap Alice.
"Benar sayang, bagaimana jika mereka sudah dewasa ya?"ucap Kenan.
"Mereka akan meninggalkan kita Mas ... "ucap Alice lirih.
"Tidak apa-apa sayang, mereka juga akan seperti kita bukan?"ucap Kenan yang menatap wajah Alice.
"Iya Mas, Alice harap mereka kalau sudah dewasa akan menjadi orang yang sukses."ucap Alice.
"Benar sayang ... "ucap Kenan.
Kenan mencium kening Alice lalu ia menggendong Dilan dan cium anak kembar mereka, Alice menggendong Dilara dan ia mencium pipi Dilara yang sudah tembam.
Aku sangat bahagia memiliki anak-anak seperti mereka, aku berharap mereka akan selalu ada disini. Batin Kenan.
Kenan sangat bahagia memiliki anak-anak seperti mereka, Kenan tidak pernah merasakan kebahagiaan yang seperti saat ini ia dapatkan.
.
.
.
Azi dan Riska pergi menuju rumah Kenan ia sangat merindukan cucu-cucunya, setelah mereka sampai mereka langsung masuk kedalam.
Saat mereka didalam mereka tidak melihat Alice dan Kenan."Dimana mereka."ucap Azi.
"Sepertinya mereka di kamar si kembar Om."ucap Riska.
"Yasudah kita langsung masuk saja."ucap Azi.
Azi dan Riska masuk kedalam kamar si kembar saat mereka masuk mereka melihat Alice dan Kenan berciuman.
"Em ... em ..."
Alice dan Kenan sangat terkejut melihat Riska dan Azi berada di depan pintu.
"Ayah."
"Kalian tidak malu di lihat oleh mereka."ucap Azi ia langsung mengambil cucunya.
"Tidak seperti itu Ayah."ucap Alice.
Riska mengambil cucunya juga.
"Udahlah Ce gak bisa ngelak lagi."ucap Riska.
"Iya ... "ucap Alice pelan.
"Ayah kau datang tidak memberitahu ku dulu."ucap Kenan.
"Jadi aku harus memberitahu mu dulu."ucap Azi. Ia menoyor kepala Kenan.
Ya ampun, kalau bukan mertuaku sudah ku balas dia. Batin Kenan.
"Tidak seperti itu Ayah."ucap Kenan.
"Kau tidak usah banyak bicara, aku datang ingin menemui cucu-cucuku bukan kau!"Azi menatap tajam kearah Kenan.
"Baiklah Ayah."ucap Kenan.
Alice dan Riska mereka sedang berada di tempat tidur sebab Alice memberikan Dilara asi.
"Ce, elo gak ngerasain sakit waktu elo Caesar?"ucap Riska.
__ADS_1
"Enggak."ucap Alice.
"Beneran?"ucap Riska.
"Benar, setelah selesai sc baru gue ngerasain sakit yang luar biasa Ris."ucap Alice.
"Gue takut Ce, gimana ya kalau gue mau melahirkan?"ucap Riska.
"Pasti ada kemudahan kok Ris."ucap Alice.
"Semoga saja Ce."ucap Riska.
.
.
Aliya masih asik dalam alam mimpinya ia di kejutkan oleh ponselnya yang terus berdering.
"Siapa si menganggu saja."Aliya menerima panggilan telepon.
Joni."Kau sudah bangun."
Aliya."Ya ampun, bisakah kau tidak menghubungi aku sehari saja?"
Joni."Yakin, kalau kau merindukan aku bagaimana?"
Aliya."Katakan apa mau mu?"
Joni."Siang ini datang ke cafe tempat biasa, ada sedikit masalah di gedung pernikahan."
Aliya."Apa, masalah apa?"
Joni."Sangat penting, datang saja siang nanti."
Aliya."Baiklah."
Joni perlahan melajukan mobilnya menuju gedung pernikahan setelah ia sampai ia melihat ada seorang wanita, Joni turun dan menghampiri wanita tersebut.
"Hay Nyonya, ada apa ini?"ucap Joni.
Wanita tersebut langsung menatap tajam kearah Joni."Kau!"
"Ada masalah apa?"ucap Joni.
"Pak, maaf dia sudah menghancurkan semua yang sudah kita siapkan untuk dua minggu lagi."ucap Fidyan.
"Kau pasti anak buah Azi bukan?"ucap Wanita tersebut.
"Iya benar, kenapa anda menghancurkan semua yang sudah aku siapkan. Kalau kau bukan wanita sudah ku habisi kau!"bentak Joni.
"Kau katakan kepada Azi, aku wanita yang sudah ia sekap selama berbulan-bulan ini!"teriak wanita tersebut.
"Lalu kenapa kau menghancurkan semua ini!"bentak Joni tak mau kalah oleh wanita tersebut.
"Dia dan Kenan sama saja, kau katakan aku Amira!"teriak Amira.
"Aku masih berbaik hati denganmu, sekarang pergi ... "ucap Joni pelan.
"Kau lihat saja nanti, aku akan membuat acaranya berantakan."ucap Amira yang berlalu pergi.
Setelah Amira pergi Joni langsung masuk kedalam dan terlihat usahanya semala ini dengan Aliya hancur sia-sia, Joni menatap setiap ruangan yang terlihat sudah hancur berantakan tidak ada lagi yang tersisa.
"Kenapa dia bisa menghancurkan semua ini!"bentak Joni.
"Maaf Pak ... "ucap Fidiyan.
"Kau sangat tidak becus."Joni langsung memukul wajah Fidiyan dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Maaf Pak."ucap Fidiyan.
Joni langsung berlalu pergi dari sana ia langsung menaiki mobilnya dengan kecepatan sedang, ia berhenti di pinggir jalan.
"Bagaimana ini, bisa-bisa tuan Azi marah besar kepadaku, aku harus secepatnya mempersiapkan ulang bersama dengan Aliya."ucap Joni.
Joni langsung mengemudikan mobilnya menuju cafe tempat ia akan bertemu dengan Aliya.
Setelah ia sampai ia langsung masuk kedalam dan ia melihat Aliya sudah menunggunya.
"Ada apa?"ucap Aliya.
"Gedung pernikahan sudah hancur tak bersisa ... "ucap Joni pelan.
"Apa, siapa yang menghancurkan semuanya?"ucap Aliya yang terduduk lemas.
"Amira."ucap Joni.
"Siapa wanita itu Jon?"ucap Aliya.
"Kita akan secepatnya mempersiapkan ulang semuanya."ucap Joni.
Aliya langsung menghampiri Joni dan ia memukul tubuh Joni jingga Joni terjatuh menimpa tubuh Aliya.
Detak jantung Aliya berdetak kencang sehingga Joni dapat mendengarnya, ia langsung bangun dan membantu Aliya bangun.
"Kau laki-laki lemah."ucap Aliya.
"Kau wanita galak."ucap Joni.
"Aku sangat kesal padamu, bisa-bisanya usaha kita selama ini sia-sia. Dan hari H sudah sangat dekat Jon."ucap Aliya cemas.
"Tenang saja, kita akan menyiapkannya selama satu minggu saja."ucap Joni.
"Baiklah, jangan beritahu ayah bisa-bisa kita di hukum olehnya. Dan kau harus memberikan keamanan disana."ucap Aliya.
"Baiklah Nona."ucap Joni.
Aliya dan Joni menyusun rencana agar tidak terulang lagi kejadian yang sama. Mereka menyusun rencana dengan sangat baik dan rapi.
Aliya dan Joni langsung berangkat menuju gedung pernikahan, mereka mulai membersihkan tempat tersebut bersama dengan Karyawan Zixa.
Aliya merasa sangat pusing melihat semua sangat kacau dan berantakan ia perlahan duduk.
Zixa melihat Aliya duduk ia langsung menghampiri Aliya dan memberikan Aliya air mineral.
"Ini ambillah."ucap Zixa.
"Terimakasih Kak."ucap Aliya.
Mereka mengobrol bersama dan Joni memperhatikan mereka dari jarak jauh.
Kenapa mereka sangat dekat. Batin Joni.
.
.
.
Bersambung.
Hay, teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like Vote Favorit komen dan berikan hadiah sebanyaknya jika kalian punya saran dan kritikan komen saja.
Salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1