
Sepasang pengantin baru itu berjalan bergandengan tangan menuju atas pelaminan yang begitu mewah.
Senyum di bibir keduanya tak pernah pudar menyapa para tamu undangan yang berjumlah ribuan.
Gaun panjang berwarna putih membuat Mikha tampak begitu cantik layaknya seorang princess.
Bergandengan dengan Gavin yang terlihat begitu gagah dengan setelah jas berwarna hitam.
Gavin mewujudkan pernikahan impian Mikha. Mewah, serta dirinya terlihat cantik bak seorang ratu yang dimanjakan oleh rajanya.
Memang bukan yang pertama bagi Mikha. Tapi kali ini rasanya lebih membahagiakan saat bersama Gavin seperti ini.
Tentu saja. Dulu dia menikah dengan Gilang karena terpaksa. Jadi senyum yang dia tunjukkan pun senyuman palsu dan pura-pura bahagia.
Tak semua orang bisa naik ke kuade untuk memberikan selamat kepada Gavin dan Mikha saking banyaknya tamu yang datang.
Hanya orang-orang penting, rekan bisnis dari Anton, Wira maupun Gavin sendiri. Serta teman-teman Mikha dan Gavin saja yang naik memberi selamat.
Semua orang terpana dengan ketampanan dan kecantikan Gavin dan Mikha. Apalagi saat keduanya berdiri di atas lantai dansa. Dan berdansa mengikuti alunan lagu yang romantis.
Kedua tangan Mikha mengalung di leher Gavin. Sedangkan kedua tangan Gavin memegang pinggang Mikha. Keduanya bertatapan mata. Saling melempar senyum bahagia.
"Terimakasih, kak. Pernikahan ini sangat indah."
"Akan kakak berikan apapun asalkan membuatmu bahagia, Sayang. Kebahagiaan kamu yang utama bagi kakak."
"Aku beruntung memiliki Kak Gavin di hidup aku. Aku nggak bisa bayangin gimana hidupku kalau bukan dengan Kak Gavin."
"Kakak nggak tau lagu gimana harus mengungkapkan perasaan kakak, Sayang. Semua indah saat bersamamu. Jika ada kata yang lebih dalam maknanya dari kata sempurna, itu yang kakak rasakan saat bersamamu. I love you."
"I love you too."
Semua tamu undangan bersorak melihat kemesraan mereka.
"Cium!"
"Cium!"
"Cium!"
Mikha dan Gavin melempar tawa. Keduanya lantas menempelkan bibir mereka dengan lekat dan begitu mesra. Membuat tamu undangan yang datang berteriak histeris.
Banyak juga yang ingin berada di posisi Mikha. Bukan bersuamikan Gavin, tapi bersuamikan orang seperti Gavin.
Memperlakukan wanitanya layaknya seorang ratu. Wanita mana yang tak berbunga hatinya jika diperlakukan seperti itu?
Mikha dan Gavin berpelukan. Kembali berdansa mengikuti alunan lagu. Mikha menyadari bahwa setelah ini bukan hanya kebahagiaan saja yang akan dia dapatkan.
Tapi akan ada banyak rintangan dan cobaan dalam rumah tangga. Keduanya sama-sama memperbaiki diri. Kepercayaan dan komunikasi salah satu pondasi kuat mereka.
"Perhatian semuanya!"
Semua mata tertuju ke arah panggung. Dimana ada Leo dan beberapa teman band-nya mengambil alih posisi pemain musik di sana.
Mereka semua adalah teman-teman Gilang. Tapi mereka juga mengenal Gavin dengan baik.
Tentu hal itu membuat semua orang bertanya-tanya, ada apa?
"Saya mau kasih persembahan lagu untuk Mikha terutama."
__ADS_1
Mikha dan Gavin berpandangan saling melempar tanya.
"Tapi lagu ini dari Gilang."
"Hah?" Mikha terperangah.
Sedang Gilang sendiri yang berdiri tak jauh dari panggung hanya bisa memijat keningnya dan menggelengkan kepalanya pelan.
Sudah dia katakan pada Leo agar tak melakukan hal tersebut. Tapi dia tetap nekat melakukan hal tersebut.
"Buat Gilang, yang sabar, ya. Gimana rasanya mantan istri jadi kakak ipar sendiri?"
Pertanyaan Leo mendapatkan sorakan keras dari tamu undangan. Sebagian besar mereka tentu sudah mengetahui apa permasalahan antara Gilang dan Mikha dulu sehingga mereka bercerai.
Sudah menjadi rahasia umum. Suatu hal yang baik belum tentu diketahui banyak orang. Tapi sesuatu yang buruk, sudah pasti akan tersebar dengan cepat. Termasuk masalah perceraian Mikha dan Gilang hingga Mikha lebih memilih Gavin sebagai tambatan hatinya.
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka
Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka
Melihat kau bermesraan dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Ho-wo-oh
Harusnya aku yang di sana
Dampingimu dan bukan dia
__ADS_1
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Mikha dan Gavin menahan tawa melihat wajah Gilang yang terlihat merah menahan malu.
Keduanya paham bahwa ini hanyalah hiburan semata. Jika ada yang menganggap serius, mungkin mereka kurang piknik.
Setelah Leo turun, Gilang langsung memberikan minuman untuk Leo. Sayangnya, Gilang sudah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman tersebut.
Bukan hanya Leo yang akan merasakan akibatnya. Tapi juga istrinya yang turut andil mengerjai Gilang seperti itu.
Gilang tertawa puas saat Leo menenggak habis minuman tersebut.
"Kok, mendadak panas, ya, yang? AC-nya mati apa, ya?" keluh Leo beberapa saat setelah meminum minuman dari Gilang.
Mira, istri Leo, memandang Leo penuh tanya. "Biasa aja, Yang. Nggak panas, kok."
Leo mulai mengibaskan kemejanya untuk meredakan gerah yang dia rasakan. Semakin tak terkendali saat Mira menyentuh kening Leo dengan raut wajah khawatir.
"Check-in, yang. Udah nggak tahan," bisik Leo pada Mira. Membuat Mira melayangkan tatapan tajam pada Gilang yang terlihat menahan tawanya.
"Kurang ajar Lo, Gilang. Bisa sampai pagi kalau kayak gini," ujar Mira kesal.
"Udah sana! Daripada kelepasan di sini," balas Gilang dengan wajah tanpa dosa.
"Awas Lo, Lang," ancam Mira lagi.
Mira segera menarik tangan Leo dan membawanya ke resepsionis untuk check-in malam ini.
🌹🌹🌹
"Kaki aku pegel banget, Kak," keluh Mikha yang sudah merebahkan tubuhnya ke atas sofa kamar hotel. Masih satu hotel dengan ballroom yang mereka gunakan untuk resepsi pernikahan tadi.
"Sini kakak pijitin."
"Eh, jangan!" Mikha menarik kakinya saat Gavin mulai menyentuh dan meletakkan kaki Mikha ke atas paha Gavin. "Kak Gavin kan, juga capek. Mending besok spa aja bareng-bareng. Kayaknya enak."
"Udah nggak apa-apa. Sini kakinya."
Gavin menaikkan kaki jenjang Mikha ke atas pahanya. Lalu memberikan pijatan lembut membuat Mikha merasa nyaman.
"Terimakasih, kak. Harusnya aku yang mijitin kakak."
"Siapa yang mengharuskan?"
"Kan, istri harus melayani suami."
"Kalau soal memijat begini nggak harus istri doang, kok, Sayang. Kalau kamu capek ya gantian kakak yang pijitin."
Mikha tersenyum senang. Gavin sangat lembut dalam memperlakukannya. Semua yang dia inginkan selalu dipenuhi oleh Gavin.
Gavin juga hampir tak pernah marah jika ada kesalahan yang Mikha lakukan.
Gavin benar-benar menepati janjinya untuk berusaha membahagiakan Mikha. Hingga tak ada alasan bagi Mikha untuk meneteskan air mata kecuali air mata bahagia.
Pegal di kakinya berangsur menghilang setelah cukup lama mendapatkan pijitan tangan Gavin. Mikha pun sampai tertidur di atas sofa.
Gavin segera mengangkat tubuh Mikha dan menidurkannya di atas ranjang agar tidur Mikha terasa nyaman.
Menyelimuti tubuh Mikha lalu mencium keningnya sebelum akhirnya Gavin beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Kapan end? masih setia menunggu update nya? ramaikan dong biar sore ini update lagi. 🤪🤪