
Arden dan Arka masih meneliti foto dan video di ponsel tapi masih tidak menemukan sesuatu, jadinya mereka lelah sendiri dan berakhir menyerahkan ke pakarnya yaitu Jupi. Mereka yakin, Arini yang menghilang masih ada disekitar Hanny yang seakan tau tentang kondisi Hanny saat ini.
Sudah 3 hari tidak ada kabar tentang pelaku dan tidak ada yang melapor, tetapi Arden tidak menyerah dan ingin menemui Alex di penjara. Jupi melarang karena sangat berbahaya bagi Arden, karena takut akan ada bahaya atau Arden akan diketahui orang. Bukan Arden namanya jika keingnannya tidak terpenuhi, setelah berdebat panjang dengan Jupi dan Vino, mereka sepakat Arden akan menyamar sebagai orang lain lagi.
Arden masuk bersama dengan Jupi sebagai pengacara dan penyidik guna menemui Alex agar anggota dari Salim tidak curiga karena Alex juga sudah naik banding dan ingin pengacara baru. Tentu semua berkat bantuan Arden dibelakangnya tanpa diketahui Alex.
Alex menatap Arden dan Jupi penuh curiga, karena pengacara yang sebelumnya datang bukan dia. Dalam ruangan itu tidak dijaga dan cctv telah dimatikan.
"Om Alex, apa kabar?" Arden mengulurkan tangannya menjabat tangan Alex yang masih ragu untuk bicara.
"Tenang om, kami tidak berniat macam-macam. Hanya datang untuk mencari informasi tentang Hanny." mendengar nama putrinya disebut membuat Alex segera menanyakan kabar putrinya itu.
"Dia baik-baik saja, tapi om tolong dengarkan baik-baik ya. Hanny saat ini telah mengandung." Alex tersenyum bahagia.
"Benarkah?"
"Hampir 2 bulan, tapi bukan anaknya Johan." Sambung Arden lagi yang mendapat tatapan tajam dari Alex.
"Apa maksudmu? Jangan bertele-tele." Hardik Alex tak percaya.
"Jadi begini om, Hanny tidak bahagia dengan pernikahannya. Johan tak pernah menyentuhnya malah menjebak Hanny untuk di hamili pria lain." Arden menjelaskan dan tampak di wajah Alex penuh kesedihan dan rasa bersalah.
"Tapi om tenang saja, karena Hanny bahagia dengan kehamilannya. Penjebakan itu sudah kami gagalkan, karena pria yang di sewa oleh Johan adalah pria brengsek yang sejak SMA dulu menyukai Hanny. Jadi kami menggantikan pria itu dengan pria yang dicintai Hanny selama ini" Arden menjelaskan lagi tetapi Alex seakan tak percaya.
"Apakah maksudmu bocah di panti asuhan itu? Bocah gila yang seenaknya berjanji dan sekarang dia sudah kembali?" Tanya Alex yang membuat Arden tersenyum getir.
"Iya om, sekarang dia menjaga Hanny dengan baik, tetapi Hanny masih menjadi istri Johan dan Johan tidak tau. Johan menggunakan Hanny hanya sebagai alat untuk mendapatkan seluruh warisan Salim karena kakeknya telah bertitah kalau Hanny hamil maka seluruh saham akan diberikan ke Johan. Tapi sekarang titahnya berubah, kakek melihat Johan yang menyiksa Hanny sehingga warisannya diubah. Sampai Hanny melahirkan dengan baik dan sehat baru seluruh warisan akan diserahkan ke Johan." Arden mejelaskan kembali agar tidak ada salah paham.
"Lalu bocah gila itu kenapa tidak bertindak, suruh Hanny bercerai dan menikahinya atau apapun." Hardik Alex geram.
"Belum bisa om, bocah itu masih punya urusan yang lebih penting dan akan lebih berbahaya jika Hanny bersamanya sekarang. Hanny paling aman berada di rumah keluarga Salim." Terang Arden lagi membuat Alex terdiam mencerna setiap kalimat yang didengarnya.
"Aneh.. kenapa Johan tidak mau menyentuh Hanny, apa kurangnya putriku?" Gumam Alex.
"Nah itu masalahnya, Johan sangat posesif dan miliknya atau yang akan menjadi miliknya tidak boleh disentuh orang lain. Dia berpikir bahwa Hanny adalah wanita tidak benar karena foto dan video masa lalunya. Yang saat ini foto dan video itu tersebar lagi beberapa hari yang lalu."
Wajah Alex memucat, dia takut Hanny akan trauma lagi dan bertindak bodoh apalagi saat ini sedang hamil.
__ADS_1
"Tenang om, Hanny tidak apa-apa." Arden menenangkannya.
"Tidak apa-apa? Bagaimana mungkin? Kau tidak tau bagaimana menderitanya Hanny karena kasus itu." Bentak Alex kesal, lalu Arden memperlihatkan cctv kondisi Hanny yang saat ini sedang duduk di salah satu cafe di lantai bawah kantor, sedang bercanda gurau dengan Stella dan Serin menimati istirahat siangnya.
"Ini cctv kantor..?" Alex bergumam sambil nmelihat video itu dan langsung menangis, melihat putri tercintanya setelah sekian lama, Hanny tersenyum dan tertawa bersama teman-temannya, sungguh membuat hati Alex lega.
"Jadi kami mau menanyakan pada om Alex tentang kasus itu, siapa dalangnya dan kenapa bisa tertutupi tanpa tertinggal sedikitpun?" Tanya Arden lagi dengan serius.
Alex pun bercerita...
\=Flashback=
@SMA XX ruang kelas 2A
Disana terduduk Hanny dan Arini bersama beberapa teman sekelas mereka, bersenda gurau menikmati cemilan dan istirahat mereka. Hanny memang akrab dengan Arini yang yatim piatu dan hanya tinggal berdua dengan neneknya, terkadang mereka saling curhat karena kesepian. Hanny mempunyai Alex tapi selalu sibuk bekerja.
Mereka sangat dekat hingga terlihat sangat mirip, dari postur tubuh yang cuma beda 5cm dengan Arini lebih tinggi. Rambut Arini lurus panjang berwarna coklat gelap dengan wajah blasteran. Arini mempunyai wajah manis tapi kalah cantik dengan Hanny. Mereka mempunyai tipe wajah sama dengan wajah oval kecil, hidung mancung dan mata bulat ala-ala bule, kulit putih merona hingga terkadang banyak yang salah mengenali mereka. Tetap ada perbedaan dari keduanya dalam sifat dan kepribadian, Hanny pintar dan ramah, Arini terbilang biasa saja dan sedikit sombong karena merasa cantik dengan wajah blasteran.
Jika Hanny memiliki banyak teman, beda dengan Arini yang hanya mau berteman dengan Hanny. Banyak siswa sekolah yang suka dengan Hanny tapi Hanny menolak dan seakan tidak tersentuh oleh siswa tertampan sekalipun, berbeda dengan Arini yang mudah didekati oleh para siswa karena Arini tak sungkan menerima permintaan kencan dengan para siswa yang menurutnya tampan. Sampai suatu hari Arini sangat marah pada Hanny, karena pacar Arini memutuskannya dan menyatakan cinta kepada Hanny di hadapan seluruh siswa-siswi sekolah. Hanny tentu saja menolak karena hatinya sudah terikat ke seseorang remaja bule bermata hijau yang ditunggunya.
Sampai suatu hari terjadilah kasus menghebohkan, foto dan video mirip Hanny tersebar luas dan cepat di dalam sekolah.
"Dia itu bisa dipakai, yang penting ada uangnya." ujar seorang siswa menunjuk ke Hanny yang berjalan sendiri di lorong sekolah.
"Oh iyakah...?" Seorang siswa pun melemparkan beberapa lembar uang berwarna merah dan berusaha menarik Hanny ke kelas kosong, tetapi Hanny berhasil melepaskan diri dan lari. Semua yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, ada yang mencemooh ada yang tertawa sinis. Benar-benar membuat Hanny hancur saat itu juga. Seminggu sudah kejadian ini terus berlanjut sampai Alex diminta datang oleh pihak sekolah. Alex pun hancur melihat foto dan video itu, ada terbesit pikiran dalam benaknya apakah dia salah mendidik Hanny. Saat itu Alex pun tidak percaya Hanny melakukan hal sebejat itu tapi gadis dalam video itu mirip dengan Hanny.
Tak punya solusi lainnya membuat Alex bingung dan akhirnya meminta bantuan bosnya yang saat itu adalah Adam Salim, mereka lah yang membantu menyelesaikan semuanya sampai tuntas. Tak ada bukti tersisa, seharusnya semuanya lenyap. Arini sendiripun hilang, ada yang bilang bahwa video itu bukan Hanny tapi Arini, namun banyak juga yang membantah karena Arini berambut pendek saat itu. Tidak ada yang tau siapa gadis itu dan siswa lelaki didalam video pun tidak diketahui, hanya beberapa foto yang menampilkan Tyo dan Radian yang berciuman dengan gadis itu namun mereka bungkam.
Flashback end~
Arden dan Jupi mendengar dengan seksama dan menyimpulkan bahwa kunci dari ini semua adalah Arini, lalu menyerahkan catatan kecil dan ponsel dalam paket kepada Alex, dan ternyata benar memang Arini pelakunya. Tapi dimana Arini?
"Berarti om di ancam dan disuruh balas budi dengan menanggung kesalahan mereka dan menikahkan Hanny dengan Johan karena kejadian ini?" Arden ingin konfirmasi pasti dari Alex dan dibenarkan oleh Alex.
"Baiklah om, terima kasih. Kami pasti akan menjaga Hanny dengan baik dan segera mengeluarkan om dari sini. Percayalah pada Hanny, dia bukan gadis seperti itu." Arden menggenggam tangan Alex meyakinkannya. Arden pun akan pergi tetapi langkahnya terhenti.
"Kau bocah bule gila itu kan?" Tanya Alex sebelum Arden keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Senyummu masih sama." Kata Alex dan Arden hanya tersenyum lalu berbalik pergi.
Arden dan Jupi masih membahas Arini di dalam mobil dalam perjalanan kembali ke markas.
"Jupi, kau cari apapun tentang Arini jangan sampai terlewat sedikitpun. Gadis dalam foto dan video jelas bukan Hanny, berarti itu Arini?" Titah Arden kemudian ia menjadi ingat foto Hanny dan Arini bersama dan sedikit curiga kalau Arini lah gadis itu.
"Beres bro.. tenang akan aku cari sampai ke lobang semut."
Sampai dimarkas, mereka kembali meneliti foto-foto dan mencocokkan dengan foto Arini yang mereka dapat. Arden menyuruh anak buahnya mencari apapun yang bisa menjadi persamaan, sekecil apapun itu.
"Jup... coba cari tau saja siswa di foto atau video itu, mungkin bisa dapat info dari sana." Jupi langsung mencari salah satu siswa yang wajahnya paling terlihat jelas.
"Tyo dan Radian bos, kalau Radian kan yang kemarin itu disewa sama Johan. Kalau Tyo dia sekarang sedang kuliah kedokteran sepertinya ada di RS kita bro." Jupi memang telah mendapatkan 2 orang itu dan akan mencari mereka malam ini.
"kau memang bisa diandalkan." Ujar Arden bangga dengan anak buah sekaligus sahabatnya itu.
"Sayang jomblo akut." Ejek Arden.
Hari berlalu dengan cepat, akhirnya sudah tiba saat nya Hanny dan teamnya akan pergi syuting terakhir di daerah pegunungan di kota B. Mereka sudah menyewa sebuah villa mewah untuk proses syuting. Karena lokasinya masih terbilang dekat dan lewat jalur darat saja maka seluruh team dapat ikut untuk menikmati liburan. Hanny juga ingin menikmati sejuknya udara disana yang baik untuk kandungannya yang sudah hampir 3 bulan itu.
+++++++++++
Ditempat berdeda, Irene yang mendapatkan info dari Yuli bahwa Hanny baik-baik saja menjadi sangat kesal. Bagaimana dia bisa menyiksa Hanny lagi, Johan sudah tak berkutik karena Hanny adalah kunci warisannya bahkan Hanny tidak perlu izin dengannya lagi kalau mau kemanapun malah izin kepada Alfonso si tua itu.
"Hmm.. baiklah, tunggu saja permainan selanjutnya. Aku tak akan mebiarkanmu menikmati masa bahagiamu." Sudah terlintas dipikirannya rencana yang akan dia gunakan untuk menyerang Hanny lagi.
Serega Irene pergi untuk menemui Johan untuk memulai rencannya. Johan pun hanya menggangguk setuju saat Irene menyuruhnya untuk membawa Hanny periksa kandungan, dengan alasan agar kandungan Hanny tidak ada masalah, karena bayi itu nantinya kan menjadi kunci kebahagiaan mereka.
Keesokan harinya, Johan telah mengantar Hanny ke RS dokter pribadi keluarga Halim dan tentu saja Hanny masuk sendiri tanpa ditemani Johan seperti biasanya.
"Nonya... kandungan anda sehat dan baik, tapi..." Dokter terhenti sepertinya ada sesuatu namun dengan cepat dokter itu tersenyum lagi.
"Tidak apa-apa nyonya semuanya baik." Ucap dokter lagi dan dibalas senyuman oleh Hanny.
"Padahal besok juga akan cek lagi dengan kakak.. haduhh. Kalau begini capek juga." Batin Hanny lalu keluar dari ruang pemeriksaan. Tanpa dia sadari ada seorang pria yang mengambil foto Hanny yang baru keluar dari runag pemeriksaan itu.
TBC~
__ADS_1