Menikahi Calon Mertua

Menikahi Calon Mertua
80 ~


__ADS_3

Joni dan Aliya duduk di sofa, sambil menatap satu sama lainnya dengan sangat mesra dan romantis sebagai pengantin baru. Ya, mereka berdua menikah tanpa sepengetahuan siapapun. Sebab, takut cinta mereka tidak direstui oleh Azi maupun Lidiya sang ibunda.


"Sayang, apa kamu yakin sama aku? Sebab, aku ini hanya seorang asisten ayahmu. Aku bukan pria yang pemilik perusahaan sendiri, seperti suami kakakmu," ucap Joni lirih.


Aliya langsung memegang wajah sang suami dengan lembut dan, dia mengecup pipi pria itu pelan. Kemudian membisikan sesuatu di telinga Joni.


"Aku terima semua kekurangan kamu, aku ingin selalu ada bersamamu sampai akhir hayat kita berdua," jawab Aliya dengan berbisik.


Joni tersenyum bahagia, karena istrinya bisa mengerti akan posisinya dan, juga bisa menerima dirinya yang hanya seorang asisten sang mertua.


"Aku sangat mencintaimu sayang, kita akan selalu bersama. Walaupun ayahmu pasti akan menentang hubungan kita berdua," ucap Joni lembut.


Aliya memang tangan sang suami, kemudian dia memberikan dukungan agar mereka berdua selalu bersama dan, saling mendukung untuk mendapatkan restu dari sang ayah. Ya, walaupun itu akan sangat sulit untuk mereka berdua.


'Aliya sangat baik, tidak jauh berbeda dengan Alice. Aku sangat beruntung bisa mendapatkan dia. Ya, walaupun Aku tahu, pasti kami akan di pisahkan oleh om Azi,' batin Joni lirih.


Joni tahu, kalau Azi tidak akan menerima dirinya sebagai menantunya. Sebab dirinya hanya pria miskin yang tidak memiliki harta tahta. Yang ia miliki hanya seluas samudera cinta untuk Aliya dan anak-anak mereka kelak, jika keduanya sudah memiliki momongan.


. . .


Riska senang menjadi seorang ibu muda, walaupun dia sering kali merasa kerepotan sebab mengurus anaknya sendiri. Namun, dia tetap senang, bisa selalu bersama dengan Agam, anak pertamanya.


"Agam, mama mual sekali. Kamu tunggu di sini ya," ucap Riska lembut sambil menahan rasa mual.


Gadis itu langsung berlari menuju kamar mandi dan, memuntahkan isi perutnya. Entah mengapa, dia sangat mual sejak beberapa Minggu ini.


"Astaga! Kenapa aku muntah-muntah ya, seperti saat aku hamil Agam?" gumam Riska sambil berjalan keluar.


Sesampainya di luar, dia langsung mendekati Agam yang tengah bermain dengan mainan dari sang suami. Riska menepuk keningnya, sebab dia baru ingat belum datang bulan sejak satu bulan lalu.


"Astaga! Apa aku hamil lagi!" pekik Riska.

__ADS_1


Gadis itu langsung memesan alat tes kehamilan dari online shopping, karena dia tidak sempat bila pergi langsung ke apotek, sebab tidak ada yang menjaga Agam bila ia pergi.


Tak berselang lama, akhirnya pesanannya sampai dan, dia langsung memakai tes kehamilan itu. Riska membulatkan matanya dengan sempurna, sebab terlihat dua garis merah terang di alat tersebut.


"Ya ampun! Ternyata gue hamil lagi!" pekik Riska.


Wanita itu langsung keluar dari kamar mandi dan, menelepon sang suami. Namun, tidak ada jawaban. Entah mengapa, sejak kelahiran Agam, Azi sering melupakan mereka. Bahkan jarang pulang ke rumah, membuat Riska kesal.


"Dasar tua Bangka. Kalau bukan suamiku, sudah lama dia aku tinggalkan," gerutu Riksa.


Sebab, dia sudah sangat kesal akan sikap sang suami, yang tidak pernah menuruti keinginannya. Bahkan dia pernah melihat ada lipstik wanita di dalam mobil sang suami.


Namun, Azi selalu saja mengatakan kalau itu adalah milik sekertarisnya saat mereka pergi meeting bersama. Akan tetapi, Riska tidak semuda itu percaya, sebab tadi yakin kalau suaminya tidak muda untuk berubah.


. . . .


Alice tengah memberikan buah untuk kedua anaknya, yang sekarang sudah berusia satu tahun lebih. Dia sangat bahagia bisa menjadi ibu muda dua anak. Ya walaupun ia mengurus anak-anaknya di bantu oleh Beby sister.


Gadis itu tersenyum, karena melihat sang sahabat mengirimkan Poto alat tes kehamilan yang bergaris dua merah, yang artinya dia akan memiliki adik lagi.


"Ya walaupun, dia akan memiliki anak lagi. Padahal Agam masih empat bulan," ucap Alice pelan.


Gadis itu pun, membagi kebahagiaan pada sang suami. Sontak saja, membuat Kenan yang tengah meeting tersentak kaget, melihat pesan yang dikirimkan oleh sang istri.


'Astaga! Azi, dia sangat laju sampai istrinya sudah hamil lagi,' batin Kenan terkejut.


Pria itu langsung menyudahi meeting mereka, sebab sudah selesai dan, dia pun bergegas pergi menuju kantor sang sahabat yang tidak jauh dari kantornya berada. Setelah sampai, ia sangat terkejut, melihat wanita cantik yang berpenampilan acak-acakan keluar dari ruangan mertuanya.


"Tega sekali Azi pada istrinya. Padahal Riska adalah wanita baik dan, dia selingkuh. Dasar tua bangka tidak tahu diri!" gram Kenan.


Pria itu langsung berjalan dengan cepat menuju ruangan Azi dan, masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu. Kenan membuka mulut lebar-lebar, sebab tidak melihat adanya sang sahabat. Namun, dia melihat adanya sahabat Azi di sana.

__ADS_1


"Di mana, ayah?" tanya Kenan ketus.


Pria itu langsung membenarkan celananya, kemudian mendekati Kenan dengan perlahan. Setelah itu, membuat Kenan kesal, sebab tidak menjawab ucapannya.


"Katakan! Di mana ayah!" teriak Kenan.


Sebab, dia tidak menyukai pria yang ada dihadapannya, karena pria itu yang membuat Azi menjadi nakal seperti saat ini.


"Jangan galak-galak Ken, nanti kau lekas tuan. Sayang istrimu masih muda, dia bisa mencari pengganti dirimu," kekeh Yudha.


Kenan sangat kesal karena pria itu menghinanya dan, dia pun bergegas pergi dari sana. Sebab tidak ingin melihat Yudha lagi.


"Dasar pria bajingan!" gram Kenan sambil terus berjalan.


Sesampainya di resepsionis, Kenan langsung bertanya ke mana sang mertua pergi dan, tenyata Azi masih ada meeting di luar bersama rekan bisnis. Pria itu baru ingat, kalau mertuanya memang pergi dan, hatinya langsung lega.


Sebab, tadi dia mengira sang mertua berselingkuh. Padahal istrinya baru saja melahirkan di tambah lagi kini Riska Tengah mengandung.


"Syukurlah, Mertuaku tidak selingkuh," gumam Kenan dengan lega.


Pria itu kembali ke kantornya dan, dia kembali mengerjakan tugas-tugasnya, agar dia segera kembali ke rumah dan, bersama anak dan istrinya.


Setelah pekerjaannya selesai, dia langsung bergegas pulang ke rumah. Namun, saat diperjalanan, matanya melihat Aliya dan Joni tengah makan di pinggir jalan dengan sangat romantis. Terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.


"Apa mereka berdua ada hubungan? Sebab, aku sering melihat mereka bersama. Bahkan, saat resepsi pernikahan aku dan Alice, aku tidak sengaja melihat mereka di hotel yang sama," gumam Kenan.


Pria itu terus mengamati Aliya dan Joni dan, dia memotret mereka berdua, untuk bukti bila suatu saat nanti di butuhkan.


BERSAMBUNG.


Banyak yang komentar, kita lanjutkan ~

__ADS_1


__ADS_2