Menjadi Ratu Di Tangan Kakak Ipar

Menjadi Ratu Di Tangan Kakak Ipar
Part 37


__ADS_3

Putus cinta, sakit itu pasti. Tapi jangan sampai terpuruk sampai menyiksa diri sendiri.


Memang tidak adil bagi Mikha. Tapi Mikha sedang berusaha untuk menerima kenyataan bahwa dirinya kini tidak lagi berhubungan dengan Gavin.


Kecewa? Tentu saja. Gavin tidak ada perjuangan sama sekali untuk tetap mempertahankan hubungan mereka.


Mungkin ini hukuman untuk Mikha karena sudah berani mengkhianati pernikahannya dengan Gilang dengan mencintai lelaki lain saat dia masih berstatus istri Gilang.


Tapi, bukankah Gilang juga melakukan hal yang sama? Bahkan dia yang lebih dulu mengkhianati pernikahan itu.


Tapi kenapa Gilang sampai saat ini baik-baik saja seperti tak mendapatkan hukuman apapun atas perbuatannya?


Benarkah Allah maha adil? Kalau iya, kenapa Mikha selalu tersakiti di dalam kisah percintaannya?


Hal besar apa yang sudah Tuhan siapkan untuk kehidupan Mikha nanti?


Cinta di hati Mikha tak mungkin secepat saat dia menjatuhkan hatinya pada Gavin.


Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk Gavin yang saat ini dengan santainya main suap-suapan dengan wanita lain. Mereka tertawa haha hihi berdua. Gavin seolah lupa kalau kemarin baru saja menghancurkan hati Mikha.


Mikha menyesalkan kedatangannya ke cafe untuk berjanjian dengan Sena. Harusnya dia tidak memilih cafe ini. Bisa dia pergi dari cafe tersebut. Tapi sama saja, dia sudah melihat Gavin bermesraan dengan wanita lain.


Apa semua lelaki seperti itu adanya? Dia bisa begitu cepat menemukan pengganti bahkan di saat belum ada seminggu hubungan mereka berakhir.


Atau memang sejak awal Gavin tak benar-benar mencintainya?


Pikiran Mikha terus menerka apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran Gavin.


"Sena, pindah ke cafe baru yang kamu rekomendasikan kemarin, ya." Tulisnya di aplikasi pesan singkat, lalu dia kirimkan pada Sena. Mikha langsung meninggalkan cafe tersebut. Dia tak tahan menyaksikan Gavin yang sedang bermesraan dengan wanita itu.


Akhirnya Mikha dan Sena bertemu di cafe yang baru buka kemarin. Karena masih dalam rangka opening, cafe yang berkonsep out door tersebut sangat ramai.


"Kenapa mendadak pindah tempat, sih?"


"Gue nggak nyaman di sana," jawab Mikha tanpa memberitahu apa yang dia lihat di sana.


"Kenapa? Biasanya juga di sana."


"Kita cari suasana baru, Sen. Lagian kita coba tempat baru ini. Siapa tahu bisa jadi tempat nongkrong baru yang asyik. Tuh, suara kakaknya bagus banget." Mikha menunjuk perempuan yang tengah bernyayi dan diiringi oleh rekan-rekannya.


Suaranya terdengar merdu. Apalagi dengan lagu-lagu galau yang dia bawakan. Membuat pengunjung cafe ikut terbawa pada suasana.


"Ada yang mau bernyayi di depan sini?" ucap penyanyi cantik tersebut.


Mikha langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati penyanyi tersebut.


"Lo mau kemana, Mikha?"


Tak Mikha hiraukan pertanyaan Sena.


Mikha naik ke atas panggung. "Aku mau satu lagi aja boleh, kak?"


"Oh, tentu saja boleh, kak. Silahkan!" Penyanyi tersebut memberikan microfonnya kepada Mikha.


Setelah Mikha mengatakan judul lagu apa yang akan dia nyanyikan, pemain piano segera memainkan sesuai dengan lagu yang dinyanyikan Mikha.


(Bacanya sambil dengerin lagunya Tiara Andini)


Kemarin engkau nyatakan hati


Tapi terlambat


Katamu tak bisa


Ternyata, suara Mikha pun tak kalah bagus dari penyanyi cafe tersebut. Semua kembali hanyut dalam indah suara Mikha menyanyikan lagu galau tersebut.


Cinta ini takkan berbalas

__ADS_1


Sayang kupastikan melayang


Pedih ku saat merasa indah


Bila cinta ini tak nyata


Jangan engkau beri harapan


Sudah cukup kini kusadari


Terlalu cepat jatuhkan hati


Kini ku mengerti kau lebih memilih dia


Kedua mata Mikha terpejam, menikmati lirik setiap lirik yang ada di lagu tersebut. Lirik lagu tersebut mirip dengan kisah cintanya. Mikha sampai tak bisa lagi menahan air matanya yang berusaha menerobos pertahanannya.


Cinta ini takkan berbalas


Sayang kupastikan melayang


Pedih ku saat merasa indah


Bila cinta ini tak nyata


Jangan engkau beri harapan


Sudah cukup kini kusadari


Terlalu cepat jatuhkan hati


Sempat kau bersikap seolah sandaran jiwaku


Namun apa artinya memilih hati yang salah


Oh


Ha


Pedih ku saat merasa indah


Bila cinta ini tak nyata


Jangan engkau beri harapan


Sudah cukup kini kusadari


Terlalu cepat jatuhkan hati oh


Pedih ku saat merasa indah


Bila cinta ini tak nyata


Jangan engkau beri harapan


Sudah cukup kini kusadari


Terlalu cepat jatuhkan hati


Terlalu cepat jatuhkan hati


Tepuk tangan meriah diberikan kepada Mikha setelah Mikha menyelesaikan nyanyiannya.


Mikha tersenyum tipis sembari mengusap sisa-sisa air matanya.


"Lagunya dalam, ya, Kak? Kayaknya kakaknya lagi galau," ucap penyanyi cafe tersebut. Mikha hanya tertawa pelan.


"Kita beri semangat untuk kakaknya, dong. Semangat, ya. Apapun yang sedang kakak hadapi sekarang, semoga hal indah dan membahagiakan akan segera datang di hidup kakak, ya."

__ADS_1


"Terimakasih, Kak," balas Mikha. Mikha langsung undur diri dan kembali ke tempat duduknya. Dan di sambut dengan pelukan erat Sena.


Sena tak berucap apapun. Dia membiarkan Mikha dengan tangisannya untuk menumpahkan dan melampiaskan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


Mikha belum bercerita apapun tentang hubungannya dengan Gavin. Tapi dengan apa yang baru saja terjadi, Sena paham bahwa kini mereka tengah tidak baik-baik saja.


🌹🌹🌹


Gebrakan meja yang begitu keras terdengar menggema di setiap sudut apartemen Gilang.


Baru saja dia mendapatkan rekaman Mikha yang tengah bernyanyi dengan air matanya yang berjatuhan. Dia yakin, semua itu tak lepas dari Gavin.


Gilang tidak rela Mikha tersakiti. Apalagi Gavin yang melakukannya.


Sejak awal Gilang sudah mewanti-wanti Gavin agar tidak menyakiti Mikha. Tapi apa yang dia lakukan sekarang?


"Lo apain Mikha?" tanyanya dengan marah saat Gavin mengangkat teleponnya.


"Bukan urusan Lo."


"Akan menjadi urusan gue jika itu berkaitan dengan Mikha."


"Tidak usah membuang tenaga untuk melindungi Mikha. Bahkan dia tidak peduli Lo melakukan hal itu."


"Kurang ajar!" Andai mereka tidak terpisah negara, andai Gilang ada di dekat Gavin sekarang, pasti Gilang sudah menghajar Gavin habis-habisan. "Ingat, Vin! Gue akan lakukan segala cara untuk melindungi Mikha. Kalau Lo nggak bisa membahagiakan dia, akan gue bahagiakan dia dengan cara gue sendiri."


Tawa sinis Gavin terdengar memuakkan di telinga Gilang. "Terserah Lo mau apa. Gue nggak peduli."


Sambungan terputus. Sontak membuat Gilang mengumpat kesal.


"Awas, Lo, Vin!" ucapnya marah.


🌹🌹🌹


Gavin merasa dirinya adalah lelaki paling jahat karena telah menyakiti Mikha.


Luka Mikha begitu dalam karenanya. Mungkin tak akan ada lagi maaf dari Mikha untuk dirinya.


Sengaja Gavin memanas-manasi Mikha saat berada di cafe.


Sebuah kebetulan, Gavin yang tengah berada di cafe bersama Bella tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Mikha. Sebenarnya tak hanya dengan Bella. Ada kekasih Bella juga yang saat itu belum datang.


Tak ingin lagi Mikha berharap pada dirinya, Gavin meminta tolong pada Bella agar dia mau bersandiwara sebentar saja.


Gavin tak dapat melihat bagaimana ekspresi Mikha saat dia tengah bersandiwara dengan Bella. Yang dia tahu, Mikha keluar dari cafe dengan langkah cepat dan menutup pintu mobilnya dengan sangat kasar.


"Jahat Lo, Vin! Berjuang, kek, bukan malah kayak gini. Pengecut Lo!"


"Memang! Tapi gue sadari, kesalahan gue dan keluarga gue itu udah sangat fatal. Dan Mikha berhak mendapatkan yang lebih baik dari gue."


"Kalau kayak gitu, kenapa dari awal Lo buat Mikha nyaman sama Lo. Itu jahat, Vin. Itu menyakitkan banget. Gue sebagai cewek nggak terima Lo kayak gitu ke Mikha."


"Tapi sebelum gue buat dia hampir meregang nyawa, Bel. Mama papanya tahu kalau dia tenggelam itu karena gue. Semakin benci mereka sama gue."


"Ya Lo berjuang, Gavin! Entah gimanapun caranya Lo harus bisa mendapatkan maaf dari mereka dan juga restu mereka. Jangan jadi pengecut!"


"Sudahlah! Kalau emang jodoh juga ada jalannya, kok. Mending sekarang kayak gini dulu aja."


Jawaban Gavin membuat Bella diam. Apapun yang dia ucapkan juga tidak akan membuat pikiran Gavin berubah.


🌹🌹🌹


Dulu di sayang, sekarang di hujat. itulah Gavin. 😅


yang mau hujat gavin, silahkan! kolom komentar tersedia. 😌


cowok yang nggak mau berjuang untuk sebuah restu memang ada ya, dears. ada. pengalaman pribadi soalnya. 😅😅

__ADS_1


dia nunggu aku yang berjuang. dan dia nggak berjuang sama sekali. dan akhirnya aku yang nyerah. 🤣🤣 ya allah, aku malah curhat 🤣🤣


__ADS_2